Google Dituduh Lakukan Anti Persaingan untuk Mesin Pencarian

Dythia Novianty Suara.Com
Senin, 12 September 2022 | 08:27 WIB
Google Dituduh Lakukan Anti Persaingan untuk Mesin Pencarian
Logo Google. [Rajeshwar Bachu/Unsplash]

Suara.com - Departemen Kehakiman AS menuduh Google melakukan praktik anti persaingan karena membayar sejumlah besar uang kepada perusahaan teknologi besar untuk mempertahankan dominasinya di pasar mesin pencari.

Selama sidang di Washington, D.C., pengacara DOJ Kenneth Dintzer mengemukakan kekhawatiran tentang kesepakatan Google, dengan pembuat telepon besar dan operator jaringan di Amerika Serikat, untuk menjadikan Google Penelusuran sebagai mesin pencari default.

"Google menginvestasikan miliaran dalam default, mengetahui orang tidak akan mengubahnya," kata Dintzer kepada Hakim Amit Mehta.

"Mereka membeli eksklusivitas default karena default sangat penting," dilansir Android Central, Senin (12/9/2022).

Namun, jumlah pastinya tidak diungkapkan. Dintzer berpendapat bahwa Apple, Samsung, Motorola, dan pembuat telepon lainnya dibayar dalam jumlah besar untuk menjaga agar Google Penelusuran tetap dominan pada produk mereka.

Sebuah catatan investasi dari analis Bernstein Toni Sacconaghi mengklaim tahun lalu bahwa Google dapat membayar hampir 15 miliar Dolar AS untuk menjadi mesin pencari default pada produk Apple.

Ilustrasi Google Search. [Shutterstock]
Ilustrasi Google Search. [Shutterstock]

Menurutnya, hal ini juga memungkinkan Google untuk mengumpulkan harta karun berupa data pengguna, yang memperkuat kerajaan periklanannya.

Meskipun pengguna memiliki opsi untuk mengubah mesin telusur default di ponsel mereka, kebanyakan orang tidak repot melakukannya sama sekali.

Di sisi lain, pengacara Google John Schmidtlein telah membantah klaim DOJ, dengan alasan bahwa perusahaan menghadapi persaingan dari lusinan mesin pencari.

Baca Juga: Mangkuk Ayam Jago Muncul di Google Doodle, Terungkap Bukan Asli Indonesia

"Fakta bahwa Google tidak menghadapi persaingan yang sama di setiap permintaan tidak berarti perusahaan tidak menghadapi persaingan yang ketat," kata Schmidtlein.

Sidang gugatan antitrust DOJ dijadwalkan untuk beberapa waktu tahun depan.

Untuk Samsung dan raksasa smartphone lainnya, gugatan itu berarti mereka bisa kehilangan miliaran dolar jika Google diperintahkan untuk mengakhiri kontrak pencarian default ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI