alexametrics

Kemenparekraf Fasilitasi Perusahaan Game Lokal Ikut Gamescomm dan Tokyo Games Show 2021

Liberty Jemadu
Kemenparekraf Fasilitasi Perusahaan Game Lokal Ikut Gamescomm dan Tokyo Games Show 2021
Ajang pameran game internasional, Gamescomm yang digelar di Jerman pada 2020 lalu. [Dok gamescomm global]

Delegasi Indonesia akan mengikuti Gamescomm dan Tokyo Games Show 2021 secara online.

Suara.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) memfasilitasi sejumlah perusahaan game terpilih untuk mengikuti ajang internasional Gamescom dan Tokyo Game Show 2021 untuk mendukung eksistensi pelaku industri game Indonesia di kancah internasional.

“Peserta yang terpilih cukup beragam dan semua memiliki kualitas yang baik. Mereka memiliki keunggulan dari komponen penilaian dan memiliki nilai jual. Selanjutnya, kami akan membekali mereka agar dapat tampil maksimal di Gamescom dan Tokyo Game Show 2021”, ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Gamescom merupakan acara pameran dagang serta eksibisi game terkemuka di dunia yang akan dilaksanakan pada Agustus 2021 di Jerman. Sementara Tokyo Game Show adalah eksibisi video game terkemuka di kawasan Asia, yang akan digelar pada September – Oktober 2021.

Kedua acara ini nantinya dilangsungkan secara hibrida (online dan offline). Indonesia akan berpartisipasi secara online. Khusus untuk event Gamescom, Indonesia akan bekerja sama dengan Atase Perdagangan Berlin dan ITPC Hamburg.

Baca Juga: Paxel Bersama Kemenparekraf RI Gelar eKuliner Awards 2021 untuk Apresiasi UMKM

Setelah melakukan proses kurasi selama dua tahap, Kemenparekraf dan AGI menetapkan sejumlah pengembang game yang akan mewakili Indonesia pada event tersebut, yang terdiri dari 30 delegasi untuk Gamescom 2021 dan 19 delegasi untuk Tokyo Game Show 2021.

Seluruh delegasi di bawah naungan program Archipelageek Goes to Gamescom & Tokyo Game Show 2021 ini nantinya tidak hanya berkesempatan untuk merepresentasikan Indonesia dan memamerkan produk mereka dalam virtual booth paviliun Indonesia, namun juga berkesempatan untuk menjalin transaksi bisnis dengan para buyer mancanegara.

“Harapan kami melalui ajang ini para peserta dapat menunjukkan kualitas game Indonesia di mata global,” harap Nia.

Keikutsertaan Indonesia di ajang bergengsi tersebut juga didasarkan pada kontribusi positif sub-sektor games terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tahun 2020.

Menurut data dari Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020/2021, subsekstor aplikasi dan game developer menyumbang sebesar Rp24,88 triliun terhadap PDB negara. Hal ini menunjukkan bahwa sub-sektor game Indonesia memiliki potensi yang besar, untuk masuk ke pasar global.

Baca Juga: Game Fruit Ninja dan Jetpack Joyride Kini Tersedia di Gojek

Chief Operating Officer (COO) Toge Productions, yang juga bertindak sebagai perwakilan expertise dari tim kurator, Jonathan M. Gunawan, mengatakan para peserta harus dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin, untuk menampilkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing delegasi.

Komentar