Studi DoubleVerify Ungkap Kesenjangan Pemahaman dan Tindakan dari Pengiklan ke Kualitas Media di Asia Pasific

Suwarjono

Selasa, 30 Januari 2024 | 17:37 WIB
Studi DoubleVerify Ungkap Kesenjangan Pemahaman dan Tindakan dari Pengiklan ke Kualitas Media di Asia Pasific
Muhammad Arif Bijaksana, Conrad Tallarity dan team DoubleVerify (Suwarjono/Suara.com)

Suara.com - DoubleVerify  platform perangkat lunak terkemuka untuk pengukuran, data, dan analitik media digital, hari ini membagikan sejumlah informasi penting seputar industri periklanan dan lanskap kualitas media di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Dalam acara diskusi media hari ini, Selasa (30/1/2024), di Jakarta,  DV mengulas hasil studi dari laporan "Raising the Bar in APAC: How Media Quality and Performance Drive Outcomes" yang digarap bersama dengan WARC.

Managing Director, APAC, DoubleVerify  Conrad Tallariti  mengatakan, bahwa Asia Tenggara telah menjadi wilayah dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia, didukung oleh digitalisasi oleh negara seperti Filipina, yang berada pada posisi teratas dalam pertumbuhan industri ritel e-commerce.

Meskipun potensi pertumbuhan belanja iklan digital di kawasan Asia Pasifik sangat besar, pengiklan harus tetap melindungi investasi mereka dengan melakukan verifikasi berkala terhadap semua saluran digital, agar tidak berisiko membuang-buang investasi mereka. “ Kualitas media harus menjadi dasar dari setiap kampanye periklanan, dan pemasar membutuhkan edukasi lebih tentang verifikasi,” kata dia.

Di dalam laporan tersebut, DV mengungkapkan sejumlah temuan menarik yang relevan dan bermanfaat bagi pelaku industri periklanan di Asia Pasifik, termasuk Indonesia di dalamnya, guna meningkatkan performa periklanannya. Sejumlah temuan tersebut antara lain minat yang besar terhadap media sosial di seluruh wilayah Asia Pasifik. 60% pengguna media sosial dunia ada di sini, dan kita akan segera melihat bagaimana media sosial berkembang dari koneksi ke perdagangan. Faktanya, DoubleVerify menemukan bahwa 35% pemasar menyebut fragmentasi audiens sebagai kekhawatiran utama, dan hal ini memiliki alasan yang bagus.

Berikutnya, pemasar di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, memiliki sentimen positif terhadap pengukuran kualitas media, dengan 91% setuju bahwa hal tersebut penting untuk dilakukan untuk mendorong pemanfaatan saluran media yang sukses

Temuan lain, survei yang sama menunjukkan bahwa verifikasi iklan tidak dilakukan secara always-on oleh pemasar di Asia Pasifik. Hanya 1 di antara 3 pemasar yang menggunakan alat verifikasi secara ad-hoc

“Survei juga menunjukkan bahwa sebagian besar pemasar gagal mengevaluasi keputusan pembelian media digital, dengan hanya 17% di antara mereka yang mengevaluasi efektivitas berdasarkan indikator penting seperti brand suitability, viewability, fraud, serta intended geography,” kata dia.

Muhammad Arif Bijaksana, Business Director, Indonesia, DoubleVerify menjelaskan, Indonesia adalah pasar yang besar dengan segala bentuk potensi dan peluang bisnis digital yang besar. Di tengah kondisi lanskap periklanan dan digital yang terus berkembang, pengeluaran nilai belanja iklan di Indonesia tercatat hingga mencapai nilai sekitar USD 2,565 juta (setara sekitar lebih dari Rp 40 triliun) dan di tahun ini, nilai belanja iklan digital di Indonesia diproyeksikan akan mencapai lebih dari USD 3,051 juta (atau sekitar lebih dari Rp 48 triliun).

“Kondisi ini menjadi peluang besar bagi pemasar dan brand untuk dapat memaksimalkan performa kampanye periklanan mereka, demi menjangkau target yang lebih luas secara lebih efektif,” kata dia.

Business Director DoubleVerify Indonesia Muhammad Arif Bijaksana (Suwarjono/Suara.com)
Business Director DoubleVerify Indonesia Muhammad Arif Bijaksana (Suwarjono/Suara.com)

Dijelaskan Muhammad Arif Bijaksana, pertumbuhan media ritel juga menjadi hal unik yang disorot oleh DoubleVerify,  seperti dari tahap penelusuran hingga pembelian, konsumen di Asia Pasifik menggunakan media sosial di berbagai tahap dalam melakukan pembelian. Konsumen di Indonesia (sebanyak 63%) secara signifikan memanfaatkan media sosial untuk melakukan riset produk yang mereka butuhkan.

Temuan lainnya, lanjut Arif,  super-app juga menjadi fenomena besar saat ini, di mana local commerce market seperti Grab, Lazada dan Tokopedia tumbuh populer sebagai channel pencarian, mengalahkan media sosial dan Google Search.

“Terjadi fenomena media sosial yang awalnya platform untuk connecting people menjadi jual beli,” kata dia.

Akibatnya, peningkatan penggunaan e-commerce memberikan peluang tambahan bagi pengiklan untuk menjangkau konsumen yang berniat menghabiskan lebih banyak waktu online, terutama di e-commerce, seperti di kala Ramadan (berdasarkan survei Maret 2023), yang berniat melakukan pembelian sejumlah produk seperti; busana dan aksesoris (76%).

Dari hasil studi DV juga terungkap perhatian pengguna juga menjadi hal menarik yang diulas, seperti pada 2023 lalu, kini sebanyak 70% konsumen di Asia Tenggara (66% di Indonesia) menghabiskan lebih banyak waktu untuk online di jika dibandingkan dengan era sebelum pandemi.

Sebanyak 98% pemasar yang disurvei mengatakan mereka menggunakan alat pengukuran metrik attention untuk mengevaluasi pembelian media digital. Namun, pengukuran metrik tradisional saja tidaklah cukup.

Terakhir, namun tidak kalah penting adalah terjadinya transformasi periklanan dengan AI.

“ Teknologi di dunia ini terus menerus berevolusi, begitu pula dengan industri periklanan, ditandai dengan hadirnya periklanan digital (tahun 2010an), programatik (tahun 2010an) dan kecerdasan buatan (di tahun 2020an,” kata Arif.

Pada saat yang sama, perkembangan AI akan berdampak luas pada industri periklanan. Khususnya, kemampuan prediktif pembelajaran mesin untuk mengoptimalkan kinerja iklan di berbagai bidang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bule Bingung Iklan di Indonesia Pakai Bahasa Inggris, Netizen Jutek: Kayak Bahasa Negerinya Hina Banget!

Bule Bingung Iklan di Indonesia Pakai Bahasa Inggris, Netizen Jutek: Kayak Bahasa Negerinya Hina Banget!

Lifestyle | Jum'at, 10 Mei 2024 | 07:10 WIB

DoubleVerify: Ini Trend dan Lanskap Industri Media Digital dan Periklanan 2024

DoubleVerify: Ini Trend dan Lanskap Industri Media Digital dan Periklanan 2024

Tekno | Selasa, 30 Januari 2024 | 19:53 WIB

Pemred Suara.com Beberkan 5 Poin yang Pengaruhi Perubahan Lanskap Media di 2024

Pemred Suara.com Beberkan 5 Poin yang Pengaruhi Perubahan Lanskap Media di 2024

News | Senin, 29 Januari 2024 | 17:34 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×