Q1 2025, Lebih dari 3 Juta Ancaman Siber Menargetkan Pengguna di Indonesia

Dythia Novianty

Senin, 05 Mei 2025 | 12:19 WIB
Q1 2025, Lebih dari 3 Juta Ancaman Siber Menargetkan Pengguna di Indonesia
Ilustrasi serangan siber, Senin (5/5/2025). [Pexels]

Suara.com - Dengan semakin pesatnya perkembangan digitalisasi, ancaman terhadap dunia maya menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh perusahaan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Menurut prediksi terbaru dari Kaspersky, ancaman siber yang terus berkembang, mulai dari serangan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) hingga kelemahan yang ada pada teknologi baru dan lama, diperkirakan akan menambah potensi risiko yang signifikan bagi perusahaan pada tahun 2025.

Selain itu, data terbaru dari Kaspersky mengenai telemetri untuk kuartal pertama (Q1) 2025 di Indonesia menunjukkan adanya lebih dari 3 juta upaya serangan daring yang terdeteksi di negara ini.

Data ini dikumpulkan dari laporan ancaman triwulanan yang mengandalkan pemrosesan dan pengumpulan informasi dari para pengguna sukarela yang terhubung dengan Kaspersky Security Network (KSN).

Dalam hal penurunan ancaman daring, secara keseluruhan, 15,5 persen pengguna terpengaruh oleh ancaman siber selama kuartal pertama tahun 2025.

Pada periode Januari hingga Maret 2025, produk Kaspersky berhasil mendeteksi sebanyak 3.269.174 ancaman siber yang berasal dari internet pada komputer-komputer yang tergabung dalam partisipasi KSN di Indonesia.

Ilustrasi hacker, Lebih dari 3 Juta Ancaman Siber Menargetkan Pengguna di Indonesia, Senin (5/5/2025), [Unsplash/mbaumi]
Ilustrasi hacker, Lebih dari 3 Juta Ancaman Siber Menargetkan Pengguna di Indonesia, Senin (5/5/2025), [Unsplash/mbaumi]

Serangan melalui peramban (browser) menjadi metode utama dalam penyebaran program berbahaya.

Teknik-teknik seperti mengeksploitasi celah atau kerentanannya, termasuk pada plugin peramban (dikenal dengan istilah drive-by download), serta rekayasa sosial, menjadi metode yang paling sering dipilih oleh para pelaku kejahatan siber untuk merusak sistem.

Data terbaru ini menunjukkan penurunan yang signifikan, yaitu sebesar 44,25 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu 2024, yang tercatat ada 5.863.955 deteksi.

baca juga

Indonesia juga menempati posisi ke-95 di dunia dalam hal bahaya yang terkait dengan aktivitas penjelajahan web.

Sementara itu, Kaspersky mencatatkan lima negara teratas dengan deteksi ancaman online terbanyak pada Q1 2025 secara global.

Peringkat pertama adalah Ukraina sebagai yang paling menjadi incaran penjahat siber pada Q1 2025 sebanyak 33,4 persen.

Dikuti, Belarus sebesar 32 persen, kemudian Rusia 30,7 persen, lalu Andorra 30,2 persen, dan Lithuania sebanyak 30,1 persen.

Menurut Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara, di masa depan, akan semakin besar kebutuhan untuk melindungi sistem, baik yang lama maupun yang baru, di tengah dinamika ketegangan geopolitik, sanksi, serta hambatan perdagangan yang semakin kompleks.

Saat ini, dia menambahkan, para penyerang sudah semakin canggih dalam menyempurnakan taktik mereka, sehingga organisasi-organisasi perlu beradaptasi dengan berinvestasi dalam solusi keamanan siber yang handal dan tangguh, yang tidak hanya mengandalkan teknologi mutakhir tetapi juga pengawasan dari para ahli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kolaborasi Dua Perusahaan Ini, Memperluas Portofolio Keamanan Siber

Kolaborasi Dua Perusahaan Ini, Memperluas Portofolio Keamanan Siber

Tekno | Jum'at, 28 Februari 2025 | 18:09 WIB

Cisco - Indosat : Ancaman Siber Makin Kompleks! Hanya 12 Persen Perusahaan RI Siap

Cisco - Indosat : Ancaman Siber Makin Kompleks! Hanya 12 Persen Perusahaan RI Siap

Tekno | Selasa, 25 Februari 2025 | 18:24 WIB

Riset: Serangan Siber Lokal Turun, Indonesia Peringkat 71 Dunia

Riset: Serangan Siber Lokal Turun, Indonesia Peringkat 71 Dunia

Tekno | Selasa, 25 Februari 2025 | 07:47 WIB

Synology Rilis ActiveProtect untuk Tangkal Serangan Siber

Synology Rilis ActiveProtect untuk Tangkal Serangan Siber

Tekno | Kamis, 20 Februari 2025 | 21:16 WIB

Waspada! Modus Penipuan Berkedok Gmail Ancam Pengguna Internet

Waspada! Modus Penipuan Berkedok Gmail Ancam Pengguna Internet

Tekno | Rabu, 19 Februari 2025 | 10:30 WIB

Mengapa Indonesia Jadi Target Empuk Serangan Siber?

Mengapa Indonesia Jadi Target Empuk Serangan Siber?

Tekno | Selasa, 18 Februari 2025 | 12:28 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×