Kominfo Bantah Proyek Pembangunan BTS 4G Ditolak Warga

Dicky Prastya Suara.Com
Minggu, 31 Desember 2023 | 11:04 WIB
Kominfo Bantah Proyek Pembangunan BTS 4G Ditolak Warga
Ilustrasi BTS 4G. [Antara]

Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi membantah adanya penolakan dari masyarakat soal proyek Base Transceiver Station (BTS) 4G yang dibangun Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kemenkominfo (BAKTI Kominfo).

Ia menegaskan kalau pembangunan BTS 4G BAKTI Kominfo di lokasi terdepan, terluar, dan tertinggal alias wilayah 3T itu justru amat dibutuhkan masyarakat.

"Enggak ada penolakan, masyarakat justru membutuhkan akses internet. Masyarakat meminta, bukan penolakan," katanya, dikutip dari siaran pers Kominfo, Minggu (31/12/2023).

Budi Arie menjelaskan kalau masyarakat di wilayah 3T bisa meminta pembangunan BTS 4G ke Bupati masing-masing untuk mendapatkan akses internet.

"Sekarang masyarakat lewat Bupatinya yang minta. Masyarakat yang meminta pembangunan BTS di daerahnya,” imbuhnya.

Menkominfo menyatakan 4.990 BTS telah terbangun di wilayah 3T. Namun masih ada 630 BTS yang belum selesai dan akan dirampungkan pada semester satu (H1) tahun 2024.  

Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi meresmikan proyek BTS 4G yang dibangun BAKTI Kominfo pada Kamis (28/12/2023). [Screenshot YouTube Sekretariat Presiden]
Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi meresmikan proyek BTS 4G yang dibangun BAKTI Kominfo pada Kamis (28/12/2023). [Screenshot YouTube Sekretariat Presiden]

Diketahui 4.990 proyek BTS 4G yang dibangun oleh BAKTI Kominfo sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Adapun total proyek secara keseluruhan berjumlah sekitar 7.200.

"Siang ini saya resmikan pengoperasian sinyal BTS 4G BAKTI dan akses internet di desa 3T (wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal), serta pengoperasian dan integrasi Satelit Republik Indonesia 1 di Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara," kata Jokowi dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (28/12/2023).

Dalam sambutannya, Jokowi menilai kalau Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari 17.000 pulau. Dengan kondisi geografis beragam ini, Jokowi menilai kalau pemerintah harus menyiapkan sejumlah infrastruktur.

Baca Juga: Pembangunan 4.990 BTS 4G Rampung, Presiden Jokowi Ucap Syukur

"Baik itu infrastruktur jalan, pelabuhan, bandara, dan juga pembangunan infrastruktur kesehatan, pendidikan, sangatlah tidak mudah. Tidak seperti negara-negara lain yang hanya satu daratan," curhat Jokowi.

Melihat kondisi itu, Jokowi mengakui kalau Indonesia memerlukan infrastruktur di sisi konektivitas untuk menjangkau seluruh lapisan Indonesia.

Ia menilai kalau pembangunan infrastruktur telekomunikasi itu dilakukan sebagai rangka untuk memperkuat dan kesatuan bangsa.

"Kami sudah membangun berbagai infrastruktur konektivitas, kami juga sudah membangun tol langit, agar seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang setara ke dunia digital, termasuk dalam pembangunan BTS," papar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI