Cara Cegah Abrasi Pantai, Benarkah dengan Membangun Pagar Laut?

Rifan Aditya

Senin, 13 Januari 2025 | 21:01 WIB
Cara Cegah Abrasi Pantai, Benarkah dengan Membangun Pagar Laut?
ilustrasi abrasi Pantai (freepik)

Suara.com - Misteri pembangunan Pagar Laut di pesisir utara Tangerang tampaknya menemui titik terang. Kelompok Nelayan yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Pantura menyebut Pagar Laut memang sengaja dibangun secara swadaya oleh masyarakat untuk mencegah abrasi. Benarkah cara cegah abrasi Pantai bisa dengan Pagar Laut?

Pagar Laut yang jadi viral sejak November 2024, dibangun hingga 30 kilometer. Awalnya, Pagar Laut itu disebut mengganggu nelayan yang ingin melaut mencari ikan. Sekarang, Pagar Laut disebut sebagai salah satu alat pemecah ombak, pencegah abrasi pantai serta bagian dari mitigasi terhadap ancaman Megathrust dan Tsunami. Benarkah demikian?

Cara Cegah Abrasi Pantai

Ada beberapa cara mencegah abrasi pantai. Manusia bisa melakukan beberapa usaha seperti menjaga keseimbangan alam daerah pantai dan melakukan sesuatu untuk meminimalisir dampak abrasi.

Abrasi pantai sendiri merupakan pengikisan atau erosi yang terjadi di daerah pantai karena air laut. Penyebabnya pasang surut air laut yang diakibatkan oleh interaksi antara gaya gravitasi bumi dan bulan yang mengelilingi.

Pasang surut tersebut mengubah pantai setiap harinya dengan membawa material baru dan menghilangkan material lainnya. Air laut akan mengikis pasir Ketika surut, lalu membawa banyak material dan menyebabkan abrasi pantai.

Pperubahan iklim bisa menjadi salah satu penyebab abrasi laut semakin meningkat. Perubahan iklim bisa menyebabkan badai dan permukaan air laut naik. Keadaan itu akan merendam garis pantai, mengakibatkan abrasi semakin luas, dan pantai menjadi semakin sempit.

Beberapa cara cegah abrasi pantai yang bisa dilakukan manusia misalnya:

1. Membangun pemecah gelombang

Manusia bisa mencegah abrasi pantai dengan membangun pemecah gelombang. Salah satu bentuk pemecah gelombang adalah Pagar Laut. Contohnya ada di pesisir utara Tangerang yang viral.

baca juga

Selain pagar laut bisa meletakkan batu pemecah gelombang di pesisir pantai. Anda bisa melihat contoh pemecah gelombang di Pantai Glagah, Congot, Jawa Tengah.

2. Menanam hutan mangrove

Hutang mangrove atau hutan bakau merupakan cara alami dalam mencegah abrasi pantai. Manusia bisa menanami pesisir pantai dengan pohon bakau yang berfungsi untuk menjaga stabilitas garis pantai, memecah gelombang, dan menjaga keseimbangan alam. Menanam hutan bakau disebut-sebut sebagai cara paling efektif untuk mencegah abrasi pantai.

Demikian itu cara cegah abrasi pantai. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Proyek Pagar Laut Diduga Libatkan Ekskavator, Netizen Ragukan JRP: Nelayan Kaya Ya?

Proyek Pagar Laut Diduga Libatkan Ekskavator, Netizen Ragukan JRP: Nelayan Kaya Ya?

Tekno | Senin, 13 Januari 2025 | 20:20 WIB

Heboh Pagar Laut 30 KM di Tangerang, Mungkinkah Jegal Proyek Tanggul Laut Raksasa?

Heboh Pagar Laut 30 KM di Tangerang, Mungkinkah Jegal Proyek Tanggul Laut Raksasa?

Bisnis | Senin, 13 Januari 2025 | 17:17 WIB

Eks Kabareskrim Susno Duadji Sindir Dalih Pagar Laut 30 KM Cegah Abrasi: Hinaan yang Anggap Semua Rakyat Bodoh!

Eks Kabareskrim Susno Duadji Sindir Dalih Pagar Laut 30 KM Cegah Abrasi: Hinaan yang Anggap Semua Rakyat Bodoh!

News | Senin, 13 Januari 2025 | 15:06 WIB

Apa Itu Tembok Ya'juj-Ma'juj? Jadi Sorotan Usai Viral Pagar Laut 30 Km di Tangerang

Apa Itu Tembok Ya'juj-Ma'juj? Jadi Sorotan Usai Viral Pagar Laut 30 Km di Tangerang

Religi | Senin, 13 Januari 2025 | 14:22 WIB

Usai Pagar Laut Heboh, PIK2 Ngotot PSN: Ini Duit Kami Tak Ada APBN!

Usai Pagar Laut Heboh, PIK2 Ngotot PSN: Ini Duit Kami Tak Ada APBN!

Bisnis | Senin, 13 Januari 2025 | 13:47 WIB

Terkini

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas

HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:00 WIB

8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda

8 Anggota Komite Mundur Jelang Hari H, Tahapan Pemilihan Ketua PSSI Jateng Ditunda

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 17:59 WIB

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 17:48 WIB

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:47 WIB

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:45 WIB

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:44 WIB

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:43 WIB

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:40 WIB

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:36 WIB

Terkuak di Sidang Korupsi Kuota Haji! Ini Arti 'Jurus Tendangan Tanpa Bayangan' Eks Dirjen Kemenag

Terkuak di Sidang Korupsi Kuota Haji! Ini Arti 'Jurus Tendangan Tanpa Bayangan' Eks Dirjen Kemenag

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:33 WIB

×