Bisakah Hewan Mempelajari Bahasa Spesies Lain?

Agung Pratnyawan

Sabtu, 22 Februari 2025 | 06:45 WIB
Bisakah Hewan Mempelajari Bahasa Spesies Lain?
Ilustrasi orang utan (Miguel Cuenca/pexels)

Suara.com - Beberapa di antara kita pas sering bertanya-tanya tentang apakah hewan bisa mempelajari bahasa spesies lain seperti yang dilakukan manusia?

Setiap tahun, manusia terus menerus mempelajari tentang bagaimana hewan berkomunikasi satu sama lain.

Penelitian menunjukkan bahwa gajah saling menyapa dengan mengepakkan telinga dan membuat suara gemuruh, paus sperma mengubah suara klik mereka berdasarkan konteks percakapan mereka, dan koloni tikus mol telanjang bahkan memiliki cara bicara mereka sendiri.

Jelaslah bahwa komunikasi di dunia hewan itu rumit. Namun, dengan semua cara unik untuk berkomunikasi ini, apakah mungkin seekor hewan mempelajari "bahasa" spesies lain?

Jadi apakah hewan bisa mempelajari bahasa spesies lain, seperti manusia?

Jawabannya mungkin iya. Dilansir dari Live Science, ternyata ada hewan yang bisa belajar memahami dan menggunakan vokalisasi atau sinyal dari spesies lain selain spesies mereka sendiri.

Namun, hingga kini masih banyak pertanyaan tentang apa yang terjadi di dalam kepala hewan tersebut.

Pertama-tama, penting untuk dicatat bahwa, meskipun "bahasa" adalah metafora yang berguna ketika kita berpikir tentang satu spesies yang memahami spesies lain, hewan sebenarnya tidak memiliki bahasa seperti yang dimiliki manusia.

"Bahasa merupakan semacam sistem komunikasi khusus spesies bagi manusia," kata Simon W. Townsend, seorang profesor antropologi evolusi di Universitas Zurich, kepada Live Science.

baca juga

Ketika mempelajari hewan, para ilmuwan justru meneliti fitur-fitur komunikasi tertentu, seperti bunyi tertentu yang memiliki makna tertentu, alih-alih menggunakan istilah-istilah yang berpusat pada manusia seperti "bahasa."

Ilustrasi Hewan Peliharaan. (unsplash/alvan nae)
Ilustrasi Hewan Peliharaan. (unsplash/alvan nae)

Dalam hal menangkap suara dari spesies lain, burung merupakan salah satu hewan yang paling banyak dipelajari.

Satu studi tentang migrasi burung penyanyi menunjukkan bahwa burung yang menyendiri dapat memahami panggilan spesies burung lain di jalur migrasi mereka.

Hal ini dilakukan untuk membantu mereka agar tetap aman dan melewati perjalanan panjang.

"Kami pada dasarnya mencari ketidakacakan, mencari pola dalam vokalisasi," kata Benjamin Van Doren, penulis pertama studi dan asisten profesor sumber daya alam dan ilmu lingkungan di University of Illinois Urbana-Champaign, kepada Live Science.

Dengan melihat apakah spesies burung yang berbeda terekam berdekatan saat mengeluarkan vokalisasi, para peneliti mengumpulkan data yang mendukung gagasan komunikasi lintas spesies.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Melatih AI untuk Mengenali Emosi Hewan

Peneliti Melatih AI untuk Mengenali Emosi Hewan

Tekno | Selasa, 18 Februari 2025 | 17:15 WIB

Lebih Besar dari Gajah: Mengungkap Batas Ukuran Hewan di Bumi

Lebih Besar dari Gajah: Mengungkap Batas Ukuran Hewan di Bumi

Tekno | Senin, 17 Februari 2025 | 18:20 WIB

WhatsApp Kembangkan Fitur Deteksi Bahasa, Bisa Otomatis Terjemahkan Pesan

WhatsApp Kembangkan Fitur Deteksi Bahasa, Bisa Otomatis Terjemahkan Pesan

Tekno | Kamis, 13 Februari 2025 | 13:58 WIB

Terkini

ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:30 WIB

Vivo X500 Pro Max Bocor! Kamera Sony LOFIC 50MP, Periskop 200MP Siap Gebrak Pasar

Vivo X500 Pro Max Bocor! Kamera Sony LOFIC 50MP, Periskop 200MP Siap Gebrak Pasar

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:15 WIB

Samsung Beri Sinyal Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 Meluncur 22 Juli, Fold8 Ultra Ikut Debut?

Samsung Beri Sinyal Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 Meluncur 22 Juli, Fold8 Ultra Ikut Debut?

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:10 WIB

Teknologi dan AI Dongkrak UMKM, DANA Beri Penghargaan 35 Pemenang SisBerdaya 2026

Teknologi dan AI Dongkrak UMKM, DANA Beri Penghargaan 35 Pemenang SisBerdaya 2026

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:04 WIB

3 HP Midrange Vivo Terbaik 2026 Pilihan Reviewer: Layar AMOLED, 5G, hingga Kamera Rasa Flagship

3 HP Midrange Vivo Terbaik 2026 Pilihan Reviewer: Layar AMOLED, 5G, hingga Kamera Rasa Flagship

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:35 WIB

Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun

Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:05 WIB

5 HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik yang Cocok untuk Multitasking

5 HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik yang Cocok untuk Multitasking

Tekno | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:10 WIB

7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh

7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh

Tekno | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:08 WIB

Bidik Tren Smart Home Indonesia, Buka Pintu Pakai Sidik Jari hingga Face Recognition

Bidik Tren Smart Home Indonesia, Buka Pintu Pakai Sidik Jari hingga Face Recognition

Tekno | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:23 WIB

SSD PCIe 5.0 Baru Hadir, Kecepatan Tembus 11.000 MB/s untuk Gaming, AI, dan Editing

SSD PCIe 5.0 Baru Hadir, Kecepatan Tembus 11.000 MB/s untuk Gaming, AI, dan Editing

Tekno | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:15 WIB

×