Meta Siapkan Beberapa Fitur Berbayar di Facebook, Instagram, dan WhatsApp

Dythia Novianty Suara.Com
Selasa, 06 September 2022 | 14:51 WIB
Meta Siapkan Beberapa Fitur Berbayar di Facebook, Instagram, dan WhatsApp
Logo Meta. [Chris Delmas/AFP]

Suara.com - Meta sedang menyiapkan "kemungkinan fitur berbayar" untuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, menurut memo internal.

Divisi baru ini merupakan terobosan serius pertama Meta dalam membangun fitur berbayar di seluruh aplikasi sosial utamanya, di mana ketiganya memiliki jumlah pengguna yang sangat banyak.

Fitur berbayar ini sedang disiapkan setelah bisnis iklan Meta sangat dirugikan oleh perubahan pelacakan iklan Apple di iOS dan kerugian lebih luas dalam belanja iklan digital.

Grup yang diberi nama New Monetization Experiences ini akan dipimpin oleh Pratiti Raychoudhury, yang sebelumnya adalah kepala penelitian Meta.

VP monetisasi Meta yang mengawasi grup, John Hegeman, mengatakan, perusahaan masih berkomitmen untuk mengembangkan bisnis iklannya, dan tidak berencana untuk membiarkan orang membayar untuk mematikan iklan di aplikasinya.

“Saya pikir kami memang melihat peluang untuk membangun jenis produk, fitur, dan pengalaman baru yang orang-orang akan bersedia membayar dan bersemangat untuk membayarnya,” katanya.

Postingan Mark Zuckerberg. [Facebook]
Postingan Mark Zuckerberg. [Facebook]

Dia menolak untuk merinci fitur berbayar yang sedang disiapkan.

Pendapatan Meta hampir seluruhnya berasal dari iklan dan meskipun sudah memiliki beberapa fitur berbayar di seluruh aplikasinya, raksasa media sosial itu belum menjadikan pengisian daya sebagai prioritas hingga sekarang.

"Dalam jangka panjang, Meta melihat fitur berbayar menjadi bagian yang lebih berarti dari bisnisnya, kata Hegeman dilansir laman The Verge, Selasa (6/9/2022).

Baca Juga: Kementerian Koperasi dan UKM dan WhatsApp Luncurkan Chatbot Jagowan

Administrator grup Facebook sudah dapat mengenakan biaya untuk akses ke konten eksklusif, dan "bintang" virtual dapat dibeli untuk dikirim ke pembuat konten.

WhatsApp bisnis memiliki ketentuan tertentu untuk mengirim pesan kepada pelanggan mereka dan Instagram baru-baru ini mengumumkan bahwa pembuat konten juga dapat mulai membebankan biaya berlangganan untuk akses ke konten eksklusif.

Pada bulan Juni, CEO Mark Zuckerberg mengatakan perusahaan tidak akan memotong transaksi dari fitur berbayar dan langganan hingga 2024.

Meta tidak sendirian dalam mendorong lebih banyak fitur berbayar. Sebut saja TikTok, mulai menguji langganan berbayar untuk pembuat konten awal tahun ini, Twitter telah membayar Super Follows, dan Discord menghasilkan uang sepenuhnya dari langganan Nitro-nya.

Ilustrasi whatsapp - Apakah Download GB WhatsApp Berbahaya? (Freepik)
Ilustrasi WhatsApp. (Freepik)

“Kami jelas memperhatikan apa yang terjadi di industri ini. Dan saya pikir ada banyak perusahaan yang telah melakukan hal-hal menarik di bidang ini yang menurut saya mudah-mudahan dapat kita pelajari dan tiru dari waktu ke waktu," jelas Hegeman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI