Apa Itu Onlyfans? Simak Cara Kerja dan Kebijakan Terbaru Terkait Pornografi

Rifan Aditya

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 10:40 WIB
Apa Itu Onlyfans? Simak Cara Kerja dan Kebijakan Terbaru Terkait Pornografi
Apa Itu Onlyfans, Cara Kerja dan Kebijakan Terbaru Terkait Pornografi - OnlyFans batal melarang konten pornografi. Foto: Akun Twitter OnlyFans. [Dok. Twitter]

Suara.com - Onlyfans dikenal sebagai salah satu platform media sosial yang kerap dimanfaatkan untuk menjual konten porno. Tapi baru-baru ini ada kebijakan baru yang dibuat. Lantas, apa itu Onlyfans? Simak penjelasan berikut.

Sebelumnya, Onlyfans juga pernah pemberitaan hangat di Indonesia  karena duo selebgram kembar The Connell Twins, yakni Christina O'Connell dan Carlina O'Connell. Keduanya disebut-sebut menjual konten pornografi di platform tersebut.  

Keduanya dikabarkan mendapatkan penghasilan fantastis dari aktivitas mereka di platform tersebut. Apalagi banyak pengguna yang telah berlangganan konten dari keduanya. 

Apa itu Onlyfans? 

Onlyfans didirikan oleh Timothy Stokley pada 2016. Platform ini telah memiliki kurang lebih 31 juta pengguna di seluruh dunia dan 500 ribu konten kreator yang telah terdaftar di dalamnya.

Pada dasarnya, Onlyfans adalah layanan berbayar untuk berlangganan konten eksklusif dari kreator. Namun sebagian besar kreator justru memanfaatkannya untuk menjual konten syur.

Hal tersebut berkaitan dengan kebijakan Onlyfans yang memang mengizinkan para kreatornya mengunggah konten-konten ‘dewasa’ seperti foto, video, hingga chat seks.

Onlyfans memungkinkan penggunanya untuk mengunggah konten yang mengandung “NFSW” atau “Not Safe For Work”. Dengan demikian pengguna OnlyFans bisa  menampilkan foto dan video khusus dewasa dengan akses terbatas untuk penggemarnya. Untuk informasi, NFSW mengacu pada pada konten ‘dewasa’ yang tidak sepatutnya dikonsumsi oleh publik. 

OnlyFans melarang konten pornografi mulai Oktober 2021. Foto: Akun resmi media sosial OnlyFans di Instagram. [Instagram/Onlyfans]
OnlyFans melarang konten pornografi mulai Oktober 2021. Foto: Akun resmi media sosial OnlyFans di Instagram. [Instagram/Onlyfans]

Cara kerja Onlyfans

baca juga

Seperti media sosial lainnya, dalam Onlyfans pengguna bisa membuat akun dan profil sendiri. Pengguna juga bisa mengunggah konten foto maupun video serta mendapatkan followers. 

Namun, karena terbatas maka membutuhkan akses khusus untuk bisa melihat konten dewasa di dalamnya.  Akses diperoleh dengan membayar sejumlah uang sesuai dengan paket yang yang ditawarkan oleh creator. Sebaliknya creator juga bisa mendapat penghasilan lewat konten terbatas yang dibeli oleh penggemar. 

Kebijakan terbaru Onlyfans soal pornografi

Baru-baru ini, Onlyfans berencana menerapkan kebijakan baru terkait konten pornografi. Per 1 Oktober 2021, Onlyfans memiliki wacana larangan untuk bagi penggunanya untuk mengunggah konten-konten berbau seksual yang eksplisit.

Perubahan kebijakan tersebut dilakukan karena desakan dari para mitra perbankan dan provider pembayaran terkait. Hal tersebut juga berkaitan dengan rencana Onlyfans untuk menarik pendanaan dari investor luar dengan target valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14,4 miliar (kurs Rp 14.490).

Pendiri OnlyFans, Tim Stokely, ketika diwawancarai Financial Times (24/5) mengatakan platformnya “dipersulit” lembaga perbankan sehingga terpaksa mengeluarkan rencana kebijakan pelarangan konten seksual & pornografi sebelumnya.

Namun meski sudah ada larangan, tidak ada rincian tentang konten seperti apa apa yang nantinya tidak diperbolehkan tayang di Onlyfans. 

Kebijakan Ini kemungkinan akan berpengaruh pada para kreator mengingat sejak pandemi banyak orang yang memanfaatkan platform ini untuk mendapatkan  penghasilan. Banyak para pekerja seks musisi hingga selebgram yang mencari pemasukan lewat platform  ini.

Namun kabar terbaru menyebutkan Onlyfans menunda rencana pembatasan konten pornografi itu. OnlyFans pada Rabu (25/8/2021) mengumumkan penangguhan rencana kebijakan yang melarang penggunanya mengunggah konten “perilaku seksual secara eksplisit.” 

“Kami telah mengamankan jaminan yang dibutuhkan untuk mendukung komunitas kreator kami yang beragam dan menghentikan rencana pengubahan kebijakan yang sebelumnya direncanakan 1 Oktober mendatang,” tulis OnlyFans dalam akun Twitternya.

Tapi platform itu tidak menjawab langsung pertanyaan lebih detail mengenai maksud “jaminan yang sudah diamankan” tersebut.

Demikian penjelasan mengenai apa itu Onlyfans dan bagaimana cara kerjanya. Kita tunggu saja kabar selanjutnya perihal rencana pelarangan konten pornografi di platform tersebut.

Kontributor : Lolita Valda Claudia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OnlyFans Tetap Izinkan Konten Saru, PSK Lega

OnlyFans Tetap Izinkan Konten Saru, PSK Lega

News | Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:04 WIB

Dapat Reaksi Keras dari Pengguna, OnlyFans Batal Larang Konten Porno

Dapat Reaksi Keras dari Pengguna, OnlyFans Batal Larang Konten Porno

Jabar | Kamis, 26 Agustus 2021 | 13:17 WIB

Bos OnlyFans Beberkan Alasan Tak Tampilkan Konten Dewasa

Bos OnlyFans Beberkan Alasan Tak Tampilkan Konten Dewasa

Tekno | Kamis, 26 Agustus 2021 | 06:03 WIB

Terkini

14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi

14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:02 WIB

Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru

Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:39 WIB

JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports

JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:52 WIB

Teknologi Garmin Jadi Senjata Atlet Hybrid Race, Team Garmin Raih 19 Podium

Teknologi Garmin Jadi Senjata Atlet Hybrid Race, Team Garmin Raih 19 Podium

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:09 WIB

Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Tablet hingga Smartwatch Baru Bidik Kebutuhan Gen Z

Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Tablet hingga Smartwatch Baru Bidik Kebutuhan Gen Z

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:35 WIB

Harga Lagi Naik tapi Mau Beli HP Baru? Ini Tips David GadgetIn agar Tak Rugi

Harga Lagi Naik tapi Mau Beli HP Baru? Ini Tips David GadgetIn agar Tak Rugi

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:25 WIB

4 HP dengan Kamera 108 MP Harga Rp2 Jutaan, Dilengkapi Layar AMOLED dan RAM Jumbo

4 HP dengan Kamera 108 MP Harga Rp2 Jutaan, Dilengkapi Layar AMOLED dan RAM Jumbo

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:06 WIB

AI for Life, Menandai Kemajuan Pendidikan dan Inovasi Indonesia di Era Kecerdasan Artifisial

AI for Life, Menandai Kemajuan Pendidikan dan Inovasi Indonesia di Era Kecerdasan Artifisial

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:53 WIB

Harga Reno16 Naik Rp4,3 Juta, Oppo Ungkap Alasan di Baliknya

Harga Reno16 Naik Rp4,3 Juta, Oppo Ungkap Alasan di Baliknya

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:40 WIB

7 HP Terbaik untuk Nonton Konser, Baterai Badak dengan Kamera Zoom Jauh Super Tajam

7 HP Terbaik untuk Nonton Konser, Baterai Badak dengan Kamera Zoom Jauh Super Tajam

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:27 WIB

×