facebook

BMKG Temukan Suspect Area Berpotensi Bibit Siklon Tropis, Masyarakat NTT Diimbau Tak Panik

Liberty Jemadu
BMKG Temukan Suspect Area Berpotensi Bibit Siklon Tropis, Masyarakat NTT Diimbau Tak Panik
BMKG meminta masyarakat NTT tidak panik menanggapi prakiraan adanya potensi bibit siklon tropis di utara Australia. Foto: Pergerakan Siklon Tropis Seroja pada 6 April 2021. [BMKG]

Fenomena cuaca itu kalau pun berubah menjadi bibit siklon tropis akan berbeda dari Siklon Tropis Seroja yang terjadi pada awal 2021.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat mengimbau masyarakat Labuan Bajo, Manggarai Barat agar tidak panik dengan prakiraan BMKG terkait penemuan potensi pembentukan pola sirkulasi siklonal atau pusaran angin yang dapat meningkat menjadi suspect area potensi bibit siklon tropis di sekitar wilayah laut Arafura dalam periode tiga hari ke depan.

"Masyarakat harus tetap tenang dan tidak perlu panik. Siklon tropis ini dampaknya tidak sama seperti siklon tropis Seroja karena posisinya jauh dari wilayah NTT," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat Sti Nenotek, di Labuan Bajo, Selasa (21/12/2021).

BMKG telah mengeluarkan Analisis Suspect Area pada 21 Desember 2021 yang diindikasi akan muncul di Laut Arafura. Berdasarkan model NWP dalam 24 jam ke depan akan mulai terpantau adanya sirkulasi siklonik di lapisan bawah hingga menengah dengan pola yang cukup melebar.

Di area ini ada potensi terbentuknya bibit siklon tropis dalam 48-72 jam ke depan. Meski demikian potensi bibit siklon tropis ini kemungkinan berada di luar AoR TCWC Jakarta dan lebih dekat ke Australia.

Baca Juga: BMKG Temukan Potensi Bibit Siklon Tropis di Arafura, Cenderung Bergerak ke Selatan NTT

BMKG pun memberi peringatan dini terkait dampak hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan terutama wilayah NTB, Maluku bagian selatan, dan NTT.

Atas analisis tersebut, Sti menjelaskan bahwa posisi terbentuknya siklon tropis berjarak sekitar ratusan kilometer dari Pulau Timor. Siklon tropis tersebut berbeda dengan siklon tropis Seroja, sehingga masyarakat tidak perlu panik dengan dampak yang akan terjadi.

Sti menyebut potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi tetap ada, tapi tidak seperti dampak akibat Seroja.

Dia juga meminta masyarakat untuk mendapatkan informasi cuaca resmi dari pemerintah yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Jangan mencari informasi dari aplikasi cuaca atau sosial media yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Sti pula.

Baca Juga: Siklon Tropis Rai dan Bibit Siklon Tropis 94B Berpotensi Picu Cuaca Buruk

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar