Diprediksi Akan Tenggelam, Jakarta Mungkin Cocok Jadi Kota Terapung

Liberty Jemadu

Rabu, 06 Oktober 2021 | 15:15 WIB
Diprediksi Akan Tenggelam, Jakarta Mungkin Cocok Jadi Kota Terapung
Menghadapi risiko tenggelam, Jakarta disarankan agar beradaptasi dengan menjadi kota terapung atau kota laut. Foto: Pengunjung melintas di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (20/6). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ketiga, pengambil kebijakan melepaskan kota. Taktik ini berasumsi bahwa kota tidak lagi mampu menampung tekanan kenaikan air laut. Biaya untuk melindungi atau menyesuaikan kota dapat melebihi manfaat yang diperoleh. Saat pola hubungan kota dan laut tidak bisa disatukan, terpaksa harus dipisah, yakni mundur atau menjaga jarak dengan lautan. Walau demikian, strategi ini tidak harus dipahami lepas total dari laut.

Dengan mengabaikan motivasinya, upaya memindahkan Ibu Kota Jakarta ke Kalimantan dapat tergolong sebagai keputusan untuk mundur, melepaskan kota dari lautan. Walau Ibu Kota pindah, masalah di Jakarta Utara tetap tertinggal di sana.

Dalam situasi ini, sebuah kota harus dikorbankan dengan memindahkan sistem fisik, sosial, dan ekonominya ke daratan yang lebih tinggi, menjauh dari laut. Beberapa konsekuensi negatif mungkin mengikuti, seperti hilangnya warisan arsitektur, budaya dan infrastruktur strategis di lokasi yang dilepaskan untuk tenggelam. Selain itu kepadatan dan perambahan di daerah pedalaman yang baru diubah jadi kota akan terjadi.

Taktik terakhir adalah mengapung. Walau berbagai teknologi telah tersedia untuk mendukung kehidupan di atas laut, banyak orang melihat taktik ini terlalu radikal. Upaya menggeser semua sistem kota dari daratan ke permukaan air dianggap sebagai gagasan utopis. Struktur terapung dianggap tidak banyak berguna menghadapi fluktuasi dan kekuatan gelombang serta badai.

Peluang Sea Cities di Jakarta

Strategi mengakomodasi kenaikan air laut dan mengapung merupakan pilihan yang paling berpeluang diimplementasikan di Jakarta.

Taktik akomodasi adalah pilihan realistis untuk mengatasi kenaikan permukaan laut dalam masa transisi, sekitar satu atau dua dekade yang akan datang. Sementara taktik mengapung bisa dimulai untuk menawarkan prospek jangka panjang.

Secara geomorfologi, perairan Indonesia, termasuk pantai utara Jakarta, cocok untuk menerapkan strategi terapung. Pantai Jakarta memiliki banyak area dengan kedalaman kurang dari 20 meter. Pantai Jakarta memiliki gelombang yang moderat dan tidak berada di jalur topan sehingga memenuhi kriteria teknis bagi pembangunan struktur apung.

Taktik mengapung lebih ramah lingkungan karena tidak melibatkan kegiatan reklamasi. Taktik ini membuka peluang bagi Jakarta untuk mengakhiri ketergantungan jalur pembangunan dan mengembangkan jalur masa depan baru dalam menangani kenaikan air laut. Pilihan ini juga membuka peluang dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mempersiapkan diri menuju transisi sosial bagi masyarakatnya.

baca juga

Mengapung prospektif untuk menyelesaikan masalah dalam jangka panjang, tapi ada beberapa kendala yang harus diperhatikan bagi Jakarta. Pertanyaan mendasar dalam adaptasi adalah bagaimana menemukan strategi yang efektif tapi terjangkau. Apakah struktur apung dan fasilitas pendukungnya mampu menampung setidaknya 1,8 juta penduduk Jakarta Utara yang terkena dampak kenaikan air laut pada 2050? Untuk menjawab pertanyaan ini perlu ada riset.

Singkatnya, kelayakan ekonomi dari taktik mengapung juga merupakan aspek penting untuk dipertimbangkan. Selain itu mereka yang menolak ide ini mungkin berpendapat bahwa biaya membangun struktur apung mahal.

Namun kita melihat bahwa biaya degradasi lingkungan yang dihasilkan dari taktik penguatan, seperti mega proyek Tanggul Laut, juga sangat besar dan tidak boleh dikecualikan dari perhitungan.

Pandangan pesimis terhadap mahalnya investasi pembangunan struktur apung juga kurang tepat karena pembangunan di darat juga bisa lebih mahal. Misalnya, biaya pengembangan 40.000 hektare Ibu Kota baru Indonesia di Kalimantan untuk menampung 1,5 juta penduduk diperkirakan mencapai US$ 34 miliar. Angka tersebut belum menghitung biaya lingkungan pembukaan hutan alam di area pembangunan.

Contoh lain, eksperimen membangun kota ramah lingkungan, nol limbah, dan karbon untuk 40.000 penduduk hanya dalam 580 hektare di Kota Masdar, Dubai, juga mahal, menghabiskan biaya US$ 18 miliar.

Partisipasi publik untuk ide Sea Cities

Inisiatif pengembangan kehidupan di atas air sudah berjalan di Belanda dan sejumlah negara lain. Proyek tersebut dipelopori sektor swasta, ketimbang pemerintah.

Pandangan masyarakat atas gagasan Sea Cities penting untuk digali. Sebagai bagian dari upaya tersebut, jika Anda tinggal di Jakarta Utara, dengan senang hati kami mendengar pendapat Anda melalui tautan ini.

Suara masyarakat terdampak dari kenaikan air laut pada saat ini dan masa depan adalah yang terpenting. Mereka subjek dari gagasan ini.

Artikel ini sebelumnya tayang di The Conversation.

The Conversation

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?

Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?

News | Senin, 02 Februari 2026 | 20:36 WIB

Alarm Jakarta Tenggelam: Muhammadiyah Desak PAM Jaya Jadi 'PT' untuk Hentikan Sedot Air Tanah

Alarm Jakarta Tenggelam: Muhammadiyah Desak PAM Jaya Jadi 'PT' untuk Hentikan Sedot Air Tanah

News | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 11:49 WIB

Melawan Jakarta Tenggelam: Limbah Elektronik Jadi Peringatan Dini Banjir

Melawan Jakarta Tenggelam: Limbah Elektronik Jadi Peringatan Dini Banjir

News | Sabtu, 23 Agustus 2025 | 06:50 WIB

5 Tahun Lagi Diprediksi Tenggelam, Bagaimana Nasib Warga Jakarta Bisa Dapatkan Air Bersih?

5 Tahun Lagi Diprediksi Tenggelam, Bagaimana Nasib Warga Jakarta Bisa Dapatkan Air Bersih?

News | Rabu, 08 Januari 2025 | 07:30 WIB

Jakarta 2050: Antara Kampung Akuarium dan Kecemasan Warga Muara Angke

Jakarta 2050: Antara Kampung Akuarium dan Kecemasan Warga Muara Angke

Video | Rabu, 11 Desember 2024 | 08:00 WIB

Jakarta Tenggelam 2050: Riset Anak UNJ tentang Kesiapsiagaan Warga Ibukota Hadapi Bencana Banjir

Jakarta Tenggelam 2050: Riset Anak UNJ tentang Kesiapsiagaan Warga Ibukota Hadapi Bencana Banjir

Your Say | Minggu, 19 November 2023 | 19:34 WIB

Cegah Jakarta Tenggelam, Heru Budi Minta Perkantoran Tak Lagi Gunakan Air Tanah

Cegah Jakarta Tenggelam, Heru Budi Minta Perkantoran Tak Lagi Gunakan Air Tanah

News | Rabu, 21 Juni 2023 | 08:22 WIB

Kantor Pemerintah hingga Perumahan Elite Masih Pakai Air Tanah, DRPD DKI Ingatkan Jakarta Tenggelam 2030

Kantor Pemerintah hingga Perumahan Elite Masih Pakai Air Tanah, DRPD DKI Ingatkan Jakarta Tenggelam 2030

News | Selasa, 13 Juni 2023 | 19:41 WIB

Tujuh Tahun Jelang Prediksi Jakarta Tenggelam, PAM Jaya Pede Bisa Bangun Sambungan Air Bersih Tiap Tahun

Tujuh Tahun Jelang Prediksi Jakarta Tenggelam, PAM Jaya Pede Bisa Bangun Sambungan Air Bersih Tiap Tahun

News | Rabu, 22 Maret 2023 | 06:10 WIB

Soal Prediksi Jakarta Tenggelam Di 2050, Begini Respons Wagub DKI

Soal Prediksi Jakarta Tenggelam Di 2050, Begini Respons Wagub DKI

News | Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:00 WIB

Terkini

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:23 WIB

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:13 WIB

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 00:00 WIB

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri

Banten | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:55 WIB

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:45 WIB

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam

Jabar | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:04 WIB

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 23:03 WIB

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:59 WIB

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:57 WIB

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi

Bogor | Jum'at, 17 Juli 2026 | 22:56 WIB

×