Pemred Suara.com Beberkan 5 Poin yang Pengaruhi Perubahan Lanskap Media di 2024

Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 29 Januari 2024 | 17:34 WIB
Pemred Suara.com Beberkan 5 Poin yang Pengaruhi Perubahan Lanskap Media di 2024
Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono (kanan) dan IMS Asia Programme Development Adviser, Emilie Lehmann-Jacobsen (kiri) dalam acara Webinar bertajuk Pentingnya Melayani Audiens Bagi Media Lokal yang disiarkan langsung melalui YouTube Suara.com pada Senin (29/1/2024). (tangkap layar)

Suara.com - Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono tak menampik akan adanya perubahan lanskap media di Indonesia yang begitu signifikan pada 2024.

Menurutnya, ada beberapa poin yang bisa diperhatikan oleh pelaku media, termasuk media-media lokal terkait pengaruh yang dapat mengubah lanskap media ke depan.

Baca Juga:

Asyik Makan di Pinggir Pantai, Gibran Rakabuming Kena Roasting: Anak Sekecil Itu Berkelahi dengan Mahfud

Viral SBY Makan Mie Instan, Auranya Curi Perhatian: Ditinggal Ibu Ani, Seperti Tak Semangat

Bus Kampanye AMIN Mendadak Dibatalkan, Mardani Ali Sera: Massa Siap Longmarch ke JIS

Hal tersebut dijabarkan Suwarjono dalam Live Streaming Webinar bertajuk 'Pentingnya Melayani Audiens Bagi Media Lokal' melalui YouTube Suara.com pada Senin (29/1/2024).

Selain Suwarjono, tampak ikut berpartisipasi dalam acara yang digelar oleh Suara.com dan IMS tersebut yakni IMS Asia Programme Development Adviser, Emilie Lehmann-Jacobsen, CEO dan Pemimpin Redaksi KaltimToday.co, Ibrahim Yusuf, Pemimpin Redaksi Suara Surabaya Eddy Prastyo serta IMS Country Programme Manager, Eva Danayanti.

Kembali kepada topik, apa saja lima poin yang dimaksud Suwarjono? Berikut penjelasannya:

baca juga

1. Pengaruh Publisher Right

Publisher Right merupakan regulasi yang diajukan Dewan Pers dan Task Force Media Sustainability untuk melindungi hak pengelolaan media serta penyebaran informasi di era dominasi platform digital dari luar negeri.

Apabila sudah berlaku, maka publisher right bakal menjadi aturan yang mewajibkan platform digital untuk memberi nilai ekonomi pada konten berita dari media lokal dan nasional atau istilah singkatnya ialah royalti atas konten yang dipublikasikan.

Menurut informasi yang diperoleh Suwarjono, regulasi Publisher Right akan ditandatangani Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 20 Februari 2024 atau bertepatan pada Peringatan Hari Pers Nasional.

Suwarjono menilai, dengan adanya publisher right, maka distribusi traffic media akan kian membaik ke depannya.

"Maka ada harapan bahwa distribusi traffic pasti akan bagus karena sekarang ini di Indonesia, 80 persen traffic itu dari search engine khususnya Google kemudian dari (Google) discover," kata Suwarjono.

Namun, ia menyebut, masih ada platform media raksasa yang belum menyetujui adanya regulasi Publisher Right. Padahal, platform yang dimaksudkannya, menjadi salah satu jalur utama bagi pendistribusian produk-produk media di Indonesia.

Apabila platform media raksasa itu tetap menolak, maka akan mengubah model bisnis hingga pendistribusian dari pihak publisher.

Kondisi tersebut mendorong media-media nasional harus membangun sendiri jalur pendistribusian produk-produk jurnalistiknya.

Menurutnya, dalam posisi tersebut, membangun audiens secara nyata menjadi hal penting, bukan hanya untuk media berskala nasional, tetapi juga media-media lokal.

"Nah, ini menarik, kalau sudah membangun sendiri distribusinya, mau nggak mau kita harus betul-betul memiliki audiens yang real, harus memiliki pasar market atau pembaca yang sangat dekat dengan kita, yang kira-kira butuh dan kita melayani mereka. Ini pentingnya audiens terlepas dari Publisher Right ini diterima atau tidak," jelasnya.

2. Hilangnya Cookies dalam Website

Suwarjono mengungkap, cookies akan dihilangkan di hampir seluruh platform media sosial ataupun yang menunjang akses internet.

Sebagai informasi, cookies merupakan kumpulan data yang diterima oleh komputer dari sebuah situs. Cookies akan menyimpan data dan mengirimkan kembali apabila kita mengunjungi situs yang sama.

Semisal cookies dihilangkan, maka langkah yang harus dilakukan selanjutnya ialah membangun first party data atau data pengunjung website yang dimiliki perusahaan sendiri.

Contoh paling mudah dari first party data ialah ketika Anda mengunjungi website Suara.com, lalu diminta untuk memasukan email atau username.

Menurut Suwarjono, first party data itu menjadi penting untuk membangun pasar sendiri.

"Ini pentingnya, orang atau pembaca atau audiens kita mau login pasti dia hanya login ke media-media yang dia sukai yang dekat dengan dia atau yang dia butuhkan ini juga makin penting kita memiliki audiens sendiri, pembaca sendiri," ungkapnya.

"Jadi, membangun fisrt party data saya kira salah satu kuncinya adalah membangun audiens," sambungnya.

3. Pesatnya Perkembangan Media Sosial

Cepatnya perkembangan media sosial membuat lanskap media pun ikut berubah. Masyarakat kini lebih gemar membaca berita atau mendapatkan informasi dari berbagai platform media sosial yang populer di Indonesia, semisal saja Instagram, TikTok, X hingga YouTube.

Situasi tersebut membuat media kini harus tampil lebih 'ganas' di platform media sosialnya masing-masing. Bukan hanya sekedar memberikan informasi yang dimiliki, tetapi penting menurut Suwarjono ialah bagaimana media bisa memahami keinginan dari audiens.

"Selain kita memiliki web yang bagus, keren, berbeda, tetapi kta juga memiliki akun media sosial yang keren, yang followersnya banyak, yang audiensnya berkualitas, sehingga orang-orang akan juga akan melihat bahwa, oh, ternyata media A, B atau C itu adalah media yang keren," tuturnya.

4. Ikut Adaptasi dengan AI Google

Suwarjono mengatakan, saat ini Google terus mengembangkan produknya, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi generative AI.

Inovasi Google itu disebut dengan Search Generative Experience atau SGE.

Inovasi Google tersebut menurut Suwarjono dapat dimanfaatkan oleh media-media lokal untuk mengembangkan konten-kontennya yang tersegmentasi.

5. Tren Video Media Sosial

Terakhir, Suwarjono juga melihat keunggulan produk di media sosial dalam bentuk video.

Karena membaca kebutuhan audiens yang lebih 'melek' media sosial, ia mengatakan, sudah sepatutnya media-media termasuk media lokal memanfatkan media sosial yang ada.

"Kedua adalah bagaimana video-video ini gimana kalau di halaman kita, kita kolaborasikan menjadi video, bagaimana kita menyusun direktori video-video, konten-konten bagus kemudian orang-orang mau subscribe," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Pendiri Friendster, Media Sosial Legendaris Tahun 2000-an

Profil Pendiri Friendster, Media Sosial Legendaris Tahun 2000-an

Bisnis | Minggu, 28 Januari 2024 | 15:00 WIB

Begini Doa Anies Usai Dapat Ancaman Penembakan di Media Sosial

Begini Doa Anies Usai Dapat Ancaman Penembakan di Media Sosial

Kotak Suara | Jum'at, 12 Januari 2024 | 12:20 WIB

SEC Klarifikasi Persetujuan ETF Bitcoin Spot yang Tersebar di Media Sosial

SEC Klarifikasi Persetujuan ETF Bitcoin Spot yang Tersebar di Media Sosial

Bisnis | Rabu, 10 Januari 2024 | 16:50 WIB

Publisher Right Didesak Disahkan, Wamenkominfo: Kita Berpacu dengan Teknologi

Publisher Right Didesak Disahkan, Wamenkominfo: Kita Berpacu dengan Teknologi

News | Selasa, 22 Agustus 2023 | 11:39 WIB

AMSI Desak Presiden Segera Sahkan Publisher Right Sebelum Kehilangan Relevansi

AMSI Desak Presiden Segera Sahkan Publisher Right Sebelum Kehilangan Relevansi

News | Selasa, 22 Agustus 2023 | 10:41 WIB

Apa Itu Publisher Right Indonesia? Sudah sampai Rancangan Perpres

Apa Itu Publisher Right Indonesia? Sudah sampai Rancangan Perpres

News | Selasa, 21 Februari 2023 | 20:57 WIB

Terkini

Karhutla Indonesia Tembus 202 Ribu Hektare, Ilmuwan Sebut El Nino Bukan Satu-satunya Pemicu

Karhutla Indonesia Tembus 202 Ribu Hektare, Ilmuwan Sebut El Nino Bukan Satu-satunya Pemicu

News | Jum'at, 18 September 2026 | 10:55 WIB

Tiket Nonton Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Dijual Hari Ini, Harga Mulai Rp100 Ribu

Tiket Nonton Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Dijual Hari Ini, Harga Mulai Rp100 Ribu

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 10:52 WIB

Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label, YLKI Desak Pemerintah Buka Posko Aduan

Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label, YLKI Desak Pemerintah Buka Posko Aduan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 10:51 WIB

Bukan Acara Biasa, FestVent Volume 3 Ajak Anak Muda Keluar dari Zona Nyaman

Bukan Acara Biasa, FestVent Volume 3 Ajak Anak Muda Keluar dari Zona Nyaman

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 10:49 WIB

Akun Instagram Densu Dipenuhi Curhat Penonton Baby Udon: Abang Bikin Kami Mau Berjuang Lagi

Akun Instagram Densu Dipenuhi Curhat Penonton Baby Udon: Abang Bikin Kami Mau Berjuang Lagi

Entertainment | Jum'at, 18 September 2026 | 10:49 WIB

Berkat Laporan BNI, Oknum Agen Nakal Satu Per Satu Diringkus di Jember

Berkat Laporan BNI, Oknum Agen Nakal Satu Per Satu Diringkus di Jember

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 10:49 WIB

AI Masuk Kelas, Acer Tantang Guru dan Sekolah Hadirkan Inovasi Nyata

AI Masuk Kelas, Acer Tantang Guru dan Sekolah Hadirkan Inovasi Nyata

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 10:48 WIB

Siapa Jose Henrique? Garangnya Bikin Kiper Arema FC Adi Satryo Was-was

Siapa Jose Henrique? Garangnya Bikin Kiper Arema FC Adi Satryo Was-was

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 10:44 WIB

Daftar Artis yang Pernah Jadi Sinden OVJ, Ada Dewi Gita hingga Winda Viska

Daftar Artis yang Pernah Jadi Sinden OVJ, Ada Dewi Gita hingga Winda Viska

Entertainment | Jum'at, 18 September 2026 | 10:42 WIB

Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank

Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 10:41 WIB

×