10 Fenomena Astronomis Patut Ditunggu selama 2022

Dythia Novianty, Dicky Prastya

Senin, 03 Januari 2022 | 15:08 WIB
10 Fenomena Astronomis Patut Ditunggu selama 2022
Ilustrasi Bulan Purnama. (NASA)

4. Minggu, 1 Mei – Puncak Konjungsi Venus-Jupiter

Puncak Konjungsi Venus-Jupiter. [LAPAN]
Puncak Konjungsi Venus-Jupiter. [LAPAN]

Menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah, Venus berkonjungsi dengan Jupiter dengan sudut pisah 14 menit busur.

Fenomena ini dapat disaksikan pada arah Timur saat bersantap sahur pukul 03.30 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.

Ini sebelumnya pernah terjadi pada 25 November 2018 dan 12 Februari 2021. Fenomena ini akan terjadi kembali pada 2 Maret 2023 dan 24 Mei 2024.

5. Jumat, 27 Mei – Okultasi Venus oleh Bulan

Okultasi adalah peristiwa terhalangnya benda langit yang tampak lebih kecil oleh benda langit lain yang tampak lebih besar jika diamati dari Bumi, seperti Matahari dan Bulan.

Ini karena konfigurasi ketiga benda langit membentuk garis lurus jika diamati dari pengamat tata surya.

Selain itu, benda langit yang tampak lebih kecil sebenarnya berada jauh di belakang benda langit lain yang jaraknya lebih dekat dengan Bumi.

Secara global, Venus mengalami okultasi oleh Bulan pada tanggal 27 Mei sejak pukul 00.36 UT hingga 05.30 UT.

baca juga

Di Indonesia, Bulan berfase Sabit Akhir dengan iluminasi antara 10,6%-10,3% ketika mengokultasi Venus.

Sebagian wilayah Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Bali, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian provinsi Papua Barat, mengalami Okultasi Venus pada pagi hari setelah Matahari terbit hingga siang hari, sehingga hanya disaksikan menggunakan alat bantu.

Okultasi Venus oleh Bulan. [In the Sky]
Okultasi Venus oleh Bulan. [In the Sky]

6. 14-15 Juni dan 13-14 Juli - Bulan Purnama Super

Bulan Purnama Super atau Bulan Purnama Perige adalah fase Bulan Purnama yang terjadi beriringan dengan ketika Bulan berada di titik terdekatnya dari Bumi atau disebut juga Perige.

Bulan Purnama Super terjadi setiap tahun, setidaknya satu kali dalam setahun.

Puncak Bulan Purnama Super terjadi pada 14 Juni 2022 pukul 18.51.35 WIB, 19.51.35 WITA, 20.51.35 WIT dengan jarak 357.658 km.

Pada 14 Juli 2022 pukul 01.37.23 WIB, 02.37.23 WITA, 03.37.23 WIT dengan jarak 357.416 km.

7. Sabtu, 25 Juni – Okultasi Uranus oleh Bulan

Secara global, Uranus mengalami okultasi oleh Bulan pada 24 Juni sejak pukul 19.57 UT hingga 00.33 UT.

Di Indonesia, Bulan berfase Sabit Akhir dengan iluminasi antara 15,3%-15,2% ketika mengokultasi Uranus.

Sebagian wilayah Indonesia seperti Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, Sulawesi, Maluku Utara.

Maluku mengalami Okultasi Uranus ketika fajar sebelum Matahari terbit, sedangkan provinsi Papua Barat dan Papua mengalami Okultasi Uranus, ketika fajar sebelum Matahari terbit hingga setelah Matahari terbit.

Okultasi Uranus oleh Bulan. [In the Sky]
Okultasi Uranus oleh Bulan. [In the Sky]

8. 13-14 Agustus – Puncak Hujan Meteor Perseid

Perseid adalah hujan meteor yang titik radiannya berasal dari konstelasi Perseus. Intensitas maksimum hujan meteor ini adalah sebesar 100 meteor per jam.

Perseid bersumber dari sisa debu komet 109P/Swifts-Tuttle. Kecepatan meteor pada hujan meteor Perseid ini dapat mencapai 212.400 km per jam.

Perseid dapat disaksikan hingga 25 menit sebelum Matahari terbit ketika titik radiannya berkulminasi di arah Utara.

9. Selasa, 8 November – Gerhana Bulan Total

Gerhana Bulan Total adalah fenomena astronomis ketika seluruh permukaan Bulan memasuki bayangan inti (umbra) Bumi.

Hal ini disebabkan oleh konfigurasi antara Bulan, Bumi, dan Matahari membentuk sebuah garis lurus.

Selain itu, Bulan berada di dekat titik simpul orbit Bulan, yakni perpotongan antara ekliptika (bidang edar Bumi mengelilingi Matahari) dengan orbit Bulan.

Gerhana Bulan Total kali ini terjadi pada 8 November 2022 dengan durasi total selama 1 jam 24 menit 58 detik dan durasi umbral (sebagian dan total) selama 3 jam 39 menit 50 detik.

Puncak Gerhana Bulan Total bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia kecuali Aceh, Sumut, Sumbar, dan Bengkulu.

Fase gerhana bulan sebagian terlihat dari kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (26/5/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Ilustrasi Gerhana Bulan Total. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

10. 14-15 Desember – Puncak Hujan Meteor Geminid

Geminid adalah hujan meteor yang titik radiantnya berasal dari konstelasi Gemini. Intensitas maksimum hujan meteor ini sebesar 120 meteor per jam.

Geminid dapat disaksikan dari arah Timur Laut hingga Barat Laut sejak pukul 20.30 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Curah Hujan Tinggi di Indonesia Selama Kemarau Akibat Angin Monsun dan IOD

Curah Hujan Tinggi di Indonesia Selama Kemarau Akibat Angin Monsun dan IOD

Tekno | Kamis, 02 September 2021 | 20:51 WIB

BRIN: Integrasi 4 LPNK Tak Ganggu Kinerja Periset

BRIN: Integrasi 4 LPNK Tak Ganggu Kinerja Periset

Tekno | Kamis, 02 September 2021 | 20:06 WIB

Semua LPNK Terintegrasi ke dalam BRIN sejak 1 September 2021

Semua LPNK Terintegrasi ke dalam BRIN sejak 1 September 2021

Tekno | Kamis, 02 September 2021 | 19:47 WIB

Lapan, Batan, LIPI, dan BPPT Diintegrasikan ke BRIN, Sejumlah Pejabat Dirombak

Lapan, Batan, LIPI, dan BPPT Diintegrasikan ke BRIN, Sejumlah Pejabat Dirombak

Tekno | Kamis, 02 September 2021 | 17:14 WIB

5 Fenomena Langit Apik Sepanjang September 2021, Ada Ekuinoks

5 Fenomena Langit Apik Sepanjang September 2021, Ada Ekuinoks

Tekno | Kamis, 02 September 2021 | 08:25 WIB

Asteroid dengan Periode Orbit Tercepat di Tata Surya Berhasil Ditemukan

Asteroid dengan Periode Orbit Tercepat di Tata Surya Berhasil Ditemukan

Tekno | Rabu, 01 September 2021 | 21:29 WIB

Terkini

Dirjen  Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Bali | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:49 WIB

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:41 WIB

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:35 WIB

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:31 WIB

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:29 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:26 WIB

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:20 WIB

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:18 WIB

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

×