Suara.com - YouTube mengumumkan untuk menghapus jumlah dislike atau tidak suka dalam video yang diunggah di platformnya.
Nantinya, jumlah dislike ini hanya bisa dilihat secara pribadi oleh kreator.
Meskipun jumlah dislike tidak ditampilkan, tapi pengguna masih bisa merespons video YouTube dengan tombol jempol ke bawah.
Jadi, mereka masih bisa menilai apakah video tersebut menarik atau tidak.
Kreator konten juga masih bisa melihat jumlah dislike lewat YouTube Studio, bersamaan dengan analitik lain terkait performa video mereka.
YouTube yakin perubahan ini bisa melindungi kreator dari pelecehan dan ancaman dari penonton terkait 'dislike attack'.
![Ilustrasi Dislike. [Pixabay/athree23]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/11/11/29744-dislike.jpg)
Ini adalah kampanye masif dari kelompok tertentu untuk menekan tombol dislike ke video yang diunggah kreator YouTube.
Perusahaan sebelumnya telah menjalankan eksperimen ini sejak awal tahun.
Tujuannya, mereka mau melihat apakah efek disembunyikannya jumlah dislike akan mengurangi serangan tersebut atau tidak.
YouTube menjelaskan, jumlah dislike ternyata berpengaruh pada kesejahteraan kreator dan memotivasi kampanye masif terkait dislike attack.
Perusahaan juga mendapat masukan dari kreator kecil bahwa dislike attack ini lebih banyak menyasar mereka.
Selama uji coba, YouTube menemukan kalau klaim tersebut benar terjadi, di mana kreator kecil lebih banyak diserang ketimbang kreator populer.
"Kami secara proaktif membuat kebijakan ini lantaran YouTube memiliki tanggung jawab untuk melindungi kreator konten, khususnya kreator kecil, dari pelecehan dan dislike attack," kata juru bicara YouTube, dikutip dari Techcrunch, Kamis (11/11/2021).
Di sisi lain, dislike menandakan untuk evaluasi kreator terhadap video mereka.
Jumlah dislike ini turut menjadi perhatian bagi penonton lain apakah video tersebut clickbait, spam, atau misinformasi.
![Ilustrasi konten kreator. [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/26/17364-konten-kreator.jpg)
Dihapusnya jumlah dislike di YouTube berlaku untuk semua pengguna di seluruh dunia, baik dari aplikasi maupun versi browser.