facebook

Konsumen Tak Lagi Butuh Transportasi Aman di New Normal tapi Juga Harus Cepat

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Konsumen Tak Lagi Butuh Transportasi Aman di New Normal tapi Juga Harus Cepat
Program baru Gojek, Jaminan Penjemputan Tepat Waktu, di Jakarta, Kamis (7/7/2022). [Suara.com/Dicky Prastya]

Praktisi Perilaku Konsumen, Yuswohady mengungkapkan perbedaan perilaku konsumen Indonesia terkait moda transportasi online.

Suara.com - Praktisi Perilaku Konsumen, Yuswohady mengungkapkan perbedaan perilaku konsumen Indonesia terkait moda transportasi online.

Menurutnya, ada beberapa perubahan yang terjadi di masa pandemi Covid-19 tahun 2021 dengan menuju pasca-pandemi di tahun 2022.

"Kalau dulu kan konsumen membutuhkan transportasi yang aman, tapi sekarang juga kendaraan harus datang tepat waktu," kata Yuswohady dalam konferensi pers bersama Gojek di Jakarta, Kamis (7/7/2022).

Hal ini juga terlihat dari data internal Gojek Indonesia. Di tahun 2022 ini, transaksi transportasi online meningkat pesat ketimbang tahun 2021 lalu.

Baca Juga: Jangan Terlewatkan Menjajal 5 Transportasi Publik Korea Selatan

Misalnya, penggunaan transportasi online ke area pekantoran meningkat 48 persen. Lalu pusat perbelanjaan meningkat 61 persen.

Sementara simpul transportasi publik seperti stasiun, halte bus, maupun bandara meningkat 77 persen.

Ilustrasi gojek (Gojek.com)
Ilustrasi gojek (Gojek.com)

"Dari data itu bisa disimpulkan kalau semua orang sudah cepat-cepat adaptasi ke new normal," ungkap dia.

Yuswohady mengarahkan para pemain transportasi online sudah harus mulai melihat fenomena ini.

Dia menyarankan mereka untuk mengubah bisnisnya menjadi lebih cepat, lincah, dan tepat.

Baca Juga: Gojek Luncurkan Program Jaminan Penjemputan Tepat, Telat 10 Menit Diberi Hadiah Voucher

"Cepat itu maksudnya dalam hal respons. Lincah artinya harus mengantarkan konsumen ke suatu tempat sesuai waktunya," ujar dia.

Komentar