Diblokir Komdigi, World App Bantah Simpan Data Iris Mata Orang Indonesia

Dicky Prastya

Selasa, 17 Juni 2025 | 18:33 WIB
Diblokir Komdigi, World App Bantah Simpan Data Iris Mata Orang Indonesia
Ilustrasi. World App, tawarkan uang ratusan ribu untuk pindai retina mata.

Suara.com - Tools for Humanity (TFH) selaku pengelola World App menanggapi soal pemblokiran platformnya yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) karena dianggap mengumpulkan data pribadi warga seperti iris mata.

Lewat keterangannya, TFH sudah menerima alasan World diblokir dari Komdigi. Namun mereka masih menelaah kebijakan tersebut.

"Tools for Humanity (TFH) menghargai penjelasan terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dan sedang menelaah temuan tersebut dengan saksama," katanya dalam siaran pers, Selasa (17/6/2025).

TFH mengklaim kalau perusahaan selalu memprioritaskan kepatuhan terhadap regulasi, termasuk mengenai perlindungan data pribadi. Selain itu mereka juga berkomitmen untuk menanggapi setiap masukan. 

"Tujuan kami adalah untuk terus menjalin kerja sama dengan otoritas terkait agar dapat kembali menyediakan teknologi penting ini kepada masyarakat di Indonesia sesegera mungkin," umbar TFH.

TFH lalu menegaskan kalau World App tidak menyimpan atau menjual data pribadi pengguna, termasuk data gambar iris mata. Perusahaan mengklaim kalau data yang dikumpulkan telah terverifikasi dan terjamin anonimitas.

"Setelah seseorang berhasil memverifikasi bahwa mereka adalah seorang manusia yang nyata dan mendapatkan World ID mereka melalui perangkat Orb, gambar iris tersebut dienkripsi secara end-to-end dan dikirim ke perangkat pengguna. Gambar tersebut kemudian segera dihapus dari perangkat Orb secara permanen, tidak disimpan oleh World atau Tools for Humanity," papar TFH.

Mereka menerangkan kalau proses yang dikenal sebagai Personal Custody ini memastikan masing-masing individu tetap memegang kendali penuh atas data pribadi mereka. 

"Baik World maupun Tools for Humanity tidak dapat mengakses ponsel seseorang atau data yang disimpan di dalamnya. Ini artinya, hanya pengguna yang dapat menghapus gambar iris mereka melalui World App. Selain itu, World bersifat open source, sehingga jaminan privasinya dapat diverifikasi secara independen dan oleh siapa pun," timpal TFH.

baca juga

Kedua, World juga tidak mengetahui siapa pemegang World ID. Menurut mereka tidak ada informasi nama, jenis kelamin, kewarganegaraan, alamat email, atau nomor telepon yang diperlukan untuk membuat akun World App atau memverifikasi World ID. 

Perusahaan menjelaskan protokol World dirancang untuk memverifikasi bahwa seseorang adalah manusia yang nyata dan unik tanpa mengetahui identitas pribadi mereka. 

"Oleh karena itu, World tidak dapat mengetahui berapa banyak individu dari kewarganegaraan tertentu yang telah memverifikasi World ID mereka," beber dia. 

Verifikasi secara anonim ini, lanjut TFH, dilakukan dengan teknologi Zero Knowledge Proof (ZKP) dan Anonymized Multi-Party Computation (AMPC), yang mengonversi kode iris secara kriptografis menjadi fragmen terenkripsi. 

Fragmen-fragmen tersebut tidak mengungkapkan data apa pun tentang  pengguna atau kode iris mereka. Fragmen terenkripsi ini pun tidak dapat ditautkan kembali kepada individu mana pun, termasuk sang pengguna. 

"Oleh karena itu, World tidak dapat mengetahui identitas mereka yang telah bergabung dengan jaringan," katanya.

Ketiga, TFH menegaskan kalau World hanya ditujukan untuk individu berusia 18 tahun ke atas. Sementara anak di bawah umur tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi. 

Untuk membuat akun World App, calon pengguna harus mengonfirmasi bahwa mereka berusia di atas 18 tahun dengan memasukkan tanggal lahir mereka. 

"Jika tanggal lahir menunjukkan usia di bawah 18 tahun, proses pembuatan akun otomatis diblokir," tegas mereka. 

Selain itu, jika calon pengguna menutup aplikasi dan mencoba mengulang proses registrasi, mereka tidak dapat memasukkan tanggal lahir yang berbeda atau melanjutkan proses registrasi. Hal ini mencegah individu di bawah 18 tahun melakukan percobaan berulang untuk melewati syarat batasan usia. 

Saat verifikasi, perangkat Orb juga menggunakan pembelajaran mesin canggih untuk menilai apakah seseorang terlihat di bawah umur. Jika sistem mendeteksi bahwa orang tersebut mungkin di bawah 18 tahun, verifikasi langsung dihentikan.

Lebih lanjut TFH mengatakan kalau World terbuka untuk semua orang dan tidak menyasar komunitas rentan. Menurut mereka World hadir untuk menjawab kebutuhan miliaran orang di seluruh dunia, yakni bukti bahwa mereka manusia nyata dan unik secara aman dan anonim di ranah digital. 

"Keragaman para pengguna World ID sangat penting karena misi utama kami adalah untuk membangun jaringan global yang inklusif, aman, dan tepercaya untuk manusia nyata, sekaligus membuka akses terhadap layanan keuangan untuk siapa pun. Partisipasi pengguna selalu bersifat sukarela dan memerlukan persetujuan pengguna setelah mereka menerima informasi mengenai World, untuk memastikan semua peserta memahami prosesnya sebelum mendaftar," papar perusahaan. 

Lebih lanjut TFH menyebut tujuan World selaras dengan agenda digital Indonesia. Saat ini, bukti manusia yang nyata dan unik, melalui verifikasi digital yang aman dan anonim, sangat penting untuk melindungi pengguna di ranah digital.

Sejak awal, kehadiran World di Indonesia bertujuan untuk membantu individu menghindari penipuan, deep fakes, dan ancaman digital lainnya secara aman sambil memprioritaskan privasi. 

"Kami berharap dapat kembali melanjutkan kegiatan operasional World secepatnya, dan  menyediakan layanan ini kepada masyarakat Indonesia, sambil  tetap menjaga keamanan, privasi, dan inovasi teknologi sebagai fokus utama dalam setiap kegiatan kami," pungkasnya.

Hingga kini, lebih dari 13 juta orang di lebih dari 20 negara seperti Jepang, AS, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Jerman, Austria, Meksiko, dan banyak negara lainnya telah mendaftar di World ID

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Review Novel Ikhlas Penuh Luka: Bukan tentang Melupakan, Tapi Merawat

Review Novel Ikhlas Penuh Luka: Bukan tentang Melupakan, Tapi Merawat

Your Say | Selasa, 17 Juni 2025 | 17:53 WIB

Komdigi Blokir World ID di Indonesia, Data Iris Mata Warga Wajib Dihapus

Komdigi Blokir World ID di Indonesia, Data Iris Mata Warga Wajib Dihapus

Tekno | Selasa, 17 Juni 2025 | 17:47 WIB

Anti War, Tiket Konser BLACKPINK di Jakarta Masih Tersedia

Anti War, Tiket Konser BLACKPINK di Jakarta Masih Tersedia

Your Say | Selasa, 17 Juni 2025 | 12:50 WIB

Tiket Ludes Terjual, Konser G-Dragon di Jakarta Ditambah Jadi 2 Hari

Tiket Ludes Terjual, Konser G-Dragon di Jakarta Ditambah Jadi 2 Hari

Entertainment | Selasa, 17 Juni 2025 | 08:38 WIB

BAKTI Komdigi Perkuat Akses Internet di Wilayah 3T dengan Kecepatan hingga 8 Mbps

BAKTI Komdigi Perkuat Akses Internet di Wilayah 3T dengan Kecepatan hingga 8 Mbps

Tekno | Selasa, 17 Juni 2025 | 07:23 WIB

Bikin Geram, Data Pribadi Pasien Puskesmas di Tuban Dijual Sebagai Kertas Bekas ke Pedagang Sayur!

Bikin Geram, Data Pribadi Pasien Puskesmas di Tuban Dijual Sebagai Kertas Bekas ke Pedagang Sayur!

News | Senin, 16 Juni 2025 | 17:57 WIB

Terkini

Novo Nordisk Umumkan Ubah Nama Jadi Novo, Siapkan Jurus Baru Hadapi Persaingan

Novo Nordisk Umumkan Ubah Nama Jadi Novo, Siapkan Jurus Baru Hadapi Persaingan

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 07:13 WIB

Perbedaan Shio Macan Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air, Tidak Semua Macan Punya Karakter Sama

Perbedaan Shio Macan Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air, Tidak Semua Macan Punya Karakter Sama

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 07:10 WIB

Drama Korea Love Your Enemy: Ditakdirkan untuk Saling Bertemu dan Bersaing

Drama Korea Love Your Enemy: Ditakdirkan untuk Saling Bertemu dan Bersaing

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 07:00 WIB

Pinjaman Ditolak? Begini Cara Cek Nama Kamu di OJK Lewat HP

Pinjaman Ditolak? Begini Cara Cek Nama Kamu di OJK Lewat HP

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 06:45 WIB

3 Weton Sakti Idu Geni, Konon Ucapannya Sering Jadi Kenyataan

3 Weton Sakti Idu Geni, Konon Ucapannya Sering Jadi Kenyataan

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 06:10 WIB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Terkait Kasus HGB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Terkait Kasus HGB

Foto | Sabtu, 19 September 2026 | 06:00 WIB

Halal Summit 2026 Hasilkan 39 Kerja Sama Jaminan Produk Halal

Halal Summit 2026 Hasilkan 39 Kerja Sama Jaminan Produk Halal

Foto | Sabtu, 19 September 2026 | 05:30 WIB

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Health | Sabtu, 19 September 2026 | 01:44 WIB

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Jay Idzes, Beckham, dan Eliano Dicoret!

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Jay Idzes, Beckham, dan Eliano Dicoret!

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 00:08 WIB

Tuntas di Asia, Timnas Minifootball Indonesia Langsung Bidik Piala Dunia 2027

Tuntas di Asia, Timnas Minifootball Indonesia Langsung Bidik Piala Dunia 2027

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 23:57 WIB

×