alexametrics

Facebook Klaim Metaverse Adalah Masa Depan, Benda Apa sih Itu?

Liberty Jemadu
Facebook Klaim Metaverse Adalah Masa Depan, Benda Apa sih Itu?
CEO Facebook, Mark Zuckerberg yakin bahwa metaverse adalah bentuk mutakhir teknologi digital. [AFP]

Metaverse adalah masa depan, kata Mark Zuckerberg si pembuat Facebook.

Suara.com - Mark Zuckerberg ingin membentuk ulang Facebook. Ia telah memberitahu beberapa analis dan wartawan seputar impiannya untuk menjadikan Facebook sebagai pelopor bentuk internet yang sama sekali berbeda. Dia bilang, metaverse adalah bentuk paling mutakhir dalam teknologi sosial.

Ia menyampaikan, "Di tahun-tahun yang akan datang, saya berharap orang-orang akan tidak lagi melihat kami sebagai perusahaan media sosial, tapi sebagai menjadi perusahaan metaverse … Metaverse adalah bentuk paling mutakhir dalam teknologi sosial."

Jadi apa yang dimaksud oleh sang CEO Facebook dengan perusahaan metaverse ini? Akan jadi seperti apa perusahaan itu kelak?

Asal-usul

Baca Juga: Bos Twitter Ejek Rencana Mark Zuckerberg soal Facebook Metaverse

Istilah metaverse digunakan untuk menggambarkan masa ketika internet akan berkembang menjadi dunia virtual.

Konsep ide ini pertama kali diajukan pada 1992 oleh novelis Amerika Neal Stephenson dalam karya fiksi ilmiah klasiknya, Snow Crash. Film tersebut meramalkan internet sebagai ruang hidup virtual 3D, tempat individu masuk dan keluar, berinteraksi satu sama lain dalam waktu sebenarnya (real time).

Banyak pihak di Silicon Valley memandang metaverse sebagai masa depan yang sesungguhnya. Misalnya, Google banyak berinvestasi dalam realitas berimbuh (augmented reality/AR), teknologi yang memungkinkan pengguna untuk melihat dunia nyata dengan objek 3D digital berlapis di atasnya. Selain itu, ada rumor bahwa Apple sedang membangun produk semacam kacamata yang berguna untuk menciptakan pengalaman berada di ruang virtual.

Namun, Facebook tampaknya paling berkomitmen pada semua visi baru ini. Dalam perjalanannya mengubah Facebook menjadi perusahaan metaverse, Zuckerberg berusaha membangun sistem yang memungkinkan orang dapat berpindah ke realitas virtual (VR), AR, dan bahkan perangkat 2D, menggunakan avatar mereka.

Di sana mereka dapat bekerja, bersosialisasi, berbagi sesuatu, dan pengalaman lainnya. Mungkin saja orang-orang masih bisa menggunakan internet untuk beberapa hal biasa seperti pencarian via internet sebagaimana sekarang.

Baca Juga: Facebook Ganti Nama, Bakal Diumumkan Pekan Depan

Zuckerberg tidak hanya memiliki platform Facebook, tapi juga WhatsApp, Instagram, dan Oculus - pembuat perangkat VR - sehingga memiliki kesempatan besar untuk mewujudkan dunia metaverse ini.

Komentar