Spyware Finfisher Punya Lapisan Kode Sulit Dikenal

Dythia Novianty

Senin, 04 Oktober 2021 | 17:20 WIB
Spyware Finfisher Punya Lapisan Kode Sulit Dikenal
Ilustrasi Spyware. [Odd Andersen/AFP]

Suara.com - Peneliti Kaspersky memakan waktu delapan bulan, mengungkap empat lapis dan langkah-langkah anti-analisis lanjutan yang digunakan pengembang spyware, serta penggunaan bootkit UEFI untuk menginfeksi korban.

Temuan menunjukkan, FinFisher salah satu spyware yang paling sulit dideteksi hingga saat ini.

FinFisher, juga dikenal sebagai FinSpy atau Wingbird adalah alat pengawasan, yang telah dilacak
Kaspersky sejak 2011.

Alat ini mampu mengumpulkan berbagai kredensial, daftar dan dokumen yang telah dihapus, jenis data lainnya, streaming langsung, merekam data, hingga mendapatkan akses ke webcam dan mikrofon.

Implan Windows-nya terdeteksi dan diteliti beberapa kali hingga tahun 2018 ketika FinFisher menghilang dari radar dan tidak terdeteksi.

Setelah itu, solusi Kaspersky mendeteksi penginstal mencurigakan dari aplikasi sah seperti TeamViewer, VLC Media Player, dan WinRAR, berisikan kode berbahaya dan tidak dapat dikaitkan dengan malware yang telah diketahui.

Ilustrasi Malware. [Damien Meyer/AFP]
Ilustrasi Malware. [Damien Meyer/AFP]

Hingga menemukan situs web dalam bahasa Burma yang berisi penginstal yang terinfeksi dan sampel FinFisher untuk Android.

Kemudian, membantu mengidentifikasi bahwa mereka telah di-trojan dengan spyware yang sama.

Penemuan ini mendorong para peneliti Kaspersky untuk menyelidiki FinFisher lebih jauh.

baca juga

Tidak seperti versi spyware sebelumnya, yang langsung berisi Trojan dalam aplikasi yang terinfeksi, kini sampel terbaru dilindungi oleh dua komponen: Pra-validator non-persisten dan Post-Validator.

Komponen pertama menjalankan beberapa pemeriksaan keamanan untuk memastikan bahwa perangkat yang diinfeksi bukan milik peneliti keamanan.

Setelah berhasil melewati pemeriksaan, komponen Post-Validator yang disediakan oleh server akan memastikan bahwa calon korban yang ditargetkan adalah benar.

Dengan begitu server akan memberikan perintah penyebaran platform Trojan yang lengkap.

FinFisher sangat dikaburkan dengan empat obfuscator kompleks yang dibuat khusus. Fungsi utamanya
adalah untuk memperlambat analisis spyware.

Selain itu, Trojan juga menggunakan cara-cara tidak biasa untuk mengumpulkan informasi. Misalnya, ia menggunakan mode pengembang di browser untuk mencegat lalu lintas yang dilindungi dengan protokol HTTPS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kaspersky: Mustang Panda Kumpulkan Data Politik-Ekonomi Intelijen

Kaspersky: Mustang Panda Kumpulkan Data Politik-Ekonomi Intelijen

Tekno | Senin, 13 September 2021 | 14:44 WIB

Serangan Terhadap Ms Exchange Tumbuh 170% pada Agustus 2021

Serangan Terhadap Ms Exchange Tumbuh 170% pada Agustus 2021

Tekno | Minggu, 12 September 2021 | 17:37 WIB

Polisi Federal Jerman Diam-diam Beli Spyware NSO Pegasus Israel

Polisi Federal Jerman Diam-diam Beli Spyware NSO Pegasus Israel

News | Rabu, 08 September 2021 | 18:33 WIB

Data eHAC Bocor, Begini Cara Menggunakan Aplikasi Online secara Aman dan Nyaman

Data eHAC Bocor, Begini Cara Menggunakan Aplikasi Online secara Aman dan Nyaman

Tekno | Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:00 WIB

Lima Tips Aman Gunakan Wifi Publik

Lima Tips Aman Gunakan Wifi Publik

Tekno | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 22:41 WIB

Jangan Gunakan Email Kantor untuk Urusan Pribadi, Ini Alasannya

Jangan Gunakan Email Kantor untuk Urusan Pribadi, Ini Alasannya

Tekno | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 21:10 WIB

Terkini

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

×