Metamorfosis Tidak Sempurna dan Hewan-hewan yang Mengalaminya

Rifan Aditya
Metamorfosis Tidak Sempurna dan Hewan-hewan yang Mengalaminya
Belalang, hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. (Pixabay/realworkhard)

Apa itu metamorfosis tidak sempurna?

Suara.com - Metamorfosis dapat dibagi menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Berikut penjelasannya, lengkap dengan contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Merangkum dari berbagai sumber literasi, metamorfosis adalah perubahan biologis yang terjadi pada hewan selama masa pertumbuhan. Proses ini akan berhenti ketika hewan sudah memasuki usia dewasa. 

Kata metamorfosis berasal dari bahasa Yunani yang merupakan gabungan dari tiga kata yakni, Meta yang artinya setelah, Morphe yang berarti bentuk dan kata Osis yang berarti bagian (dari).

Hewan yang mengalami metamorfosis tak hanya tumbuh jadi lebih besar, tapi juga mengalami perubahan bentuk drastis. Tak jarang, selama proses metamorfosis hewan juga menumbuhkan organ tubuh baru yang membuat penampilannya sangat berbeda.

Baca Juga: Mengenal Metamorfosis Nyamuk: dari Telur hingga Menjadi Nyamuk Dewasa

Metamorfosis tidak sempurna

Metamorfosis tidak sempurna disebut juga dengan hemimetabola, yaitu metamorfosis yang tidak melewati proses pupa dan larva. Jadi hewan-hewan langsung menuju fase dewasa.

Ciri metamorfosis tidak sempurna pada hewan adalah memiliki bentuk yang sama ketika menetas dan yang berubah hanya ukuran tubuhnya saja.

Ciri lainnya adalah, hewan-hewan ini sering melakukan pergantian kulit atau molting karena ukuran mereka bertambah besar sehingga membutuhkan kulit baru untuk menyesuaikan.

Hewan-hewan yang Mengalami Metamorfosis Tidak Sempurna

Baca Juga: Daur Hidup Kupu-Kupu dengan Metamorfosis Sempurnanya

1. Jangkrik

Jangkrik adalah salah satu hewan mengalami metamorfosis tidak sempurna. Hewan ini hanya melewati tiga tahapan yaitu telur, menetas jadi nimfa lalu tumbuh jadi jangkrik dewasa atau imago.

Jangkrik menjadi hewan paling cepat dalam menyelesaikan proses metamorfosis. Dalam satu musim kawin, jangkrik betina bisa menghasilkan hingga 500 telur dan hanya butuh waktu dua atau tiga hari untuk menetas.

2. Kepik

Kepik adalah bagian dari keluarga hemiptera di mana seekor kepik betina bisa menghasilkan 1000 telur dalam satu musim kawin. Namun tak semua telur bisa bertahan karena banyak yang jadi korban predator. 

Telur kepik biasanya diletakkan di dedaunan dan akan menetas setelah berumur satu minggu. Kepik melewati fase pupa dan keluar sebagai kepik dewasa. Satu-satunya fase yang tidak mereka lewati adalah nimfa, sehingga metamorfosis kepik tidak sempurna.

3. Belalang

Contoh metamorfosis tidak sempurna berikutnya adalah belalang. Belalang hanya melewati tiga fase metamorfosis yakni fase telur, fase nimfa, dan langsung memasuki fase imago. Selama musim panas, belalang betina akan menghasilkan 10 sampai 300  dan mulai menetas sebagai nimfa sekitar 10 bulan.

Meskipun mirip dengan belalang dewasa, nimfa-nimfa ini belum memiliki sayap dan alat reproduksi. Kedua organ itu baru muncul 30 hari, setelah nimfa berganti kulit beberapa kali dan akhirnya jadi dewasa. Itulah penjelasan tentang metamorfosis tidak sempurna.

Kontributor : Rima Suliastini

Komentar