Waduh! Peretas Mengklaim Berhasil Mencuri Data 400 Juta Pengguna Twitter

Dythia Novianty Suara.Com
Selasa, 27 Desember 2022 | 09:13 WIB
Waduh! Peretas Mengklaim Berhasil Mencuri Data 400 Juta Pengguna Twitter
Ilustrasi Twitter.(Unsplash.com/Souvik Banerjee)

Suara.com - Peretas mengklaim telah mendapatkan data 400 juta pengguna Twitter dan menjualnya di pasar gelap.

Data dilaporkan berisi email pribadi dan nomor telepon yang ditautkan dari pengguna Twitter profil tinggi.

Pada Sabtu (24/12/2022) waktu setempat, firma intelijen kejahatan dunia maya Hudson Rock mengklaim, telah menemukan 'aktor ancaman yang kredibel' yang menjual data Twitter yang dicuri.

"Database pribadi berisi sejumlah besar informasi termasuk email dan nomor telepon pengguna profil tinggi seperti AOC, Kevin O'Leary, Vitalik Buterin & lainnya," kata Hudson Rock dalam sebuah tweet.

Dalam postingan tersebut, aktor ancaman mengklaim data diperoleh pada awal 2022 karena kerentanan di Twitter, serta berusaha memeras Elon Musk untuk membeli data atau menghadapi tuntutan hukum GDPR.

Hudson Rock mengatakan bahwa meskipun belum dapat sepenuhnya memverifikasi klaim peretas mengingat jumlah akun, dikatakan bahwa 'verifikasi independen dari data itu sendiri tampaknya sah'.

Perusahaan keamanan Web3 DeFiYield juga melihat 1.000 akun yang diklaim dimiliki oleh peretas dan memverifikasi bahwa datanya 'nyata'.

Itu juga menjangkau peretas melalui Telegram dan mencatat bahwa mereka secara aktif menunggu pembeli.

Data yang dilanggar tersebut dipahami berasal dari 'Zero-Day Hack' dari 2021, yang memungkinkan peretas untuk mengikis informasi pribadi yang kemudian mereka susun ke dalam basis data untuk dijual di web gelap.

Baca Juga: Fitur Baru Twitter Blue Bisa Unggah Video 60 Menit

Dilansir laman Metro.co.uk, Selasa (27/12/2022), bug itu ditambal pada Januari tahun ini.

"Kami telah melihat pelanggaran data seperti ini sebelum mengiklankan informasi pribadi di situs web untuk pembayaran yang ternyata sebagian besar tidak benar," kata penasihat keamanan siber global, Jake Moore.

Penjahat dunia maya sering meretas sebagian kecil data dan kemudian mengklaim memiliki jauh lebih banyak di database mereka untuk meningkatkan pembayaran uang tebusan.

Namun, sebagian kecil dari data yang bocor telah dikonfirmasi dan dapat menimbulkan konsekuensi besar dengan informasi sensitif yang dicuri.

Moore telah menyarankan orang untuk tetap waspada terhadap email phishing dan serangan potensial lainnya yang sering terjadi setelah pelanggaran seperti ini.

Penting juga untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor untuk Twitter dan akun lain seperti dompet digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI