Array

Menko PMK: Persiapan Teknologi Indonesia Masih Lemah

Senin, 23 Agustus 2021 | 17:12 WIB
Menko PMK: Persiapan Teknologi Indonesia Masih Lemah
Ilustrasi teknologi (Shutterstock)

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut Indonesia masih lemah pada pilar persiapan teknologi dan efisiensi penggunaan tenaga kerja.

Hal ini ia kutip dari World Economy Forum 2020 yang menunjukkan indeks daya saing global, di mana Indonesia menempati peringkat 50 dari 141 negara. Peringkat ini turun dari lima posisi di tahun sebelumnya.

Untuk itulah, fokus Presiden Joko Widodo dalam periode dua ini diarahkan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

"Presiden ingin kita memiliki SDM yang siap menghadapi tantangan global dan kehadiran teknologi revolusi industri 4.0 di depan," tuturnya dalam sambutan program Digital Talent Scholarship 2021 di YouTube Kemkominfo TV, Senin (23/8/2021).

Ia menyebut, program Digital Talent Scholarship adalah salah satu dari sekian banyak intervensi pemerintah dalam upaya mewujudkan SDM Indonesia yang unggul, khususnya di bidang teknologi digital.

"Kelebihan dari program ini dapat melibatkan peserta yang beragam, mulai dari angkatan kerja muda, profesional, aparatur sipil negara, sampai pada masyarakat umum," jelas Muhadjir.

Menko PMK Muhadjir Effendy minta Pemprov Lampung atasi menipisnya stok oksigen di Lampung. [ANTARA}
Menko PMK Muhadjir Effendy. [ANTARA}

Ia mengutarakan, program Digital Talent Scholarship juga didesain untuk menciptakan teknologi seimbang yang melibatkan peran pemerintah, masyarakat swasta atau pelaku usaha, dunia pendidikan tinggi, kelompok masyarakat madani, dan media massa.

Menurutnya, kelimanya harus bisa memerankan diri dengan baik, dijalin dengan kokoh, saling mengisi, dan menguatkan agar terjadi simbiosis yang produktif.

"Agar bisa menjadi fasilitator, akselerator, bahkan menjadi motivator dari semua lini kehidupan," tambahnya.

Baca Juga: Canggih, Daerah Ini Gunakan Drone untuk Mengirim Obat

Lebih lanjut, ia berpesan agar keterampilan yang didapat para peserta harus dikembangkan terus menerus. Tidak hanya dari pelatihan, tapi juga di luar pelatihan dan menjadi bagian dari gaya hidup, cara hidup, dan state of mind.

"semakin banyak talenta digital yang kami miliki, saling simbiosis, memperkuat, semakin kuat kolaborasi semakin memperbesar nilai tambah dengan kehadiran teknologi digital ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI