Strategi Indonesia Kuasai Teknologi AI ala Indosat dan Microsoft

Dythia Novianty

Senin, 02 Juni 2025 | 21:07 WIB
Strategi Indonesia Kuasai Teknologi AI ala Indosat dan Microsoft
Ilustrasi AI. (pexels/Nemuel Sereti)

Suara.com - Sebagai upaya mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) yang etis, inklusif, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) menggelar webinar nasional bertajuk “Humanizing Artificial Intelligence”. 

Diselenggarakan pada 31 Mei 2025 secara daring, acara ini menjadi seminar publik lintas sektor mengulas terkait isu-isu penting sebagai landasan peta jalan AI Indonesia yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila.

Webinar ini dibuka oleh Dekan STEI ITB, Tutun Juhana, yang menekankan bahwa pengembangan AI seharusnya tidak terjebak pada semangat efisiensi semata. 

“Kita harus membumikan AI sesuai dengan falsafah bangsa kita yakni berdasarkan nilai Pancasila, ” ujarnya dalam keterangan resminya pada Senin 2 Juni 2025.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi memastikan bahwa AI tidak menjadi ancaman terhadap martabat manusia, tetapi sebaliknya, memperkuat harkat kemanusiaan.

Ardi Sutedja, Ketua Indonesia Cybersecurity Forum (ICSF), menggarisbawahi perlunya pendekatan berbasis risiko agar transformasi digital tidak menjadikan Indonesia sekadar pasar teknologi asing. 

Ia menekankan pentingnya tata kelola dan kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan AI.

"Ini bukan kerja satu pihak, tapi kolaborasi multipihak dari berbagai disiplin keilmuan,” ujarnya.

Ajar Edi, SVP Government Affairs PT Indosat Tbk., menyampaikan urgensi membangun sovereign AI sebagai cara agar Indonesia tidak hanya jadi konsumen, tapi juga produsen teknologi. 

baca juga

Ia menyatakan bahwa hilirisasi dan kedaulatan data adalah kunci. 

“Ketika AI factory ada di Indonesia, maka seluruh datanya akan diolah di Indonesia,” jelasnya. 

Hal ini dinilai penting agar solusi AI relevan dengan konteks lokal serta berdampak ekonomi jangka panjang.

Dari industri global, Panji Wasmana, National Technology Officer Microsoft Indonesia, memaparkan tren penggunaan agentic AI di dunia kerja berdasarkan riset Microsoft terhadap 31.000 responden global. 

Ia menekankan bahwa kendali manusia tetap krusial meskipun AI semakin otonom. 

“Bagaimana kita empower pengguna untuk mengerti risiko dan mampu memastikan bahwa AI dapat dikontrol sedemikian rupa,” ujarnya, seraya menyebut literasi AI, pemikiran inovatif, dan adaptabilitas sebagai kemampuan kunci masa depan.

Sementara itu, Ayu Purwarianti, peneliti dari Pusat AI ITB, menekankan bahwa AI harus selalu berada di bawah kendali manusia, menjamin keamanan data, serta transparan, dapat dijelaskan (explainable), dan akuntabel. 

Ilustrasi AI. (Dok: Pexels.com)
Ilustrasi AI. (Dok: Pexels.com)

Ia menyatakan, “AI tidak boleh berbahaya dan bertentangan dengan prinsip dan keamanan manusia.” 

Di sisi lain, penguatan literasi kecerdasan artifisial juga menjadi prioritas, termasuk pemahaman etika, adaptif mindset, dan pendidikan karakter sejak dini.

Iradat Wirid dari CfDS UGM mengingatkan bahwa AI yang human-centered bukan hanya tentang hasilnya, tapi juga tentang bagaimana AI dirancang dan siapa yang dilibatkan. 

Merujuk pada pemikir awal AI seperti Norbert Wiener dan J.C.R. Licklider, ia menekankan bahwa inovasi teknologi harus berpihak pada manusia, bukan gadget worship. 

Ia juga menyoroti empat tantangan besar dalam era AI yakni keamanan data, disinformasi, ketimpangan ekonomi, dan etika.

Indriaswati Dyah dari ELSAM menambahkan bahwa prinsip human-in-the-loop atau kehadiran manusia dalam seluruh siklus AI, dari pengembangan hingga operasional, harus menjadi prinsip utama. 

Ia menilai bahwa konteks Indonesia sebagai negara pengguna teknologi (bukan produsen asal) menjadikan pendekatan hak asasi manusia dalam AI semakin penting. 

“Kesadaran akan potensi risiko AI dalam menguatkan bias dan diskriminasi masih rendah,” ujarnya, seraya menekankan perlunya kolaborasi antar sektor di luar pemerintah.

Panel ketiga menyoroti pendidikan sebagai fondasi ekosistem AI yang beretika dan berkelanjutan. 

Henke Yunkins dari Indonesia AI Society mengungkap bahwa AI bukan dirancang untuk jujur, tetapi untuk terdengar meyakinkan.

Ia menekankan pentingnya empat komponen dalam pendidikan AI, yakni literasi dasar, eksperimen, sosial-emosional, dan hasil pembelajaran yang lebih bermakna. 

“Pendidikan bukan soal mengejar teknologi saja, tetapi membentuk manusia. Manusia yang harus menentukan arah perkembangan AI itu sendiri,” ujarnya.

Andy Ardian dari ECPAT Indonesia memperingatkan dampak AI terhadap privasi anak, terutama ketika anak-anak mulai berinteraksi dengan chatbot berbasis AI. 

Ia menyoroti risiko bias data yang bisa memperkuat stereotip sosial serta ketergantungan teknologi yang menggerus kemampuan berpikir kritis anak-anak. 

Sementara itu, Narenda Wicaksono dari Dicoding menekankan perlunya keterlibatan industri dalam menyusun kurikulum yang relevan. 

“Setelah tahu dan bisa, harus ada keinginan juga dalam menjadi bagian dari perkembangan teknologi ini,” tuturnya.

Diena Haryana dari SEJIWA Foundation menambahkan bahwa anak-anak harus diperkuat keterampilan fisik, sosial, dan spiritualnya sebelum dikenalkan pada AI. 

Ia menegaskan, “AI tidak boleh menggantikan masa bermain dan eksplorasi anak. Teknologi bisa menjadi alat bantu tanpa harus mengganggu proses tumbuh kembang anak.” 

Guru-guru harus diberdayakan dan teknologi digunakan sebagai alat bantu, bukan tujuan akhir pendidikan.

Sedangkan dari sisi STEI ITB, menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengembangkan teknologi, tetapi juga nilai dan prinsip yang menopang penggunaannya. 

Dengan menjadikan manusia sebagai pusat dan tujuan dari inovasi, Indonesia diharapkan mampu menavigasi transformasi digital secara berdaulat, bermartabat, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Acer Aspire AI: Copilot+ PC dengan Desain Ramping dan Harga Bersaing

Acer Aspire AI: Copilot+ PC dengan Desain Ramping dan Harga Bersaing

Tekno | Senin, 26 Mei 2025 | 13:12 WIB

Asus Unjuk Gigi di COMPUTEX 2025, Pamer Laptop AI dengan Fitur Kreatif Bikin Konten Makin Cepat

Asus Unjuk Gigi di COMPUTEX 2025, Pamer Laptop AI dengan Fitur Kreatif Bikin Konten Makin Cepat

Tekno | Sabtu, 24 Mei 2025 | 13:45 WIB

MDI Ventures Anak Usaha Telkom Bidik Investasi ke AI dan Cyber Security

MDI Ventures Anak Usaha Telkom Bidik Investasi ke AI dan Cyber Security

Tekno | Jum'at, 23 Mei 2025 | 23:49 WIB

Teknologi AI Mulai Dimanfaatkan di Tes Bahasa Inggris TOEIC

Teknologi AI Mulai Dimanfaatkan di Tes Bahasa Inggris TOEIC

Tekno | Jum'at, 23 Mei 2025 | 23:28 WIB

Google dan Komdigi Didik Startup Indonesia Biar Melek Teknologi AI

Google dan Komdigi Didik Startup Indonesia Biar Melek Teknologi AI

Tekno | Kamis, 22 Mei 2025 | 21:37 WIB

Pusat AI Diresmikan di Papua, Targetkan Cetak 100 Ribu Talenta Digital

Pusat AI Diresmikan di Papua, Targetkan Cetak 100 Ribu Talenta Digital

Tekno | Rabu, 21 Mei 2025 | 22:46 WIB

Terkini

Review Film Verity: Misteri Rumah Terpencil yang Penuh Manipulasi

Review Film Verity: Misteri Rumah Terpencil yang Penuh Manipulasi

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Tips Memilih Laptop Gaming, Cek 7 Aspek Ini Supaya Awet Buat Main Game Berat

Tips Memilih Laptop Gaming, Cek 7 Aspek Ini Supaya Awet Buat Main Game Berat

Tekno | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Campur Bahasa Gen Z: Bukti Kecerdasan Otak atau Kemunduran Linguistik?

Campur Bahasa Gen Z: Bukti Kecerdasan Otak atau Kemunduran Linguistik?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Rocky Gerung Kritik Derasnya Pemberitaan Negatif Program MBG dan Kopdes

Rocky Gerung Kritik Derasnya Pemberitaan Negatif Program MBG dan Kopdes

Video | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Code-Switching: Ketika Dua Bahasa Bercampur Membentuk Identitas Baru

Code-Switching: Ketika Dua Bahasa Bercampur Membentuk Identitas Baru

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Sopir Mobil Listrik BYD Jadi Tersangka Usai Tabrak dan Lindas Ojol di Kawasan Blok M

Sopir Mobil Listrik BYD Jadi Tersangka Usai Tabrak dan Lindas Ojol di Kawasan Blok M

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Sinopsis Udta Teer, Film Dibintangi Ayushmann Khurrana dan Sara Ali Khan

Sinopsis Udta Teer, Film Dibintangi Ayushmann Khurrana dan Sara Ali Khan

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Ini Beda Cut Off Point dan Cut Off Time dalam Lari, Jangan Sampai Salah Paham

Ini Beda Cut Off Point dan Cut Off Time dalam Lari, Jangan Sampai Salah Paham

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Ramalan Zodiak Minggu Terakhir Oktober 2026: 3 Zodiak Ini Bakal Panen Rezeki dan Keberuntungan

Ramalan Zodiak Minggu Terakhir Oktober 2026: 3 Zodiak Ini Bakal Panen Rezeki dan Keberuntungan

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Lupin Part 2: Trik Cerdik Membongkar Kejahatan Korupsi Hubert Pellegrini

Lupin Part 2: Trik Cerdik Membongkar Kejahatan Korupsi Hubert Pellegrini

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:00 WIB

×