Marak Data Pribadi Bocor, Pakar: Pengelola Cuma Malu, Pemilik Data Babak Belur

Selasa, 23 Agustus 2022 | 18:59 WIB
Marak Data Pribadi Bocor, Pakar: Pengelola Cuma Malu, Pemilik Data Babak Belur
Ilustrasi pencurian data pribadi. [Shutterstock]

Suara.com - Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya membeberkan sejumlah efek kebocoran data pribadi bagi pengguna. Pasalnya, kasus kebocoran data sangat berefek pada pemilik data, bukan pengelola data.

"Pengelola data paling banter hanya mendapat malu, dianggap tidak kapabel. Tetapi pemilik data yang harus menanggung akibat dari kebocoran data," kata Alfons dalam keterangan resminya, Selasa (23/8/2022).

Pertama, efek kebocoran data bagi pengguna adalah data tersebut bisa digunakan sebagai dasar untuk merancang rekayasa sosial phising yang menyasar pemilik data.

Contoh kasusnya, kata Alfons, penipu bisa memalsukan identitasnya sebagai customer service bank untuk meminta kredensial transaksi yang bisa dimanfaatkan buat mencuri dana nasabah.

Kedua, data yang bocor bisa dipakai untuk mempermalukan pemilik asli. Misalnya, informasi pengguna yang sensitif bisa diungkap dari history seperti penyakit tertentu, kecenderungan seksual yang menyimpang, browsing situs porno, atau hal lain yang sifatnya pribadi dan sangat rahasia.

Ketiga, kasus kebocoran data seperti data kependudukan bisa digunakan untuk membuat KTP bodong. KTP palsu ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan tindak kejahatan, yang mana pemilik asli justru malah menjadi korban dan berurusan dengan pihak berwajib.

Keempat, data yang bocor bisa digunakan untuk profiling korban. Nah data itu bisa dipakai untuk menjadi sasaran iklan atau algoritma untuk mengubah pandangan politik korban, yang mana itu menyebabkan kekacauan politik seperti di Amerika Serikat, Brexit, hingga Arab Spring.

Meski begitu, Alfons menilai kalau korban kebocoran data bisa meminimalisir rentetan efek buruk tersebut.

"Kalau yang bocor adalah data kredensial, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah segera mengganti password. Atau jika akun tersebut sudah mengaktifkan perlindungan Two Factor Authentication (TFA), maka akun tersebut sebenarnya masih relatif aman meskipun kredensialnya bocor," terang Alfons.

Baca Juga: Telkom Pastikan Keamanan Data Pelanggan dan Tegaskan Tidak Ada Kebocoran Data

Tapi apabila kebocoran data menimpa data yang sifatnya rahasia seperti kependudukan, satu-satunya hal terbaik yang bisa dilakukan adalah berdoa kepada Tuhan.

"Satu-satunya hal terbaik yang dapat dilakukan adalah berdoa kepada Tuhan YME, supaya datanya yang sudah bocor dan tersebar itu tidak disalahgunakan. Juga, semoga pengelola data yang bocor tersebut kembali ke jalan yang benar untuk mengelola data dengan bertanggung jawab," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI