Awas, Ada Bahaya Mengintai Anak yang Belajar Gunakan Youtube dan Media Sosial

Liberty Jemadu

Sabtu, 24 Juli 2021 | 20:31 WIB
Awas, Ada Bahaya Mengintai Anak yang Belajar Gunakan Youtube dan Media Sosial
Anak yang belajar menggunakan Youtube dan aplikasi media sosial lebih rentang mengalami distraksi. Privasinya juga terancam. Foto: Ilustrasi belajar online (shutterstock)

Privasi anak sangat berharga

Semenjak online learning intensif dilakukan, proses pembelajaran yang dilakukan guru di Youtube atau media sosial lain semakin meningkat.

Akibatnya, semakin banyak siswa yang juga harus memuat data-data yang harusnya bersifat pribadi – foto, tempat sekolah, terkadang juga kontak – misalnya dengan mendaftar akun baru atau mengunggah video perkenalan diri untuk pelajaran bahasa Inggris.

Riset menunjukkan siswa yang menggunakan media sosial kebanyakan tidak menutup identitas pribadi atau menyeleksi akses orang lain terhadap akun media sosial mereka.

Pada anak, hal ini menjadi lebih rawan karena mengekspos mereka pada cyberbullying (perundungan digital), pelecehan, sexting (kiriman pesan berbau seksual), serta pelanggaran lain ketika usia mereka belum dewasa.

Kebanyakan media sosial sebenarnya memiliki batasan usia minimal bagi seseorang untuk membuat akun secara mandiri. Ini dilakukan untuk mengurangi potensi penyalahgunaan data pribadi khususnya pada anak-anak.

Ironisnya, akibat dorongan pembelajaran di media sosial, tidak sedikit orang tua yang justru secara sadar membagikan informasi anak mereka ketika membuatkan akun di media sosial.

Yang bisa dilakukan orang tua dan guru

Beberapa hal bisa dilakukan untuk mengurangi berbagai potensi buruk di atas ketika belajar dilakukan melalui media sosial.

baca juga

Pertama, sekolah harus mendorong guru untuk mampu mengidentifikasi tujuan dan kebutuhan belajar siswa, untuk memastikan apakah media sosial memang perlu digunakan atau tidak.

Riset terhadap siswa sekolah vokasi di Australia pada tahun 2017 menunjukkan bahwa keputusan memilih media sosial dalam pembelajaran hanya diambil ketika ada relevansi yang jelas antara media sosial dengan pekerjaan mereka di masa depan.

Misalnya, siswa bidang pemasaran lebih menyukai menggunakan Instagram dan Twitter karena platform ini lebih banyak digunakan publik untuk mempromosikan produk dan penyelenggaraan acara.

Media sosial juga bisa digunakan untuk mendorong siswa mengembangkan diri melalui komunitas dengan keilmuan yang sama. Saat pelajaran seni, misalnya, siswa bisa mencari jaringan komunitas seni atau tergabung dalam platform pembelajaran seni untuk belajar langsung dari sumbernya.

Kedua, guru juga harus meningkatkan kompetensi mereka untuk melakukan pendampingan dan asesmen pembelajaran melalui media sosial.

Riset tahun 2017, misalnya, menemukan bahwa sebagian besar guru di Australia berharap mendapatkan pelatihan formal terkait pembelajaran menggunakan media sosial.

Media sosial sebaiknya tidak hanya dijadikan sekadar alat untuk belajar tapi benar-benar bagian penting dalam kurikulum dan rencana belajar – sehingga hal-hal seperti distraksi dan pelanggaran privasi sudah diantisipasi sejak awal.

Sayangnya, kompetensi pembelajaran berbasis media sosial juga belum ada dalam pendidikan di universitas keguruan atau Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Ketiga, orang tua juga memegang peran penting dalam mendampingi aktivitas belajar siswa di media sosial, terutama mengatur batasan waktu dan durasi penggunaannya.

Mereka harus membangun komitmen dan kesepakatan dua arah dengan anak mengenai waktu penggunaan gawai, batasan penggunaan internet, dan alasan mengapa perlu adanya pembatasan tersebut. Di sini, orang tua juga perlu memberi penghargaan pada anak ketika konsisten menjalankan komitmen yang telah disepakati tersebut.

Selain itu, orang tua juga perlu memiliki pengalaman menggunakan media sosial agar dapat mewaspadai potensi negatif media sosial seperti cyberbullying, maupun pelecehan dan sexting yang mungkin terjadi.

Ketika mendampingi, misalnya, orang tua dapat membangun dialog dengan anak untuk menjelaskan potensi kekerasan melalui media sosial, dan mengapa penting menjaga privasi dari publik.

Memaksakan diri untuk masuk ke dalam jaringan pertemanan media sosial anak tidak akan efektif dalam mendeteksi ancaman media sosial, apalagi jika orang tua melakukan itu tanpa mengajak anak aktif berdiskusi tentang aktivitas online mereka.

Artikel ini sudah ditayangkan di The Conversation.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Cara Menghilangkan YouTube Shorts dari Feed? Begini Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Menghilangkan YouTube Shorts dari Feed? Begini Langkah Mudahnya

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 10:16 WIB

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:06 WIB

YouTube Dipanggil Komdigi, AI Moderasi Konten Dinilai Perlu Evaluasi

YouTube Dipanggil Komdigi, AI Moderasi Konten Dinilai Perlu Evaluasi

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB

YouTube Diberi Waktu 3 Hari soal Kasus Bigmo, Komdigi Ancam Denda hingga Pemutusan Akses

YouTube Diberi Waktu 3 Hari soal Kasus Bigmo, Komdigi Ancam Denda hingga Pemutusan Akses

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:51 WIB

YouTube Kena Semprot Komdigi, Imbas YouTuber Bigmo Libatkan Anak Kecil Promosi Vape

YouTube Kena Semprot Komdigi, Imbas YouTuber Bigmo Libatkan Anak Kecil Promosi Vape

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 13:37 WIB

YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius

YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:13 WIB

Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube

Awalnya Jualan Burger, Kisah Insaf Putra Menjemput Mimpi di YouTube

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 01:30 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Terkini

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Mengenal Karakter Golongan Darah O: Benarkah Paling Pede dan Mudah Bergaul?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Transaksi Saham Makin Ramai, Tapi IHSG Malah Ambruk Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

The Lost Horizon

The Lost Horizon

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Perlindungan Gig Worker Jangan Sampai Matikan Fleksibilitas

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Self Reward dan Budaya Boros yang Diam-diam Dinormalisasi Gen Z

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Kualitas Udara Sekitar TPA Jatibarang Tak Memenuhi Syarat, SO Tembus 258,26 g/m

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:31 WIB

DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya

DPO Kasus Pemalsuan Sertifikat Pamar Lubis Ditangkap Buser Polda Metro Jaya

Kalbar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:19 WIB

13 Kode Redeem FF Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Skin SG2 dan Hadiah Naruto Sekarang!

13 Kode Redeem FF Hari Ini 3 Oktober 2026: Klaim Skin SG2 dan Hadiah Naruto Sekarang!

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Ngaku Bawa MBG, Dua Pikap di Tulang Bawang Ternyata Selundupkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar

Ngaku Bawa MBG, Dua Pikap di Tulang Bawang Ternyata Selundupkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,2 Miliar

Lampung | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:10 WIB

×