Riset Sophos: Rata-rata Tebusan Ransomware Capai Rp 12,1 Miliar

Liberty Jemadu, Dicky Prastya

Selasa, 12 Juli 2022 | 17:01 WIB
Riset Sophos: Rata-rata Tebusan Ransomware Capai Rp 12,1 Miliar
Ilustrasi uang tebusan diserahkan agar peretas membuka akses komputer yang dikunci oleh ransomware. [Shutterstock]

Suara.com - Perusahaan keamanan siber, Sophos mengungkapkan kalau serangan ransomware yang menimpa suatu perusahaan memerlukan rata-rata biaya tebusan 812.360 Dolar AS atau setara Rp 12,1 miliar.

Hal itu diungkapkan Sophos dalam survei tahunan bertajuk State of Ransomware 2022. Laporan ini merangkum dampak dari ransomware pada 5.600 perusahaan menengah di 31 negara di seluruh Eropa, Amerika, Asia-Pasifik dan Asia Tengah, Timur Tengah, dan Afrika.

Chester Wisniewski selaku principal research scientist di Sophos mengungkapkan, 66 persen perusahaan yang disurvei mengalami kenaikkan serangan ransomware pada tahun 2021 dari 37 persen pada tahun 2020.

Tak hanya itu, 46 persen organisasi yang memiliki data terenkripsi membayar uang tebusan untuk mendapatkan data mereka kembali, bahkan apabila mereka mendapatkan kembali data dengan cara lain seperti backup.

"Selain pembayaran yang meningkat dan harus diselesaikan, survei menunjukkan bahwa proporsi korban yang membayar juga terus meningkat, meskipun mereka memiliki pilihan lain yang tersedia," kata Wisniewski dalam keterangannya, Selasa (12/7/2022).

Ia menuturkan, banyak perusahaan yang kerap kali mendapatkan tekanan usai dihajar serangan ransomware. Misalnya ada backup (mencadangkan) data yang belum selesai atau keinginan untuk mencegah data yang dicuri muncul di situs kebocoran publik.

Tapi untuk memulihkan data terenkripsi lewat backup, itu dinilai menjadi proses sulit dan memakan waktu. Sehingga perusahaan mungkin tergoda bahwa membayar uang tebusan untuk mendapatkan decryption key adalah pilihan yang lebih cepat.

"Namun, ini juga merupakan pilihan yang penuh dengan risiko. Perusahaan tidak akan tahu apa yang mungkin dilakukan penyerang, seperti menambahkan pintu belakang (backdoor), menyalin kata sandi, dan lainnya," sambung dia.

Wisniewski juga mengatakan kalau 11 persen perusahaan responden mengaku kalau mereka membayar uang tebusan sebesar 1 juta dolar AS atau Rp 14,9 miliar, naik 4 persen dari tahun 2020.

baca juga

Sementara persentase perusahaan yang membayar kurang dari 10.000 dolar AS turun menjadi 21 persen di tahun 2021, dari 34 persen di tahun 2020.

Kemudian selama 2021, 46 persen organisasi yang datanya dienkripsi dalam serangan ransomware telah membayar uang tebusan. Lalu 26 persen perusahaan yang dapat memulihkan data terenkripsi lewat backup juga telah membayar uang tebusan.

Survei Sophos juga mengungkap kalau biaya rata-rata pemulihan dari serangan ransomware di tahun 2021 mencapai 1,4 juta dolar AS atau Rp 20,9 miliar. Sementara waktu perbaikan dari serangan siber itu membutuhkan rata-rata hingga satu bulan.

"Sekitar 90 persen organisasi mengatakan serangan itu mempengaruhi kemampuan mereka untuk beroperasi, dan 86 persen korban dari sektor swasta mengatakan mereka telah kehilangan bisnis dan/atau pendapatan akibat serangan yang terjadi," ungkap Wisniewski.

Namun Sophos juga menemukan kalau banyak organisasi yang sudah mengandalkan asuransi siber untuk membantu mereka pulih dari serangan ransomware.

Disebutkan kalau 83 persen perusahaan menengah memiliki asuransi siber yang melindungi mereka jika terjadi serangan ransomware. Kemudian dari 98 persen insiden yang terjadi, perusahaan asuransi membayar sebagian atau semua biaya yang dikeluarkan dengan 40 persen dari keseluruhan pembayaran mencakup pembayaran tebusan.

"Temuan ini menunjukkan bahwa kita mungkin telah mencapai puncak dalam perjalanan evolusi ransomware, di mana keserakahan penyerang untuk mendapatkan pembayaran tebusan yang lebih tinggi berlawanan dengan terjadinya pengerasan pasar asuransi siber karena perusahaan asuransi semakin berusaha untuk mengurangi risiko dan eksposur ransomware mereka," jelas Wisniewski.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

16 Serangan Siber per Detik Mengincar Indonesia, Naik 93 Persen dalam 6 Bulan

16 Serangan Siber per Detik Mengincar Indonesia, Naik 93 Persen dalam 6 Bulan

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif

Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:15 WIB

AI Makin Canggih, Penipuan Digital dan Deepfake Rugikan Indonesia Rp9,1 Triliun

AI Makin Canggih, Penipuan Digital dan Deepfake Rugikan Indonesia Rp9,1 Triliun

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Laporan CrowdStrike 2026: AI Kini Menjadi Senjata Utama Pelaku Siber

Laporan CrowdStrike 2026: AI Kini Menjadi Senjata Utama Pelaku Siber

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari

Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari

Bola | Jum'at, 10 Juli 2026 | 00:39 WIB

Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif

Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:17 WIB

ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:30 WIB

Keamanan Siber Jadi Prioritas Bisnis, ITSEC Asia dan BSSN Perkuat Kesiapan Organisasi

Keamanan Siber Jadi Prioritas Bisnis, ITSEC Asia dan BSSN Perkuat Kesiapan Organisasi

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:38 WIB

Serangan Siber Menggila! RI Digempur 280 Ribu Serangan DDoS, Sektor Ini jadi Incaran

Serangan Siber Menggila! RI Digempur 280 Ribu Serangan DDoS, Sektor Ini jadi Incaran

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:47 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×