Pandangan Berkabut, Apakah Termasuk Gejala Katarak?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 21 Juni 2021 | 15:37 WIB
Pandangan Berkabut, Apakah Termasuk Gejala Katarak?
Ilustrasi operasi katarak. (Shutterstock)

Suara.com - Seseorang yang mengalami katarak kerap kali tak menyadarinya. Sebab gejala yang muncul biasanya terjadi sedikit demi sedikit selama beberapa bulan. 

Dokter spesialis mata dr. Andrew M Knoch, Sp. M(K)., menjelaskan bahwa tanda awal katarak terjadi dengan kekeruhan pada lensa mata.

Proses terjadinya kekeruhan itu bisa memakan waktu selama beberapa bulan bahkan tahunan. Tetapi ada gejala lain yang umumnya bisa dirasakan oleh pasien. 

"Pertama, pasien bisa mengeluhkan penglihatan buram. Khasnya penglihatan buram seperti ada asap atau kabut. Dengan berjalannya waktu, asap atau kabut akan makin tebal, mengganggu penglihatan," jelas dokter Andrew dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Senin (7/6/2021).

Operasi Lasik [shutterstock]
Operasi Lasik [shutterstock]

Selain itu, pasien juga bisa merasakan terlalu silau setiap kali ada cahaya. Misalnya saat siang hari, pasien mengeluhkan cahaya matahari. Bahkan saat malam hari, terutama ketika berkendara, seseorang dengan gejala katarak bisa merasakan silau dari sinar lampu.

Persepsi warna yang mucul juga terjadi akibat gejala katarak. Dokter Andrew menjelaskan, lensa yang awalnya jernih berubah menjadi kecokelatan akibat kondisi katarak. Akibatnya, warna yang dipersepsikan penderita katarak juga jadi berbeda. 

"Mungkin tidak seluruh (gejala) muncul, tapi yang paling khas adalah adanya penglihatan seperti asap atau kabut. Gejala yang muncul itu tidak disertai nyeri atau mata merah. Jadi kalau kondisi ringan pasien nyaman saja," ucapnya.

Tak berhenti sampai di situ, katarak juga menyebabkan status refraksi pasien berubah. Dokter Andrew menjelaskan, status refraksi tersebut terkait dengan kebutuhan kacamata sebagai alat bantu melihat.

"Bisa jadi yang dulunya enggak pakai kacamata jadi butuh kacamata. Atau sudah pakai kacamata jadi berubah ukurannya. Itu bisa juga aalah satu gejala dari katarak," ucapnya.

Pada tahap awal, kebanyakan orang tidak menyadari tengah mengalami gejala katarak. Karena proses kekeruhan lensa mata itu yang membutuhkan waktu lama. Akan tetapi jika diperiksa secara medis, lensa mata telah mengalami kekeruhan.

Oleh sebab itu, dokter Andrew mengingatkan pentingnya lakukan pemeriksaan mata secara rutin setahun sekali. Terutama pada orang lanjut usia (lansia). Sebab penyebab utama dari katarak umumnya karena faktor usia tua. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Mengapa Pasien Diabetes Berisiko Alami Katarak

Alasan Mengapa Pasien Diabetes Berisiko Alami Katarak

Health | Senin, 21 Juni 2021 | 12:32 WIB

Penyebab Katarak Rawan Dialami Kelompok Lanjut Usia

Penyebab Katarak Rawan Dialami Kelompok Lanjut Usia

Health | Senin, 21 Juni 2021 | 11:29 WIB

5 Tips Menjaga Kesehatan Mata Buat Kamu yang Hobi Membaca

5 Tips Menjaga Kesehatan Mata Buat Kamu yang Hobi Membaca

Your Say | Minggu, 20 Juni 2021 | 12:00 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB