5 Tanda Aplikasi yang Kamu Download Berbahaya

Lintang Siltya Utami

Selasa, 25 Juni 2024 | 14:00 WIB
5 Tanda Aplikasi yang Kamu Download Berbahaya
Ilustrasi aplikasi. [Unsplash/dole777]

Suara.com - Pengguna ponsel biasanya mengunduh banyak aplikasi di perangkat untuk berbagai tujuan. Dengan beberapa pilihan yang tersedia, terkadang pengguna mungkin perlu lebih memperhatikan potensi risiko keamanan dan tidak asal download aplikasi.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua aplikasi dibuat dengan cara yang sama dan beberapa aplikasi mungkin menimbulkan ancaman signifikan terhadap privasi dan keamanan data pengguna.

Untuk membantu tetap aman, berikut lima tanda bahwa aplikasi yang diunduh pengguna berbahaya:

1. Jangan gunakan toko aplikasi pihak ketiga atau situs web yang tidak dikenal

Untuk memastikan keamanan saat mengunduh aplikasi seluler, tetap gunakan toko aplikasi resmi seperti Google Play untuk Android dan App Store Apple.

Platform ini memeriksa aplikasi sebelum mencantumkannya dan dengan cepat menghapus aplikasi berbahaya yang lolos.

Google Play Protect semakin meningkatkan keamanan dengan memindai aktivitas berbahaya dan menyembunyikan aplikasi usang yang memiliki potensi kerentanan.

Dianjurkan untuk mengunduh aplikasi dari sumber resmi ini daripada toko pihak ketiga. Jika pengguna menginginkan aplikasi dari pasar pihak ketiga, pilihlah yang memiliki reputasi baik seperti Amazon App Store atau Samsung Galaxy Store.

2. Baca kebijakan privasi aplikasi atau persyaratan layanan sebelum menyetujuinya

baca juga

Banyak pengguna melewatkan membaca ketentuan layanan dan kebijakan privasi aplikasi sebelum menerimanya. Namun, jika dokumen ini membingungkan atau tidak jelas, ini adalah tanda peringatan bahwa aplikasi tersebut mungkin menipu.

Selalu mencari informasi yang jelas mengenai pengumpulan dan penggunaan data. Persetujuan implisit, ketika pengguna menyetujui persyaratan hanya dengan menggunakan aplikasi, juga akan menimbulkan kekhawatiran.

Sebaliknya, kebijakan harus memerlukan persetujuan eksplisit, yang mana pengguna secara aktif menyetujuinya sebelum menggunakan aplikasi.

3. Pastikan aplikasi tidak melakukan monetisasi dengan mengumpulkan dan menjual data pengguna

Memonetisasi aplikasi dengan iklan adalah hal biasa. Hal ini memungkinkan pembuat aplikasi tetap bebas sambil menghasilkan pendapatan untuk pengembangan dan pembaruan.

Namun, iklan ini sering kali mencuri data pengguna untuk dijual kepada pengiklan pihak ketiga.

Meskipun pengumpulan data tertentu diperlukan untuk meningkatkan fungsionalitas aplikasi, pengumpulan data yang berlebihan menimbulkan risiko, termasuk potensi pelanggaran data.

Oleh karena itu, sebelum mengunduh aplikasi, tinjau kebijakan pengumpulan data dan pertimbangkan bagaimana aplikasi menghasilkan uang, terutama jika aplikasi tersebut gratis.

Ilustrasi aplikasi di HP. [Unsplash/Saulo Mohana]
Ilustrasi aplikasi di HP. [Unsplash/Saulo Mohana]

4. Periksa ulasan aplikasi dan jumlah unduhannya

Sebelum mengunduh aplikasi, periksa ulasannya. Aplikasi yang sebagian besar berperingkat rendah mungkin bermasalah.

Selain itu, jika aplikasi terkenal seperti Spotify, Netflix, atau Instagram hanya memiliki sedikit unduhan, verifikasikan keabsahan daftar tersebut untuk menghindari versi palsu.

5. Jangan mengunduh aplikasi yang meminta izin yang tidak perlu

Permintaan izin aplikasi dapat menunjukkan seberapa dapat dipercaya aplikasi tersebut.

Misalnya, aplikasi kalkulator tidak memerlukan akses ke mikrofon atau data lokasi pengguna. Namun, aplikasi media sosial seperti Instagram atau TikTok secara logis dapat meminta akses kamera dan mikrofon.

Permintaan izin yang tidak diperlukan mungkin menandakan niat jahat, seperti mengakses data sensitif. Sebagian besar aplikasi masih berfungsi jika izin ditolak, dan pengguna dapat mengaktifkan izin untuk penggunaan tertentu untuk sementara.

Itulah beberapa tanda yang harus diwaspadai ketika mengunduh aplikasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Aplikasi Bloatware yang Sering Dikeluhkan Pengguna Smartphone?

Apa Itu Aplikasi Bloatware yang Sering Dikeluhkan Pengguna Smartphone?

Tekno | Selasa, 25 Juni 2024 | 12:34 WIB

Casio G-SHOCK GBD-300 Resmi Meluncur, Sasar Olahragawan

Casio G-SHOCK GBD-300 Resmi Meluncur, Sasar Olahragawan

Tekno | Selasa, 25 Juni 2024 | 12:16 WIB

Stop Aplikasi Nakal! Begini Cara Blokir Akses Kamera dan Lokasi di HP

Stop Aplikasi Nakal! Begini Cara Blokir Akses Kamera dan Lokasi di HP

Tekno | Senin, 24 Juni 2024 | 18:41 WIB

Terkini

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:11 WIB

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:09 WIB

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:08 WIB

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:05 WIB

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:04 WIB

Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi

Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

Sekolah Gratis Hanya untuk SPP? Ini Penjelasan Lengkap Mendikdasmen Soal Seragam dan Ekskul

Sekolah Gratis Hanya untuk SPP? Ini Penjelasan Lengkap Mendikdasmen Soal Seragam dan Ekskul

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

Barang Terus Bertambah, Tapi Mengapa Rasa Cukup Justru Hilang?

Barang Terus Bertambah, Tapi Mengapa Rasa Cukup Justru Hilang?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

BRI Sabet 3 Gelar Sekaligus dan Kukuhkan Puncak Fortune Indonesia 5 Tahun Beruntun

BRI Sabet 3 Gelar Sekaligus dan Kukuhkan Puncak Fortune Indonesia 5 Tahun Beruntun

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 18:57 WIB

Auman Singa Mesopotamia, Presiden Iran Ubah Sidang Umum PBB Jadi Arena Lawan AS

Auman Singa Mesopotamia, Presiden Iran Ubah Sidang Umum PBB Jadi Arena Lawan AS

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:53 WIB

×