Suara.com - Head of WhatsApp Will Cathcart membalas sindiran Pendiri Telegram, Pavel Durov yang menuding kalau aplikasinya tak aman.
Will Cathcart mengaku, justru dirinya tak akan pernah menggunakan Telegram untuk hal-hal pribadi.
"Tidak seperti WhatsApp, Telegram tidak memiliki enkripsi end-to-end default dan tidak ada cara untuk mengaktifkannya di grup," kata Cathcart dalam akun Twitter (@wcathcart), dikutip Senin (10/10/2022).
"Itu artinya Telegram memiliki salinan pesan anda, dan itu membuat saya khawatir," tuding dia.
Will Cathcart merujuk pada kritikan Moxie Marlinspike selaku Pendiri Signal yang ditulis tahun lalu.
Saat itu, Moxie Marlinspike mengklaim, Telegram amat buruk dalam hal privasi dan pengumpulan data.
Ia juga heran kalau banyak media yang menyebut Telegram adalah aplikasi messenger yang terenkripsi.
"Telegram memiliki banyak fitur menarik, tetapi dalam hal privasi dan pengumpulan data, tidak ada pilihan yang lebih buruk," ujar Moxie Marlinspike dalam utas Twitter saat itu, Senin (27/12/2021).
Lebih lanjut Will Cathcart mengaku, tak percaya sedetik pun kalau Pavel membuat klaim ini tanpa maksud untuk meninggikan Telegram.
"Sangat menyedihkan melihat Telegram mencoba dan menggunakan disinformasi sebagai taktik untuk meningkatkan pertumbuhan mereka," tegas dia.
Sebelumnya, Pendiri Telegram Pavel Durov menuding WhatsApp sebagai alat mata-mata. Ia juga mendesak pengguna untuk menjauh dari aplikasi tersebut.
Hal ini diungkap Durov setelah menyorot masalah keamanan WhatsApp bulan lalu. Ia bahkan mengajak pengguna untuk pindah ke aplikasi perpesanan lain.
"Hacker dapat memiliki akses penuh ke semua yang ada di ponsel pengguna WhatsApp," kata Durov melalui kanal Telegram, dikutip dari India Today, Jumat (7/10/2022).
Ia mengklaim kalau WhatsApp telah mengawasi data pengguna selama 13 tahun terakhir.

Menurutnya, ada kerentanan keamanan yang sebenarnya sengaja dibiarkan WhatsApp.