Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan memberlakukan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari asesmen pendidikan di Indonesia.
Meski tidak wajib, TKA dirancang untuk mengukur kompetensi akademis siswa secara menyeluruh, dan akan diujikan untuk semua jenjang.
Jenjang ini mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK. Khusus untuk siswa SD dan SMP, TKA ini akan mulai berlaku pada tahun 2026.
Pemberlakuan TKA ini berdasarkan Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Nomor 047/H/AN/2025.
Peraturan tersebut menjadi panduan bagi siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Meskipun masih ada waktu untuk mempersiapkan diri, tidak ada salahnya jika kita mulai memahami apa saja yang perlu diketahui tentang TKA ini.
Kapan TKA SD dan SMP Dilaksanakan?
Pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP diperkirakan akan berlangsung sekitar bulan Maret atau April 2026.
Jadwal pastinya akan diumumkan lebih lanjut oleh Kemendikbudristek. Dengan waktu yang masih cukup panjang ini, siswa, guru, dan orang tua dapat merancang strategi belajar yang efektif untuk menghadapi tes.
Baca Juga: KPK Sita Aset Milik Tersangka Dugaan Pemerasan TKA di Kemnaker
Mata Pelajaran dan Bentuk Soal TKA
TKA untuk jenjang SD dan SMP mencakup dua mata pelajaran utama, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika.
Ada dua jenis soal yang akan diujikan dalam TKA:
- Soal Tunggal: Soal jenis ini berdiri sendiri dan tidak ada hubungannya dengan soal lain.
- Soal Grup: Soal ini merupakan sekumpulan pertanyaan yang didasarkan pada satu stimulus atau bacaan yang sama.
Selain jenis soal, ada juga tiga bentuk soal yang berbeda:
- Pilihan Ganda Sederhana: Bentuk soal ini paling sering kita jumpai. Setiap pertanyaan hanya memiliki satu jawaban yang benar dari beberapa pilihan yang tersedia.
- Pilihan Ganda Kompleks (PGK) Model Multiple Choice Multiple Answer (MCMA): Berbeda dengan pilihan ganda sederhana, bentuk soal ini memungkinkan adanya lebih dari satu jawaban yang benar. Siswa harus memilih semua jawaban yang sesuai dari pilihan yang diberikan.
- Pilihan Ganda Kompleks (PGK) Model Kategori: Soal ini menampilkan beberapa pernyataan yang harus direspons oleh siswa. Misalnya, siswa diminta untuk menentukan apakah sebuah pernyataan "benar", "salah", "sesuai", atau "tidak sesuai" dengan stimulus yang diberikan.
Materi dan Kompetensi yang Diujikan
Materi dan kompetensi yang diujikan dalam TKA disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. Berikut adalah rinciannya:
A. TKA untuk Siswa SD/MI Sederajat (Kelas 6)
1. Bahasa Indonesia
Fokus utama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah keterampilan membaca. Teks yang diujikan bisa berupa teks informasi (misalnya, berita atau artikel) atau teks fiksi (seperti cerita pendek atau dongeng).
Kompetensi yang diukur meliputi:
- Pemahaman Tekstual: Kemampuan siswa dalam mengidentifikasi dan menyusun ulang informasi yang secara jelas tertulis dalam teks.
- Pemahaman Inferensial: Kemampuan siswa untuk menarik kesimpulan dan menemukan informasi yang tidak disebutkan secara langsung dalam teks.
- Evaluasi dan Apresiasi: Kemampuan siswa untuk menilai isi teks, memberikan respons pribadi, dan mengapresiasi penggunaan bahasa.
2. Matematika
Materi yang diujikan dalam TKA Matematika mencakup Bilangan, Geometri & Pengukuran, serta Data.
Kompetensi yang diukur meliputi:
- Pengetahuan Matematika: Pemahaman konsep-konsep dasar matematika.
- Representasi: Kemampuan siswa untuk menyajikan masalah dalam bentuk gambar, grafik, atau tabel.
- Penalaran: Kemampuan untuk berpikir logis dalam menyelesaikan masalah.
- Pemecahan Masalah: Kemampuan untuk menerapkan konsep matematika untuk menyelesaikan soal-soal praktis.
- Koneksi Matematis: Kemampuan untuk menghubungkan konsep matematika yang satu dengan yang lain.
B. TKA untuk Siswa SMP/MTs Sederajat (Kelas 9)
1. Bahasa Indonesia
Sama seperti di jenjang SD, fokusnya adalah keterampilan membaca. Namun, karakteristik teksnya lebih kompleks, dengan panjang sekitar 200–250 kata, kecuali untuk puisi.
Kompetensi yang diukur sama dengan jenjang SD, yaitu Pemahaman Tekstual, Pemahaman Inferensial, dan Evaluasi dan Apresiasi.
2. Matematika
Materi yang diujikan di jenjang SMP lebih luas, mencakup Bilangan, Aljabar, Geometri & Pengukuran, serta Data & Peluang.
Kompetensi yang diukur juga lebih mendalam, yaitu:
- Pengetahuan Matematika: Pemahaman konsep-konsep yang lebih kompleks.
- Representasi Matematis: Kemampuan menyajikan masalah dalam berbagai bentuk yang lebih beragam.
- Penalaran dan Penggunaan Logika Matematis: Kemampuan berpikir kritis dan logis dalam menyelesaikan soal.
- Pemecahan Masalah Matematis: Kemampuan menerapkan berbagai konsep matematika untuk memecahkan masalah yang kompleks.
- Koneksi Matematis: Kemampuan menghubungkan konsep matematika dengan disiplin ilmu lain atau dengan masalah kehidupan sehari-hari.
Dengan memahami seluk-beluk TKA ini, para siswa dan guru bisa lebih siap dalam menyusun strategi belajar. Persiapan yang matang akan membantu siswa meraih hasil maksimal dan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan bekal kompetensi yang kuat.
Kontributor : Rizqi Amalia