Survei: Karyawan Merasa Lebih Terhubung dengan Rekan Kerja saat Bekerja dari Jarak Jauh

Dythia Novianty

Sabtu, 15 Januari 2022 | 16:25 WIB
Survei: Karyawan Merasa Lebih Terhubung dengan Rekan Kerja saat Bekerja dari Jarak Jauh
Ilustrasi bekerja dari rumah. (Unsplash/Bench Accounting)

Suara.com - Sebuah studi Kaspersky baru-baru ini menemukan bahwa 61 persen karyawan tidak merasa terisolasi saat bekerja dari jarak jauh.

Bahkan, 37 persen pekerja jarak jauh menganggap memiliki komunikasi lebih baik dengan rekan kerja dengan cara ini.

Penggunaan ekstensif layanan komunikasi non-korporat memungkinkan koneksi lebih baik, tetapi meningkatkan tingkat risiko dari sumber daya TI yang tidak terpantau.

Selama 2020, manusia dan organisasi telah mengalami banyak perubahan.

Situasi epidemiologis dan pembatasan sosial di seluruh dunia secara serius memengaruhi aspek komunikasi kehidupan pribadi dan pekerjaan orang-orang.

Kondisi baru menciptakan tantangan berbeda dan isolasi sosial bersama kurangnya komunikasi dengan rekan kerja.

Ilustrasi berkomunikasi lewat ponsel (pixabay.com)
Ilustrasi berkomunikasi lewat ponsel (pixabay.com)

Ini adalah salah satu masalah yang paling banyak dibahas pada karyawan jarak jauh.

Kaspersky mensurvei sebanyak 4.303 pekerja TI dari 31 negara untuk mempelajari bagaimana bisnis
dan orang-orang berhasil, menyesuaikan diri dengan realitas baru.

Hal ini baru berkorelasi dengan kesejahteraan karyawan dalam jangka panjang.

baca juga

Sementara mayoritas karyawan telah berhasil bertransisi ke era komunikasi digital, sejumlah besar responden tidak dapat mengadopsi cara hidup jarak jauh dan masih merasa terisolasi (39 persen) saat bekerja di rumah.

Mengingat fakta bahwa rasa kesepian berkontribusi pada kelelahan karyawan, sama dengan beberapa faktor demotivasi lainnya seperti keletihan dan kecemasan, statistik ini harus menjadi perhatian para eksekutif bisnis.

Salah satu alasan membangun hubungan yang lebih baik dengan rekan kerja, menurut lebih dari
setengah karyawan, bisa jadi sebagai akibat dari penggunaan layanan komunikasi non-korporat yang
telah meningkat berdasarkan survei.

Berkomunikasi untuk tujuan kerja melalui layanan email non-korporat telah meningkat dari 67 persen menjadi 69 persen.

Penggunaan messenger non-korporat meningkat dari 61 persen menjadi 64 persen, perangkat lunak perencanaan sumber daya non-korporat dari 42 persen menjadi 45 persen.

Sedangkan platform konferensi web dari 83 persen menjadi 86 persen dan jejaring sosial dari 67 persen menjadi 70 persen.

Masalah utama mencuat ketika interaksi yang kurang formal antara rekan kerja melalui sarana non-korporat, tidak hanya memfasilitasi komunikasi dan memberikan perasaan terhubung tetapi juga
meningkatkan risiko siber bagi perusahaan.

Ilustrasi kejahatan siber. [Shutterstock]

Layanan yang disebut "TI bayangan (IT shadow)" menjadi tidak dimanfaatkan dan dikendalikan oleh departemen TI perusahaan sehingga memiliki potensi berbahaya.

"Solusi TI bayangan tidak memungkinkan para spesialis keamanan atau TI mendapatkan gambaran
lengkap tentang infrastruktur digital perusahaan," jelas Andrey Evdokimov, Head of Information
Security di Kaspersky.

Situasi itu menyebabkan peningkatan risiko karena departemen TI tidak dapat mengontrol akses ke layanan yang digunakan para karyawan, sehingga berpotensi membahayakan informasi perusahaan yang berharga.

Di antara aspek mengkhawatirkan lainnya adalah penggunaan aplikasi yang tidak ditambal secara berkala atau kesalahan pengaturan privasi yang menyebabkan kebocoran data.

"Selain itu, menangani informasi pribadi melalui layanan yang tidak dapat diandalkan menyebabkan
kerugian atas pelanggaran persyaratan peraturan,” tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian: Indonesia Masuk Peringkat 18 Masyarakatnya Gunakan Stalkerware

Penelitian: Indonesia Masuk Peringkat 18 Masyarakatnya Gunakan Stalkerware

Tekno | Selasa, 07 Desember 2021 | 08:57 WIB

Bahaya, Jangan Pernah Simpan 5 Jenis Email Ini Lama-lama

Bahaya, Jangan Pernah Simpan 5 Jenis Email Ini Lama-lama

Tekno | Minggu, 05 Desember 2021 | 21:39 WIB

Waspadai Peretasan Menjelang Natal, Para Pakar Beri Tips Jitu

Waspadai Peretasan Menjelang Natal, Para Pakar Beri Tips Jitu

Tekno | Minggu, 05 Desember 2021 | 06:25 WIB

Harap Dibaca, Deretan Pesan Sensitif yang Sebaiknya Dihapus dari Kotak Email

Harap Dibaca, Deretan Pesan Sensitif yang Sebaiknya Dihapus dari Kotak Email

Tekno | Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:17 WIB

4 Cara Bijak Mengatasi Konflik dengan Rekan Kerja, Dijamin Bakal Kompak Lagi!

4 Cara Bijak Mengatasi Konflik dengan Rekan Kerja, Dijamin Bakal Kompak Lagi!

Your Say | Selasa, 30 November 2021 | 19:25 WIB

Maksim Yakubets, Peretas Paling Dicari di Dunia dengan Imbalan Rp78 Miliar

Maksim Yakubets, Peretas Paling Dicari di Dunia dengan Imbalan Rp78 Miliar

Video | Jum'at, 26 November 2021 | 11:05 WIB

Terkini

WFH dan PJJ Jakarta Dikaitkan Antisipasi Demo, Pramono: Arahan Pemerintah Pusat

WFH dan PJJ Jakarta Dikaitkan Antisipasi Demo, Pramono: Arahan Pemerintah Pusat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:00 WIB

5 Pilihan HP 5G RAM 12 GB Mulai Rp2,9 Juta, Solusi Multitasking Lancar Jaya

5 Pilihan HP 5G RAM 12 GB Mulai Rp2,9 Juta, Solusi Multitasking Lancar Jaya

Tekno | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Butuh Waktu Lebih Lama, DPR Patok RUU Perampasan Aset Rampung Paling Lambat Akhir 2026

Butuh Waktu Lebih Lama, DPR Patok RUU Perampasan Aset Rampung Paling Lambat Akhir 2026

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:52 WIB

Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi

Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi

Lampung | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:48 WIB

Review The X-Files: I Want to Believe Vrach Frankenshteyn, Terlalu Sinting!

Review The X-Files: I Want to Believe Vrach Frankenshteyn, Terlalu Sinting!

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Pesaing Yamaha MT-15 Harga Semurah Scoopy, Begini Spesifikasi Bajaj Pulsar N160

Pesaing Yamaha MT-15 Harga Semurah Scoopy, Begini Spesifikasi Bajaj Pulsar N160

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:39 WIB

Toyota Calya Terjun ke Telaga Sarangan Pagi Buta, Begini Nasib Sopirnya

Toyota Calya Terjun ke Telaga Sarangan Pagi Buta, Begini Nasib Sopirnya

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:39 WIB

Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan

Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

LOSC Lille: Calvin Verdonk Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions

LOSC Lille: Calvin Verdonk Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Jadi Mata Uang Paling Buruk di Asia

Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Jadi Mata Uang Paling Buruk di Asia

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

×