Bath menggantikan cara kuno dengan menggunakan laser, sehingga memberikan dokter kemampuan melakukan operasi pengangkatan, dengan akurasi lebih tinggi dan hasil yang lebih baik.

Metode Bath disebut Laserphaco Probe, dua tahun setelah menemukan cara itu, Bath menerima paten untuk penemuannya dan menjadi dokter perempuan Afrika-Amerika pertama yang menerima paten medis.
Flossie Wong-Staal dikenal sebagai ahli virus yang meninggalkan Hong Kong dan pergi ke Amerika Serikat pada 1964. Ia memainkan peran penting dalam penelitian AIDS.
Wong-Staal bekerja di National Cancer Institute (NCI) di Bethesda, Maryland, ketika epidemi AIDS meledak di Amerika Serikat.
Ia adalah bagian dari tim yang pertama kali mengidentifikasi human immunodeficiency virus (HIV) sebagai penyebab AIDS.
Selain itu, Wong-Staal dan rekannya, Robert Gallo mengkloning HIV dan menemukan bagaimana virus itu bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh manusia.
Selama di NCI, Wong-Staal juga merancang tes darah untuk mendeteksi HIV.
Christine Darden lahir pada 1942 dan berperan untuk mengungkap rahasia ledakan sonik.
Berawal ketika 1955, NASA mempekerjakan tim "komputer manusia" untuk menghitung lintasan penerbangan, propulsi, dan dinamika roket.
![Christine Darden. [NASA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/07/05/54382-christine-darden.jpg)
Salah satu komputer manusia ini adalah Christine Darden, yang bergabung dengan jajaran NASA pada 1967.
Tugas pertama Darden adalah merancang program komputer untuk menghitung efek ledakan sonik, suara sangat keras yang dihasilkan saat pesawat terbang lebih cepat daripada kecepatan suara.
Tim ilmuwan NASA mereplikasi ledakan menggunakan terowongan angin dan pesawat model, sementara Darden menggunakan model komputer untuk menghitung efek ledakan.
Hasil simulasi Darden cocok dengan percobaan terowongan angin, meskipun metode Darden terbukti lebih murah dan lebih efisien.
5. George Carruthers
Lahir pada 1972, George Carruthers menciptakan teleskop Bulan pertama di dunia.
Ia membuka mata umat manusia ke alam semesta melalui lensa Lunar Surface Ultraviolet Camera.
Kamera ini dirancang untuk mengamati atmosfer Bumi dari Bulan dan mendeteksi radiasi dari bintang serta nebula.
Kamera dikirim dengan Apollo 16 dan ditempatkan di permukaan Bulan.
Saat berada di sana, dibutuhkan lebih dari 550 gambar ultraviolet dari bintang, nebula, dan galaksi di seluruh kosmos.
![Apollo 16. [Usra.edu]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/07/05/59778-apollo-16.jpg)
Karya Carruthers juga mengumpulkan data tentang atmosfer Bumi, termasuk konsentrasi polutan yang membantu memperluas pengetahuan manusia tentang Bumi.