Array

Penelitian: Menambah Stoking di Atas Masker, Efektif Hentikan Penyebaran Covid-19

Dythia Novianty Suara.Com
Selasa, 08 Februari 2022 | 06:29 WIB
Penelitian: Menambah Stoking di Atas Masker, Efektif Hentikan Penyebaran Covid-19
Ilustrasi respirator atau masker KN95. [ANTARA]

Suara.com - Para peneliti mengatakan bahwa menambah celana ketat atau yang lebih dikenal dengan stoking perempuan di atas masker, dapat mengurangi risiko terkena Covid-19.

Hal ini menjawab kritik dari masker wajah yang biasa dipakan tidak cukup pas untuk secara signifikan menghalangi partikel virus virus agar tidak terhirup atau dihembuskan.

Sebagai bagian dari studi baru, para ahli Universitas Cambridge meninjau berbagai peretasan DIY yang digunakan orang untuk membuat masker lebih pas, termasuk menggunakan karet gelang atau selotip.

Anehnya, mereka menemukan taktik yang paling efektif adalah membungkus dengan stoking di sekitar bagian bawah wajah, di atas masker.

Ini, kata para ilmuwan, dapat mengurangi jumlah partikel virus hingga tujuh kali lebih banyak daripada masker saja, dengan menutup celah di sekitar hidung dan mulut.

Tetapi menyadari implikasi sosial dan fisik dari mengenakan celana ketat di wajah Anda di depan umum, mereka mencatat bahwa hal itu 'tidak mungkin ditoleransi untuk waktu yang lama'.

Efektivitas masker. [Plos One]
Efektivitas masker. [Plos One]

Juri masih belum mengetahui seberapa efektif pemakaian masker dalam mengurangi infeksi Covid pada tingkat populasi, dengan hasil yang bertentangan dari kedua belah pihak.

Kebanyakan ilmuwan setuju bahwa mereka setidaknya memberikan kontribusi kecil.

Masker kelas medis yang ketat, seperti KN95, sangat luar biasa dalam memblokir virus tetapi sering digambarkan tidak nyaman dan lebih sulit didapat.

Baca Juga: 4 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengambil dan Mengerjakan Skripsi, Mahasiswa Wajib Tahu!

Masker bedah atau masker kain yang paling umum kurang tahan.

Untuk studi terbaru, yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One, para peneliti Cambridge merekrut empat sukarelawan untuk mencoba tujuh peretasan topeng yang berbeda.

Metode lain termasuk mengikat pita telinga untuk membuat masker lebih pas, atau mengisi celah dengan perban.

Sebagaimana melansir laman Daily Mail, Selasa (8/2/2022), studi ini mengamati masker bedah dan KN95.

Saat mengenakan setiap kombinasi topeng dan retasan, peserta melakukan tujuh menit berbagai latihan yang dirancang untuk meniru interaksi dunia nyata.

Ini termasuk berbicara, memutar kepala ke samping, membungkuk, tersenyum, mengangguk, dan bernapas dengan normal dan berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI