WhatsApp Ingkar Janji, 11 Tahun Diakuisisi Meta Kini Malah Tampilkan Iklan

Dicky Prastya

Rabu, 18 Juni 2025 | 21:20 WIB
WhatsApp Ingkar Janji, 11 Tahun Diakuisisi Meta Kini Malah Tampilkan Iklan
Ilustrasi WhatsApp. [Pexels]

Suara.com - Raksasa teknologi Meta akhirnya menghadirkan iklan ke aplikasi WhatsApp. Ini adalah perubahan besar yang dilakukan Meta setelah 11 tahun mengakuisisi aplikasi percakapan tersebut.

Perusahaan induk Facebook dan Instagram itu mengatakan bahwa akun WhatsApp Business (WA Bisnis) kini dapat menjalankan apa yang disebut status ads.

Dengan iklan status ini, mereka bisa mengarahkan pengguna untuk berinteraksi dengan akun tersebut lewat fitur iklan yang ditampilkan di 'Updates', sebuah tab yang berisi status WhatsApp dari pengguna hingga saluran (channel).

Head of Product Business Messaging Meta, Nikila Srinivasan menjelaskan kalau perusahaan bakal menggunakan data pengguna seperti negara, kota, perangkat, hingga bahasa untuk menyajikan iklan di WhatsApp.

Bahkan informasi pengguna seperti siapa yang mereka ikuti atau bagaimana mereka berinteraksi juga menjadi basis data iklan WhatsApp, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (18/6/2025).

Selain iklan, monetisasi WhatsApp yang juga dilakukan Meta ada di fitur Channels. Nantinya pengelola saluran WhatsApp perlu mengeluarkan biaya lebih demi mempromosikan akun mereka.

Cara kerja promosi akun ini mirip seperti yang dilakukan Apple dan Google, di mana aplikasi yang diiklankan bakal ditampilkan juga saat pengguna mencari aplikasi tertentu.

Selain itu, administrator saluran juga dapat mengenakan biaya berlangganan bulanan kepada pengguna untuk mengakses 'Updates' dan konten eksklusif.

Meta sendiri tidak akan mendapatkan komisi dari biaya langganan bulanan itu. Namun ke depan mereka berencana untuk mengambil potongan 10 persen.

baca juga

Kendati begitu Meta memastikan kalau iklan dan monetisasi ini hanya ada di kolom Updates. Artinya pengguna tidak akan melihat promosi itu di tab percakapan biasa.

Pendiri haramkan ada iklan di WhatsApp

WhatsApp sendiri diluncurkan ke publik pada 2009 silam. Aplikasi percakapan tersebut memulai debutnya ke sistem operasi iOS Apple, sebelum menyebar ke Android di tahun 2010.

Sejak awal, para pendiri WhatsApp Jan Koum dan Brian Acton melarang platform tersebut menampilkan iklan. Bahkan ketika WhatsApp diakuisisi Meta di tahun 2014, pendirian itu masih konsisten dilakukan.

Namun pada 2018, Jan Koum dan Brian Acton kompak meninggalkan Facebook setelah dilaporkan berselisih dengan para petinggi perusahaan yang berencana memasukkan iklan ke WhatsApp.

Debut iklan di aplikasi WhatsApp ini sekaligus menjadi langkah signifikan dalam rencana CEO Meta, Mark Zuckerberg, untuk menjadikan WhatsApp sebagai 'babak berikutnya' dalam sejarah perusahaan.

Hal ini sempat dia umumkan dalam sebuah wawancara pada tahun 2022 lalu, sebagaimana dikutip dari CNBC, Rabu (18/6/2025).

Menariknya, rencana memonetisasi WhatsApp yang diungkap Zuckerberg ini terlontar di tengah kasus monopoli Meta yang melibatkan Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FCC) atas akuisisi besar-besaran perusahaan tersebut terhadap aplikasi perpesanan dan Instagram.

Sebelum ada iklan di WhatsApp, Meta hanya sebatas mengizinkan pengiklan untuk mempromosikan produknya lewat iklan klik yang tayang di Facebook dan Instagram. Nah dari iklan tersebut barulah mereka diarahkan ke WhatsApp untuk melakukan interaksi.

Kini mereka dapat menayangkan iklan semacam itu di WhatsApp itu sendiri. Iklan status baru muncul di tab Updates milik pengguna dalam fitur “Status” di tab tersebut.

Ini mirip seperti iklan yang ada di Instagram Stories, di mana tab itu adalah wadah untuk konten yang dibagikan pengguna berupa gambar, video, atau teks dan hilang dalam waktu 24 jam.

Perusahaan media sosial itu tidak mengungkap berapa banyak hasil pendapatan yang berhasil diraup WhatsApp, terutama dari WA Business yang merupakan faktor utama pendapatan aplikasi.

Namun para analis memperkirakan pendapatan aplikasi itu berada di antara 500 juta Dolar AS dan 1 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 8,1 triliun hingga Rp 16,3 triliun dari penagihan biaya kepada akun bisnis WhatsApp.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Aplikasi Penghasil Uang Terbaru, Langsung Cair ke DANA

7 Aplikasi Penghasil Uang Terbaru, Langsung Cair ke DANA

Tekno | Rabu, 18 Juni 2025 | 14:54 WIB

Kabel Laut Google & Meta Lintasi RI: Peluang Emas atau Ancaman Bagi Operator Lokal?

Kabel Laut Google & Meta Lintasi RI: Peluang Emas atau Ancaman Bagi Operator Lokal?

Tekno | Rabu, 18 Juni 2025 | 13:15 WIB

5 Anime Ghibli yang Tidak Cocok Ditonton oleh Anak-Anak, Kenapa?

5 Anime Ghibli yang Tidak Cocok Ditonton oleh Anak-Anak, Kenapa?

Your Say | Rabu, 18 Juni 2025 | 12:43 WIB

5 Link DANA Kaget Terbaru 18 Juni: Klaim Rp 255 Ribu Buat Belanja dan Top Up Game

5 Link DANA Kaget Terbaru 18 Juni: Klaim Rp 255 Ribu Buat Belanja dan Top Up Game

Tekno | Rabu, 18 Juni 2025 | 10:43 WIB

5 Link DANA Kaget Terbaru 17 Juni: Raih Rp 199 Ribu Buat Top Up Free Fire

5 Link DANA Kaget Terbaru 17 Juni: Raih Rp 199 Ribu Buat Top Up Free Fire

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 10:02 WIB

WhatsApp Luncurkan Fitur Baru di Tab Pembaruan untuk Tingkatkan Interaksi dan Monetisasi Bisnis

WhatsApp Luncurkan Fitur Baru di Tab Pembaruan untuk Tingkatkan Interaksi dan Monetisasi Bisnis

Tekno | Selasa, 17 Juni 2025 | 07:34 WIB

Terkini

5 Sunscreen Tanpa Niacinamide untuk Kulit Kering dan Sensitif

5 Sunscreen Tanpa Niacinamide untuk Kulit Kering dan Sensitif

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:02 WIB

3 Zodiak Paling Dibenci, Benarkah Punya Sifat Menyebalkan?

3 Zodiak Paling Dibenci, Benarkah Punya Sifat Menyebalkan?

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Ada Demo Besar di Jakarta, Disdik Kota Tangerang Wajibkan Orang Tua Jemput Siswa 27-28 Agustus

Ada Demo Besar di Jakarta, Disdik Kota Tangerang Wajibkan Orang Tua Jemput Siswa 27-28 Agustus

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Daftar Demo dan Lokasi Aksi Massa Hari Ini 27 Agustus 2026

Daftar Demo dan Lokasi Aksi Massa Hari Ini 27 Agustus 2026

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:54 WIB

Viva Milk Cleanser Cucumber untuk Kulit Apa? Ini Cara Pakai dan Review Pengguna

Viva Milk Cleanser Cucumber untuk Kulit Apa? Ini Cara Pakai dan Review Pengguna

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:50 WIB

Dugaan Penyebab Bencana Banjir di Tibet, Ratusan Orang Meninggal Dunia

Dugaan Penyebab Bencana Banjir di Tibet, Ratusan Orang Meninggal Dunia

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Detik-detik Banjir Bandang Terjang Nepal, 157 Nyawa Melayang dan Ratusan Orang Hilang

Detik-detik Banjir Bandang Terjang Nepal, 157 Nyawa Melayang dan Ratusan Orang Hilang

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:38 WIB

Rekening Warga Pati yang Sempat Diblokir telah Pulih, Transaksi Kembali Normal

Rekening Warga Pati yang Sempat Diblokir telah Pulih, Transaksi Kembali Normal

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Masa Sulit Berakhir, 4 Shio Ini Siap Sambut Peruntungan Baru pada 27 Agustus 2026

Masa Sulit Berakhir, 4 Shio Ini Siap Sambut Peruntungan Baru pada 27 Agustus 2026

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:20 WIB

Nilai Strategis Selat Hormuz Semakin Terkikis, Iran di Ujung Tanduk

Nilai Strategis Selat Hormuz Semakin Terkikis, Iran di Ujung Tanduk

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:15 WIB

×