Baru Dikonfirmasi, Komando Luar Angkasa AS Ungkap Meteorit Alien Pertama Menabrak Bumi

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 12 April 2022 | 13:09 WIB
Baru Dikonfirmasi, Komando Luar Angkasa AS Ungkap Meteorit Alien Pertama Menabrak Bumi
Ilustrasi asteroid menabrak Bumi. (Shutterstock)

Suara.com - Komando Luar Angkasa Amerika Serikat mengonfirmasi temuan para ilmuwan Harvard bahwa meteorit atau batu luar angkasa dari sistem bintang lain menghantam Bumi pada 2014.

Pada 6 April, Komando Luar Angkasa AS mengeluarkan memo yang mengonfirmasi penelitian astronom Harvard bernama Amir Siraj dan Abraham Loeb.

Kedua ilmuwan tersebut menulis makalah pada 2019 yang membahas asal-usul meteor dari luar angkasa dan mempostingnya ke server pracetak ilmiah ArXiv.

Tetapi, pasangan ilmuwan itu tidak dapat menerbitkan makalah dalam jurnal peer review karena ketergantungannya pada data dari beberapa sensor yang digunakan oleh Departemen Pertahanan AS.

Setelah penemuan Oumuamua, kedua peneliti mulai mencari menggunakan data historis dari Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA, untuk bukti meteor kecil yang juga bisa datang dari luar tata surya dan menabrak Bumi.

Salah satu meteor ini menghasilkan bola api yang terdeteksi di dekat Papua Nugini pada 8 Januari 2014.

Cuitan konfirmasi meteor menabrak Bumi. [Twitter]
Cuitan konfirmasi meteor menabrak Bumi. [Twitter]

Data CNEOS menunjukkan bahwa itu berasal dari meteor kecil yang bergerak sangat cepat terhadap Matahari, sebuah indikasi bahwa batu itu berasal dari luar tata surya seperti Oumuamua.

Dilansir dari Space.com, Selasa (12/4/2022), meteor itu berukuran hanya 0,45 meter dan menghantam atmosfer Bumi, setelah melakukan perjalanan melalui luar angkasa dengan kecepatan lebih dari 210.000 km/jam.

Studi pada 2019 tersebut berpendapat bahwa melihat kecepatan meteor dan lintasan orbitnya, tim membuktikan dengan kepastian 99 persen bahwa objek itu berasal dari luar tata surya.

baca juga

Sekarang, para ilmuwan di Komando Luar Angkasa AS telah secara resmi mengonfirmasi temuan tersebut.

Konfirmasi itu menjadikan meteor pada 2014 sebagai objek antarbintang pertama yang pernah terdeteksi di tata surya. Pendeteksian ini mendahului penemuan Oumuamua.

Amir Siraj mengatakan bahwa ia masih berniat untuk menerbitkan studi aslinya, sehingga komunitas ilmiah dapat melanjutkan penelitiannya yang sempat terhenti.

Mengingat meteorit tersebut tersulut di atas Samudra Pasifik Selatan, ada kemungkinan pecahan benda itu mendarat di air dan bersarang di dasar laut.

Oumuamua. [NASA]
Oumuamua. [NASA]

Meskipun terdengar mustahil, namun para ahli berharap dapat melakukan ekspedisi laut untuk mendapatkan potongan pertama materi antarbintang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendadak Kaya, Lelaki Sumatra Ini Temukan Meteorit Seharga Rp 26 Miliar

Mendadak Kaya, Lelaki Sumatra Ini Temukan Meteorit Seharga Rp 26 Miliar

Tekno | Rabu, 18 November 2020 | 10:47 WIB

Terungkap! Penyebab Batu Aneh ini Bisa Glow in the Dark

Terungkap! Penyebab Batu Aneh ini Bisa Glow in the Dark

Tekno | Senin, 09 November 2020 | 12:30 WIB

Jatuh ke Bumi, Meteorit Ini Berisi Senyawa Organik Luar Angkasa

Jatuh ke Bumi, Meteorit Ini Berisi Senyawa Organik Luar Angkasa

Tekno | Senin, 02 November 2020 | 11:27 WIB

Meteorit Ini Jadi Bukti Ada Air di Mars 4,4 Tahun Lalu

Meteorit Ini Jadi Bukti Ada Air di Mars 4,4 Tahun Lalu

Tekno | Minggu, 01 November 2020 | 08:15 WIB

Ditemukan: Kawah Meteorit Raksasa Berusia 100 Juta Tahun

Ditemukan: Kawah Meteorit Raksasa Berusia 100 Juta Tahun

Tekno | Kamis, 24 September 2020 | 19:00 WIB

Cantik tapi Misterius, Terungkap Penyebab Meteorit Ini Berwarna Pelangi

Cantik tapi Misterius, Terungkap Penyebab Meteorit Ini Berwarna Pelangi

Tekno | Senin, 31 Agustus 2020 | 07:30 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×