Tak Banyak yang Tahu, 5 Ilmuwan Ini Mengubah Dunia

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Senin, 05 Juli 2021 | 13:30 WIB
Tak Banyak yang Tahu, 5 Ilmuwan Ini Mengubah Dunia
Ilustrasi ilmuwan. [Luvqs/Pixabay]

Suara.com - Banyak ilmuwan di dunia yang namanya tidak populer, seperti Charles Darwin ataupun Stephen Hawking.

Namun, penemuan dan pencapaian yang telah dilakukan membuat hidup manusia saat ini menjadi lebih baik.

Dilansir dari Live Science, Senin (5/7/2021), berikut ini lima ilmuwan yang membantu mengubah dunia:

1. Charles Kuen Kao

Lahir pada 1933, Charles Kuen Kao dikenal sebagai bapak komunikasi serat optik karena menemukan broadband dan merevolusi cara manusia berkomunikasi.

Pada pertengahan 1960-an, Kao mengusulkan cara untuk menyampaikan informasi dalam bentuk cahaya melalui kabel serat optik (fiber optic).

Charles Kuen Kao. [Wikipedia]
Charles Kuen Kao. [Wikipedia]

Untuk mencegah cahaya bocor keluar sisi, Kao menggunakan kaca murni di mana dinding pipa bertindak sebagai cermin untuk foton atau partikel cahaya.

Ini memaksanya untuk memantul di dalam pipa dan terus berjalan menyusuri pipa.

Berkat inovasi ini, informasi cahaya dapat ditransmisikan melintasi jarak yang jauh dan membuatnya sempurna untuk telekomunikasi.

baca juga

Pada 2009, Kao memenangkan Hadiah Nobel dalam Fisika untuk pencapaiannya yang luar biasa.

2. Patricia Bath

Patricia Bath yang lahir pada 1942 sangat berjasa dalam dunia medis. Ia mencetuskan ide untuk mengangkat penyakit katarak pada mata dengan laser.

Berbagai perawatan untuk katarak telah ada sejak abad kelima SM, menurut artikel di jurnal Missouri Medicine pada 2006.

Salah satu perawatan ini, yang disebut couching, menggunakan jarum mengeluarkan katarak dari sumbu visual mata, memungkinkan pasien untuk mendapatkan kembali penglihatannya, meskipun hanya sementara.

Namun, cara tersebut mulai berubah dengan menggunakan metode Bath.

Bath menggantikan cara kuno dengan menggunakan laser, sehingga memberikan dokter kemampuan melakukan operasi pengangkatan, dengan akurasi lebih tinggi dan hasil yang lebih baik.

Ilustrasi operasi katarak. (Shutterstock)
Ilustrasi operasi katarak. (Shutterstock)

Metode Bath disebut Laserphaco Probe, dua tahun setelah menemukan cara itu, Bath menerima paten untuk penemuannya dan menjadi dokter perempuan Afrika-Amerika pertama yang menerima paten medis.

3. Flossie Wong-Staal

Flossie Wong-Staal dikenal sebagai ahli virus yang meninggalkan Hong Kong dan pergi ke Amerika Serikat pada 1964. Ia memainkan peran penting dalam penelitian AIDS.

Wong-Staal bekerja di National Cancer Institute (NCI) di Bethesda, Maryland, ketika epidemi AIDS meledak di Amerika Serikat.

Ia adalah bagian dari tim yang pertama kali mengidentifikasi human immunodeficiency virus (HIV) sebagai penyebab AIDS.

Selain itu, Wong-Staal dan rekannya, Robert Gallo mengkloning HIV dan menemukan bagaimana virus itu bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh manusia.

Selama di NCI, Wong-Staal juga merancang tes darah untuk mendeteksi HIV.

4. Christine Darden

Christine Darden lahir pada 1942 dan berperan untuk mengungkap rahasia ledakan sonik.

Berawal ketika 1955, NASA mempekerjakan tim "komputer manusia" untuk menghitung lintasan penerbangan, propulsi, dan dinamika roket.

Christine Darden. [NASA]
Christine Darden. [NASA]

Salah satu komputer manusia ini adalah Christine Darden, yang bergabung dengan jajaran NASA pada 1967.

Tugas pertama Darden adalah merancang program komputer untuk menghitung efek ledakan sonik, suara sangat keras yang dihasilkan saat pesawat terbang lebih cepat daripada kecepatan suara.

Tim ilmuwan NASA mereplikasi ledakan menggunakan terowongan angin dan pesawat model, sementara Darden menggunakan model komputer untuk menghitung efek ledakan.

Hasil simulasi Darden cocok dengan percobaan terowongan angin, meskipun metode Darden terbukti lebih murah dan lebih efisien.

5. George Carruthers

Lahir pada 1972, George Carruthers menciptakan teleskop Bulan pertama di dunia.

Ia membuka mata umat manusia ke alam semesta melalui lensa Lunar Surface Ultraviolet Camera.

Kamera ini dirancang untuk mengamati atmosfer Bumi dari Bulan dan mendeteksi radiasi dari bintang serta nebula.

Kamera dikirim dengan Apollo 16 dan ditempatkan di permukaan Bulan.

Saat berada di sana, dibutuhkan lebih dari 550 gambar ultraviolet dari bintang, nebula, dan galaksi di seluruh kosmos.

Apollo 16. [Usra.edu]
Apollo 16. [Usra.edu]

Karya Carruthers juga mengumpulkan data tentang atmosfer Bumi, termasuk konsentrasi polutan yang membantu memperluas pengetahuan manusia tentang Bumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandangan Berkabut, Apakah Termasuk Gejala Katarak?

Pandangan Berkabut, Apakah Termasuk Gejala Katarak?

Health | Senin, 21 Juni 2021 | 15:37 WIB

Alasan Mengapa Pasien Diabetes Berisiko Alami Katarak

Alasan Mengapa Pasien Diabetes Berisiko Alami Katarak

Health | Senin, 21 Juni 2021 | 12:32 WIB

Penyebab Katarak Rawan Dialami Kelompok Lanjut Usia

Penyebab Katarak Rawan Dialami Kelompok Lanjut Usia

Health | Senin, 21 Juni 2021 | 11:29 WIB

Kontroversial! Disebut Frankenscience, Tikus Jantan Bisa Melahirkan

Kontroversial! Disebut Frankenscience, Tikus Jantan Bisa Melahirkan

Tekno | Minggu, 20 Juni 2021 | 07:00 WIB

Ilmuwan Harvard Kembangkan Baterai Kendaraan Listrik dengan Pengisian Singkat

Ilmuwan Harvard Kembangkan Baterai Kendaraan Listrik dengan Pengisian Singkat

Otomotif | Rabu, 16 Juni 2021 | 21:09 WIB

Diyakini Punah, Anggrek Langka Ini Malah Ditemukan Tumbuh di Atap Kantor

Diyakini Punah, Anggrek Langka Ini Malah Ditemukan Tumbuh di Atap Kantor

Tekno | Kamis, 17 Juni 2021 | 05:30 WIB

Terkini

Buruan Antre, Harga Emas Antam Masih Dipatok Rp2,67 Juta/Gram

Buruan Antre, Harga Emas Antam Masih Dipatok Rp2,67 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC

Begini Strategi Rebranding Emiten Bank BCIC

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:24 WIB

3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship

3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship

Tekno | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Bergerak di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau ASGR

IHSG Masih Bergerak di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau ASGR

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:17 WIB

Wajib Punya! 5 Parfum Vanilla-Floral Lokal & Mewah yang Bikin Jatuh Cinta

Wajib Punya! 5 Parfum Vanilla-Floral Lokal & Mewah yang Bikin Jatuh Cinta

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:10 WIB

Sering Tertukar? Ini Cara Mudah Membedakan Soal Cerita KPK dan FPB dalam Matematika

Sering Tertukar? Ini Cara Mudah Membedakan Soal Cerita KPK dan FPB dalam Matematika

Tekno | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Sejumlah Pejabat Polda Riau Dimutasi, Karo SDM hingga 3 Kapolres

Sejumlah Pejabat Polda Riau Dimutasi, Karo SDM hingga 3 Kapolres

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:07 WIB

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh

Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

×