Tidak Dimakan, Ayam Pernah Disembah Selama Berabad-abad

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 09 Juni 2022 | 14:08 WIB
Tidak Dimakan, Ayam Pernah Disembah Selama Berabad-abad
Ilustrasi ayam jago. (Unsplash.com/Egor Myznik)

Suara.com - Para ilmuwan menemukan bahwa orang zaman dulu melihat ayam sebagai hewan eksotis yang disembah, alih-alih dimakan seperti era modern saat ini.

Ukuran ayam zaman dulu hanya sekitar sepertiga dari ayam modern dan memiliki warna yang mencolok serta suaranya yang khas.

Karena hal itu, orang zaman dulu memandangnya sebagai hal baru yang misterius dan menarik daripada sebagai makanan potensial.

Sebelum ada ayam peliharaan saat ini, nenek moyang ayam dikenal sebagai unggas hutan merah (Gallus gallus) dari Asia Tenggara.

Kisah bagaimana unggas hutan ini menjadi salah satu makanan paling populer di dunia memiliki asal-usul yang tidak jelas.

Hal itu karena arkeologi di Asia Tenggara yang berhutan lebat sulit untuk dilacak dan para ahli tidak selalu memperhatikan artefak kecil seperti tulang ayam.

Komparasi tulang ayam. [Cambridge.com]
Komparasi tulang ayam. [Cambridge.com]

Penelitian ini melibatkan lebih dari satu dekade pengukuran ulang dan analisis tulang ayam yang ditemukan sebelumnya, serta penanggalan radiokarbon 12 tulang dari 16 lokasi di Eropa untuk melacak penyebaran ayam di Asia.

Temuan dari kedua penelitian mengungkapkan bahwa ayam didomestikasi jauh lebih awal daripada perkiraan sebelumnya.

Faktanya, manusia dan ayam telah dikaitkan sekitar 3.500 tahun lalu. Sekitar 1500 SM, orang-orang di Asia Tenggara mulai menanam padi dan biji-bijian.

baca juga

Tanaman tersebut menarik unggas hutan merah dan orang zaman dulu menganggap unggas warna-warni ini sangat menawan.

Saat unggas hutan bergantung pada manusia untuk makanannya, proses domestikasi dimulai.

Sekitar 1000 SM, unggas hutan yang sekarang dikenal sebagai ayam menyebar ke China tengah, Asia Selatan, dan Mesopotamia.

Antara sekitar 800 SM dan 700 SM, ayam mencapai Tanduk Afrika sebagai bagian dari perdagangan maritim yang berkembang.

Pelaut Yunani, Etruria dan Fenisia mungkin menyebarkan unggas ke seluruh Mediterania, tercatat bahwa ayam mendarat di Italia sekitar 700 SM dan berhasil mencapai Eropa tengah antara sekitar 400 SM dan 500 SM.

Transisi ayam dari hewan yang disembah menjadi makanan yang umum disajikan saat ini terjadi sekitar Kekaisaran Romawi di Eropa, di mana telur menjadi populer sebagai makanan ringan.

Ilustrasi ayam jantan - (Pixabay/rmac8oppo)
Ilustrasi ayam jantan - (Pixabay/rmac8oppo)

Bukti pertama dari konsumsi ayam yang meluas di Inggris berasal dari sekitar abad pertama Masehi.

"Arkeologi di masa depan kemungkinan akan membantu memperbaiki sejarah ayam, terutama di Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik, di mana bukti masih kurang," kata Greger Larson, direktur jaringan penelitian paleogenomik dan bio-arkeologi di Universitas Oxford, dikutip dari Live Science, Kamis (9/6/2022).

Temuan baru dapat mengungkapkan lebih banyak bukti tentang bagaimana ayam menaklukkan dunia dan mengubah masyarakat dalam prosesnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Ungkap Alasan Suhu Panas di Indonesia, Akhir-akhir Ini

Ilmuwan Ungkap Alasan Suhu Panas di Indonesia, Akhir-akhir Ini

Tekno | Selasa, 10 Mei 2022 | 10:21 WIB

Ilmuwan Identifikasi Gelombang Panas Paling Ekstrem secara Global

Ilmuwan Identifikasi Gelombang Panas Paling Ekstrem secara Global

Tekno | Senin, 09 Mei 2022 | 07:10 WIB

Ilmuwan Temukan Kuil Kuno Dewa Zeus di Mesir

Ilmuwan Temukan Kuil Kuno Dewa Zeus di Mesir

Tekno | Jum'at, 06 Mei 2022 | 09:14 WIB

Kisah Para Ilmuwan yang Menemukan Kebenaran Islam dalam Penelitiannya

Kisah Para Ilmuwan yang Menemukan Kebenaran Islam dalam Penelitiannya

Your Say | Selasa, 03 Mei 2022 | 07:32 WIB

Ilmuwan Temukan Fosil Ichthyosaurus Terbesar di Dunia

Ilmuwan Temukan Fosil Ichthyosaurus Terbesar di Dunia

Tekno | Jum'at, 29 April 2022 | 13:13 WIB

Tri Mumpuni: Alirkan Listrik ke 65 Desa hingga Masuk Daftar 22 Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Tri Mumpuni: Alirkan Listrik ke 65 Desa hingga Masuk Daftar 22 Ilmuwan Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Video | Sabtu, 23 April 2022 | 18:05 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×