facebook

BMKG Temukan Potensi Bibit Siklon Tropis di Arafura, Cenderung Bergerak ke Selatan NTT

Liberty Jemadu
BMKG Temukan Potensi Bibit Siklon Tropis di Arafura, Cenderung Bergerak ke Selatan NTT
BMKG mengidentifikasi potensi pembentukan pola sirkulasi siklonal yang dapat meningkat menjadi suspect area potensi bibit siklon tropis di sekitar wilayah laut Arafura. Foto: Ilustrasi siklon tropis. [Handout / NASA / AFP]

BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat di NTT dan Maluku menyusul ditemukannya suspect area potensi bibit siklon tropis di Laut Arafura.

Suara.com - BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) mengidentifikasi potensi pembentukan pola sirkulasi siklonal (pusaran angin), yang dapat meningkat menjadi suspect area potensi bibit siklon tropis di sekitar wilayah laut Arafura dalam periode tiga hari ke depan.

Potensi bibit siklon terbentuk seiring dengan menguatnya pola sirkulasi dan kecepatan angin sistem tersebut.

"Suspect area tersebut mempunyai kecenderungan bergerak ke arah barat daya menuju wilayah perairan utara Australia atau selatan Nusa Tenggara Timur," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (21/12/2021).

Guswanto memaparkan dalam periode 48-72 jam ke depan berdasarkan model prediksi cuaca, suspect area tersebut diprakirakan akan mengalami peningkatan intensitas yang cukup signifikan dengan kemungkinan pusat sistemnya sudah berada di Area Tanggung Jawab TCWC Australia.

Baca Juga: BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Pantai Cianjur dan Sukabumi

Terkait dengan keberadaan sistem suspect area tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini khusus untuk periode tiga hari ke depan berupa potensi hujan sedang hingga lebat di Nusa Tenggara Timur dan Maluku. Kemudian potensi angin kencang di Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

Selanjutnya potensi tinggi gelombang 1,25 – 2,5 meter (Moderate Sea) di Laut Seram, Perairan Kaimana, Perairan Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Sermata hingga Tanimbar, Perairan Amamapare - Agats bagian utara, dan Laut Arafura

Lalu potensi tinggi gelombang 2,5 - 4,0 meter (Rough Sea) di Laut Flores bagian timur, Perairan selatan Baubau - Kepulauan Wakatobi, Laut Banda, Perairan selatan P.Buru - P. Seram, Perairan Kep.Kai, dan Perairan Fakfak

Untuk memperkuat informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem di level daerah, UPT BMKG wilayah provinsi secara aktif melakukan diseminasi informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

"BMKG melalui Jakarta TCWC terus melakukan pemantauan perkembangan potensi sistem bibit siklon tersebut dan aktivitas dinamika atmosfer lainnya beserta potensi dampak cuaca ekstremnya," ujar Guswanto.

Baca Juga: Siklon Tropis Rai Berpotensi Picu Hujan Lebat di Indonesia dalam 24 Jam ke Depan

Terkait dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau untuk menghindari kegiatan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak, menghindari daerah rentan mengalami bencana, seperti lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai, dan lainnya, mewaspadai potensi dampak, seperti banjir/bandang/banjir pesisir, tanah longsor terutama di daerah yang rentan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar