Ahli: Rusia Kehilangan Kekuatannya atas NASA dan Bisnis Luar Angkasa

Dythia Novianty Suara.Com
Senin, 07 Maret 2022 | 07:08 WIB
Ahli: Rusia Kehilangan Kekuatannya atas NASA dan Bisnis Luar Angkasa
Badan Antariksa Rusia, Roscosmos. [Shutterstock]

Suara.com - Sejak Rusia memulai invasinya minggu lalu, kepala badan antariksa Rusia Roscosmos Dmitry Rogozin menolak meluncurkan muatan perusahaan satelit Inggris.

Dia juga menyampaikan, berhenti memasok mesin roket buatan Rusia ke pelanggan AS dan mengancam akan memutuskan hubungan dengan mitra Stasiun Luar Angkasa Internasionalnya, termasuk NASA.

Masalah kebijakan luar angkasa yang paling rumit yang sedang berlangsung adalah Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Selama lebih dari 20 tahun, NASA dan Rusia bekerja sama untuk membangun dan memelihara laboratorium yang mengorbit 200 mil di atas Bumi. Modul pertama adalah Amerika dan Rusia.

Dua astronaut pertama yang memasuki stasiun luar angkasa adalah seorang kosmonot Amerika dan Rusia, pilihan yang disengaja oleh Komandan misi STS-88 Robert Cabana.

Ketika program pesawat ulang-alik berakhir, AS kehilangan tumpangan ke luar angkasa untuk astronaut Amerika.

Roket Rusia, yang membawa kapsul Soyuz MS-16 berisi astronot Amerika Serikat dan dua kosmonot Rusia, meluncur pada 9 April 2020. [AFP/Roscosmos]
Roket Rusia, yang membawa kapsul Soyuz MS-16 berisi astronot Amerika Serikat dan dua kosmonot Rusia. [AFP/Roscosmos]

Itu mulai membeli kursi di pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia selama lebih dari 80 juta dolar AS selama sembilan tahun, sampai SpaceX mulai meluncurkan astronot di bawah Program Kru Komersial NASA.

Sejak perusahaan Elon Musk mulai meluncurkan orang Amerika dari Florida pada Mei 2020, NASA telah membeli lebih sedikit kursi dari Rusia dan sedang menegosiasikan kosmonot untuk meluncurkan SpaceX's Crew Dragon ketika invasi Ukraina dimulai.

Rogozin telah mengancam untuk keluar dari ISS sama sekali dan mengakhiri kegiatan sains di orbit antara kosmonot dan rekan astronaut internasional mereka.

Baca Juga: Layanan Netflix di Rusia Ditutup

Pakar kebijakan luar angkasa University of Central Florida Roger Handberg mengatakan, Rusia telah kehilangan keunggulannya.

“Mereka tidak mendapatkan uang karena sebagian besar program luar angkasa mereka telah menjual kursi di misi Soyuz ke Amerika Serikat,” kata Handberg.

Pada April mendatang, astronaut NASA Mark Vande Hei akan turun dari stasiun luar angkasa, dengan dua kosmonot dan kembali ke Bumi dengan pesawat luar angkasa Rusia yang mendarat di Kazakhstan.

Dilansir laman New York Post, Senin (7/3/2022), dia mungkin orang Amerika terakhir yang terbang dengan kendaraan Rusia jika hubungannya memburuk.

AS, Eropa, dan Jepang bekerja untuk memperpanjang umur ISS hingga 2030, tetapi Rusia hanya berkomitmen hingga 2024, dan negosiasi itu juga sedang berlangsung.

Jika Rusia keluar pada 2030, di situlah segalanya menjadi rumit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI