Apa Itu Efek Rumah Kaca: Pengertian dan Proses Terjadinya

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 04 Januari 2022 | 10:45 WIB
Apa Itu Efek Rumah Kaca: Pengertian dan Proses Terjadinya
Ilustrasi pengertian efek rumah kaca [Shutterstock]

Suara.com - Banyak orang yang merasa bingung dengan pengertian efek rumah kaca. Lantas, apa itu efek rumah kaca?

Efek rumah kaca memiliki manfaat menjaga suhu bumi agar tidak terlalu rendah. Suhu permukaan Bumi bisa sampai 0 derajat Fahrenheit atau -mencapai derajat Celcius jika tidak ada efek rumah kaca.

Dibalik sederet sisi negatif efek rumah kaca yang dianggap merusak bumi, ternyata efek rumah kaca memiliki peran besar untuk kehidupan manusia.

Sementara yang menyebabkan kerusakan dan pemanasan global adalah terlalu banyaknya gas yang dihasilkan oleh efek rumah kaca. Terlalu banyaknya gas ini akan menyebabkan suhu permukaan Bumi naik sampai angka yang di luar ambang kewajaran dan di luar kontrol.

Oleh karena itu, untuk menghindari salah kaprah demikian, maka sebaiknya kita mencari tahu lebih jauh tentang pengertian efek rumah kaca dan kaitannya dengan pemanasan global. Simak ulasan tentang pengertian efek rumah kaca di bawah ini.

Pengertian Efek Rumah Kaca

Pengertian efek rumah kaca merupakan sebuah proses yang terjadi ketika gas-gas pada atmosfer Bumi memerangkap panas dari matahari. Di mana proses ini terjadi secara alami karena Bumi memiliki atmosfer. Dengan adanya panas matahari yang tidak bisa keluar dari atmosfer Bumi ini, maka suhu di permukaan Bumi menjadi hangat. Efek rumah kaca ini akan membuat kehidupan di Bumi menjadi lebih nyaman.

Istilah efek rumah kaca dapat merujuk kepada dua hal yang berbeda, di mana pengertian efek rumah kaca yang sebelumnya telah dijelaskan adalah pengertian efek rumah kaca dalam satu arti. Secara garis besar, efek rumah kaca dapat diartikan menjadi dua hal, yaitu:

Pengertian efek rumah kaca yang pertama merujuk pada efek rumah kaca yang terjadi secara natural di Bumi, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

baca juga

Sementara pengertian efek rumah kaca yang kedua merujuk pada pemanasan global, di mana efek rumah kaca yang meningkat dan terjadi akibat perbuatan negatif manusia.

Proses Efek Rumah Kaca

Proses efek rumah kaca mengikuti cara kerja sebuah rumah kaca, di mana rumah kaca merupakan sebuah bangunan yang terdiri dari tembok dan atap yang terbuat dari kaca. Gas-gas pada atmosfer seperti karbon dioksida akan memerangkap panas matahari seperti kaca pada rumah kaca. Gas yang terperangkap pada atmosfer Bumi ini disebut dengan gas efek rumah kaca.

Pada siang hari, panas matahari yang menembus atmosfer, akan menyebabkan permukaan bumi menjadi hangat. Ketika permukaan bumi mendingin pada malam hari, maka panas matahari ini dilepas kembali ke udara.

Namun tidak semua panasnya akan dilepaskan karena sebagian terperangkap di atmosfer. Panas yang terperangkap pada atmosfer inilah yang akan membuat suhu bumi tetap nyaman dan hangat pada malam hari.

Sayangnya, manusia mengubah efek rumah kaca alami Bumi. Bertambahnya gas efek rumah kaca ini disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil seperti bahan bakar minyak, batu bara, serta bahan bakar organik lainnya.

Hal itu mengakibatkan semakin bertambahnya gas efek rumah kaca pada atmosfer Bumi. Maka akan semakin banyak panas matahari yang terperangkap. Hal inilah yang menyebabkan suhu Bumi semakin memanas. Terlalu banyak gas efek rumah kaca ini juga ikut berkontribusi pada pemanasan global.

Itulah penjelasan mengenai apa itu efek rumah kaca, mulai dari pengertian efek rumah kaca hingga proses terjadinya. Semoga bermanfaat!

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wow! Asteroid Sebesar Bus Mendekat ke Bumi Pada Awal Tahun 2022 Ini

Wow! Asteroid Sebesar Bus Mendekat ke Bumi Pada Awal Tahun 2022 Ini

Surakarta | Sabtu, 01 Januari 2022 | 17:22 WIB

Program Satu Kampung Satu Produk Jadi Cara KOTRA Berdayakan Petani Lokal

Program Satu Kampung Satu Produk Jadi Cara KOTRA Berdayakan Petani Lokal

Press Release | Jum'at, 31 Desember 2021 | 18:19 WIB

Gempa Bumi Magnitude 3,7 Guncang Muara Enim, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Magnitude 3,7 Guncang Muara Enim, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Sumsel | Jum'at, 31 Desember 2021 | 10:50 WIB

13 Gempa Bumi Susulan Guncang Maluku

13 Gempa Bumi Susulan Guncang Maluku

Sulsel | Kamis, 30 Desember 2021 | 20:01 WIB

BI Sebut Omicron Tak Terlalu Berdampak Pada Perekonomian Papua

BI Sebut Omicron Tak Terlalu Berdampak Pada Perekonomian Papua

News | Kamis, 30 Desember 2021 | 18:28 WIB

Indonesia Diguncang 10.570 Kali Gempa Bumi Selama 2021, Dua Kali Picu Tsunami

Indonesia Diguncang 10.570 Kali Gempa Bumi Selama 2021, Dua Kali Picu Tsunami

Kalbar | Kamis, 30 Desember 2021 | 18:09 WIB

Terkini

KPK Proses Laporan Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

KPK Proses Laporan Dugaan Politik Uang di Muktamar Ke-35 NU

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Update PP Tunas: Akun Anak Diblokir Tak Cukup, Komdigi Minta Platform Ubah Fitur

Update PP Tunas: Akun Anak Diblokir Tak Cukup, Komdigi Minta Platform Ubah Fitur

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Yoyok Sukawi Mundur Jelang KLB, Suksesi PSSI Jateng Makin Penuh Tanda Tanya

Yoyok Sukawi Mundur Jelang KLB, Suksesi PSSI Jateng Makin Penuh Tanda Tanya

Jawa Tengah | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:20 WIB

9 HP Murah Ada NFC untuk Cek dan Top Up e-Money, Mulai Rp1 Jutaan

9 HP Murah Ada NFC untuk Cek dan Top Up e-Money, Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Ancaman RUU Penyiaran: Larang Investigasi hingga Pangkas Kode Etik Jurnalis

Ancaman RUU Penyiaran: Larang Investigasi hingga Pangkas Kode Etik Jurnalis

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:20 WIB

DPR Jadikan Putusan MK Soal Pendidikan Gibran Bahan Penting Revisi UU Pemilu

DPR Jadikan Putusan MK Soal Pendidikan Gibran Bahan Penting Revisi UU Pemilu

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Ketemu Prabowo, Presiden FIFA Bocorkan Rencana Komitmen Investasi dan Event Sepak Bola di RI

Ketemu Prabowo, Presiden FIFA Bocorkan Rencana Komitmen Investasi dan Event Sepak Bola di RI

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Beli Rumah di Bali Tanpa Beban, BRI Kartu Kredit Tawarkan Cicilan 0% di Atria Trans Studio

Beli Rumah di Bali Tanpa Beban, BRI Kartu Kredit Tawarkan Cicilan 0% di Atria Trans Studio

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Tren "Pernikahan Hemat" Meningkat, Merapi Merbabu Hadirkan Paket Wedding Mulai Rp45 Juta

Tren "Pernikahan Hemat" Meningkat, Merapi Merbabu Hadirkan Paket Wedding Mulai Rp45 Juta

Jogja | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:12 WIB

Napi Narkoba Kabur Kembali Terjadi di Riau, Lapas Pasirpengaraian Jadi Sorotan

Napi Narkoba Kabur Kembali Terjadi di Riau, Lapas Pasirpengaraian Jadi Sorotan

Riau | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:08 WIB

×