Ransomware 3.0 Makin Canggih! Begini Cara Kaspersky Bantu Lindungi Data Perusahaan Anda

Muhammad Yunus

Rabu, 18 Desember 2024 | 13:31 WIB
Ransomware 3.0 Makin Canggih! Begini Cara Kaspersky Bantu Lindungi Data Perusahaan Anda
Ilustrasi ChatGPT yang menggambarkan upaya global melawan ancaman ransomware [Suara.com/Muhammad Yunus]

Suara.com - Perusahaan keamanan siber dan privasi digital global membagikan tip untuk menghindari serangan ransomware kepada organisasi maupun perusahaan.

Dalam siaran persnya pada Rabu 18 Desember 2024, Kaspersky menjelaskan bahwa ransomware adalah perangkat lunak pemerasan yang dapat mengunci komputer dan kemudian meminta tebusan untuk melepaskannya.

Ancaman yang ditimbulkan oleh ransomware bergantung pada varian virusnya.

Ransomware meliputi dua kategori utama, yaitu ransomware locker dan ransomware crypto.

Ransomware locker memengaruhi fungsi dasar komputer, sedangkan ransomware crypto membuat berkas individual tetap terenkripsi.

Faktanya, ransomware dapat bersifat kompleks atau sederhana, tergantung pada korban yang disasar.

Ransomware umum tersebar luas melalui kampanye spam berbahaya, sedangkan ransomware kompleks digunakan dalam serangan yang ditargetkan.

Pada kebanyakan kasus, infeksi ransomware terjadi dengan cara berikut.

Pertama, malware memperoleh akses ke perangkat. Jika ransomware atau Trojan enkripsi masuk ke komputer, dia mengenkripsi data atau mengunci sistem operasi pengguna. Setelah itu, tebusan akan diminta dari korban.

baca juga

Dengan munculnya tren Ransomware 3.0, para penyerang mampu menghasilkan berbagai versi ancaman yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, yang juga disebut Ransomware-as-a-Service atau RaaS.

Ransomware as a Service memberi kesempatan kepada pelaku kejahatan siber dengan kemampuan teknis yang rendah untuk melakukan serangan ransomware.

Malware tersebut tersedia bagi para pembeli, yang berarti risiko lebih rendah dan keuntungan lebih tinggi bagi para pemrogram perangkat lunak.

Kaspersky mendeteksi 57.571 serangan ransomware pada bisnis di wilayah Asia Tenggara dari Januari hingga Juni 2024.

Ransomware yang menyasar bisnis di wilayah ini paling banyak berada di Indonesia, dengan jumlah insiden yang diblokir oleh Kaspersky sebanyak 32.803 insiden.

Selain itu, Kaspersky memblokir 15.208 serangan ransomware di Filipina, 4.841 serangan di Thailand, 3.920 serangan berbahaya di Malaysia, 692 serangan di Vietnam, dan 107 serangan di Singapura.

Manajer Umum Wilayah Asia Tenggara Kaspersky Yeo Siang Tiong mengemukakan kemungkinan pelaku kejahatan siber untuk membuat serangan mereka lebih efektif melalui konfigurasi opsi penyebaran jaringan dan fungsi penghentian pertahanan.

Dia mengatakan, hal tersebut menjadi lebih berbahaya jika penyerang memiliki kredensial istimewa yang valid pada infrastruktur yang ditargetkan.

Kaspersky menyampaikan bahwa perusahaan dan organisasi bisa membentengi diri dari serangan ransomware dengan menjalankan langkah-langkah sebagai berikut.

Pertama, jangan mengekspos layanan desktop atau manajemen jarak jauh (seperti RDP, MSSQL, dan lainnya) ke jaringan publik kecuali benar-benar diperlukan, dan selalu gunakan kata sandi yang kuat, autentikasi dua faktor, serta aturan firewall untuk jaringan tersebut.

Kedua, selalu perbarui perangkat lunak pada semua perangkat yang digunakan untuk mencegah ransomware mengeksploitasi kerentanan.

Berikutnya, fokuskan strategi pertahanan pada pendeteksian pergerakan lateral dan penyelundupan data ke Internet.

Berikan perhatian khusus pada lalu lintas keluar untuk mendeteksi koneksi pelaku kejahatan siber. Hal ini dapat dicegah dengan solusi deteksi dan respons jaringan seperti Kaspersky Anti Targeted Attack Platform (KATA).

Cadangkan data secara berkala dengan perhatian khusus pada strategi pencadangan offline. Pastikan pengguna dapat mengaksesnya dengan cepat dalam keadaan darurat saat dibutuhkan.

Lakukan penilaian dan audit rantai pasokan serta kelola akses layanan ke lingkungan pengguna.

Selanjutnya, siapkan rencana tindakan untuk risiko pengendalian reputasi data jika terjadi pencurian data.

Solusi seperti Kaspersky Next Extended Detection and Response dan layanan Kaspersky Managed Detection and Response yang digunakan untuk membantu mengidentifikasi dan menghentikan serangan pada tahap awal, sebelum penyerang mencapai sasaran akhir mereka.

Siapkan pusat operasi keamanan menggunakan alat manajemen informasi dan peristiwa keamanan seperti Kaspersky Unified Monitoring and Analysis Platform (KUMA), yang menyediakan analisis waktu nyata dari peristiwa keamanan yang dihasilkan oleh sumber data apa pun, seperti aplikasi atau perangkat keras jaringan.

Threat Intelligence terbaru dari Kaspersky dapat digunakan untuk mengetahui TTP aktual yang digunakan oleh pelaku ancaman siber.

Selain itu, penting pula mengedukasi karyawan. Program pelatihan khusus seperti yang disediakan di Kaspersky Automated Security Awareness Platform dan Kaspersky Expert dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hacker Profesional Sarankan Jangan Menyimpan Password Secara Digital, Ini Alasannya

Hacker Profesional Sarankan Jangan Menyimpan Password Secara Digital, Ini Alasannya

Tekno | Rabu, 18 Desember 2024 | 09:22 WIB

Pijar Sekolah Dorong Revolusi Pendidikan Digital dengan LMS Ujian Online yang Aman dan Efisien

Pijar Sekolah Dorong Revolusi Pendidikan Digital dengan LMS Ujian Online yang Aman dan Efisien

Bisnis | Senin, 16 Desember 2024 | 11:38 WIB

Kaspersky Prediksi Ancaman Siber Keuangan Seluler pada Tahun 2025 Meningkat!

Kaspersky Prediksi Ancaman Siber Keuangan Seluler pada Tahun 2025 Meningkat!

Tekno | Senin, 16 Desember 2024 | 11:19 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z

Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:15 WIB

Bahlil Sebut Antrean BBM di Sumatera Bukan Stok Habis, tapi Sopir Tangki Mogok

Bahlil Sebut Antrean BBM di Sumatera Bukan Stok Habis, tapi Sopir Tangki Mogok

Riau | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:12 WIB

Tutup Borok Korupsi dan PHK, Isu LGBTQ Diduga Cuma Strategi Pecah Fokus Kemarahan Publik

Tutup Borok Korupsi dan PHK, Isu LGBTQ Diduga Cuma Strategi Pecah Fokus Kemarahan Publik

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:10 WIB

Ekosida Peradaban Air Sumsel, Ketika Lahan Basah Tak Lagi Menjadi Ruang Hidup

Ekosida Peradaban Air Sumsel, Ketika Lahan Basah Tak Lagi Menjadi Ruang Hidup

Sumsel | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:06 WIB

Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?

Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:05 WIB

Wali Kota Minta Satpol PP Pekanbaru Segera Tertibkan Warung Remang-remang

Wali Kota Minta Satpol PP Pekanbaru Segera Tertibkan Warung Remang-remang

Riau | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:04 WIB

The Upstairs Hadirkan Musik Enerjik dan Cerita Kehidupan Urban di Soundrenaline 2026

The Upstairs Hadirkan Musik Enerjik dan Cerita Kehidupan Urban di Soundrenaline 2026

Entertainment | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:03 WIB

Dicecar DPR Soal Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 T, Menkop Tidak Tahu

Dicecar DPR Soal Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 T, Menkop Tidak Tahu

Video | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Salurkan Pinjaman Rp 65 Triliun ke 14,9 Juta UMKM

Purbaya Salurkan Pinjaman Rp 65 Triliun ke 14,9 Juta UMKM

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 18:52 WIB

Purbaya Turunkan Bunga Pinjaman Usaha Mikro dari 22% ke 8%

Purbaya Turunkan Bunga Pinjaman Usaha Mikro dari 22% ke 8%

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 18:44 WIB

×