alexametrics

Freeport dan Telkom Akan Terapkan Teknologi Pertambangan 5G

Liberty Jemadu
Freeport dan Telkom Akan Terapkan Teknologi Pertambangan 5G
Kawasan Grasberg Mine milik PT. Freeport Indonesia (PTFI ) di Tembagapura, Mimika, Timika, Papua, Minggu (15/2). (Antara)

Teknologi pertambangan 5G yang dikembangkan Freeport dan Telkom ini diklaim sebagai yang pertama di Asia Tenggara.

Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan PT Freeport bekerja sama dengan Telkom Group akan menghadirkan teknologi 5G Mining. Peresmian penerapan teknologi itu akan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo.

"Sesuai transformasi di dunia mengenai Revolusi Industri 4.0, kami berencana enam bulan lagi, Presiden dapat hadir di Freeport untuk meresmikan 5G Mining. Ini yang pertama di Asia Tenggara, hasil kerja sama Freeport dengan Telkom Group," kata Menteri Erick Thohir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik Jawa Timur, Selasa (12/10/2021).

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan hal tersebut saat groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia yang juga dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dan pejabat terkait lainnya.

"Fungsi 5G selain untuk menjaga keamanan operasional, karena yang dilakukan adalah kategori tambang dalam sehingga penting sekali proteksi bagi tenaga kerja di dalamnya," tambah Erick Thohir.

Baca Juga: Telkom Gelar Program Lead by Indihome untuk Cetak Atlet Esports

Hal menarik lainnya, menurut dia, 5G Mining juga akan meningkatkan konektivitas integrasi dengan penerapan hyper connect network.

"Rencananya di sana ada kecanggihan autonomous car atau autonomous truck. Persiapan ini kita maksimalkan antara Freeport dan Telkom," tambah Erick.

Smelter PT Freeport di KEK Gresik menelan investasi hingga Rp 42 triliun.

"Yang fungsinya sebagai fasilitas pemurnian tembaga untuk menghasilkan katoda tembaga, juga fasilitas pemurnian logam berharga yang menghasilkan emas, perak, dan logam berharga lainnya, sehingga nanti kita bisa hasilkan rata-rata 35 ton emas per tahun yang nilai transaksinya kurang lebih Rp30 trilun," ungkap Erick Thohir.

Setidaknya akan ada 40.000 tenaga kerja yang akan terserap dalam pembangunan smelter tersebut.

Baca Juga: Resmikan Groundbreaking Smelter Freeport di Gresik, Jokowi: Serap 40 Ribu Tenaga Kerja

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan smelter Freeport Indonesia itu dapat mengolah 1,7 juta konsentrat single line terbesar di dunia dengan produksi tembaga dapat mencapai 600.000 tembaga.

Komentar