OpenAI Jadi Perusahaan Swasta Termahal di Dunia

Agung Pratnyawan

Selasa, 07 Oktober 2025 | 10:31 WIB
OpenAI Jadi Perusahaan Swasta Termahal di Dunia
OpenAI Jadi Perusahaan Swasta Termahal di Dunia - Logo OpenAI. [OpenAI]

Suara.com - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) terkemuka, OpenAI, kembali mencetak sejarah. Startup yang dikenal lewat chatbot populer ChatGPT ini kini resmi menjadi perusahaan swasta paling bernilai di dunia.

Ini dicpai OpenAI setelah menyelesaikan penjualan saham internal senilai 6,6 miliar dolar AS (sekitar Rp105 triliun) dengan valuasi mencapai 500 miliar dolar AS.

Kesepakatan tersebut menjadikan OpenAI melampaui SpaceX, perusahaan roket milik Elon Musk, yang sebelumnya memegang predikat sebagai perusahaan swasta paling berharga di dunia dengan valuasi sekitar 456 miliar dolar AS.

Menurut laporan The New York Times (2/10/2025), transaksi ini memungkinkan karyawan aktif maupun mantan pegawai OpenAI untuk menjual sebagian saham mereka kepada investor besar seperti SoftBank, Thrive Capital, MGX dari Abu Dhabi, T. Rowe Price, dan Dragoneer Investment Group.

Penjualan saham ini merupakan bagian dari tender offer kedua OpenAI dalam waktu kurang dari satu tahun, setelah sebelumnya perusahaan menandatangani kesepakatan serupa dengan SoftBank pada November 2024 senilai 1,5 miliar dolar AS.

Meskipun perusahaan telah menyetujui hingga 10,3 miliar dolar AS saham untuk dijual, hanya sekitar dua pertiga yang benar-benar berpindah tangan.

Laporan CNBC (2/10/2025) menyebut hal ini sebagai tanda kepercayaan karyawan terhadap masa depan perusahaan, karena banyak yang memilih tetap menahan saham mereka meski valuasinya sudah melonjak drastis.

Nilai OpenAI memang meningkat pesat selama setahun terakhir — dari 157 miliar dolar AS pada Oktober 2024 menjadi 300 miliar dolar pada Maret 2025, hingga kini menembus angka 500 miliar dolar AS.

OpenAI selama ini dikenal memiliki daftar investor kelas dunia. Selain Microsoft yang telah menyuntikkan lebih dari 13 miliar dolar AS sejak 2019, perusahaan chip Nvidia juga dikabarkan ikut bergabung dengan investasi besar-besaran.

baca juga

Pada September lalu, Nvidia mengumumkan rencana untuk menginvestasikan hingga 100 miliar dolar AS dalam beberapa tahun ke depan. Dari jumlah itu, 10 miliar dolar AS sudah dikucurkan, yang memberi Nvidia sekitar 2 persen saham di OpenAI.

Langkah Nvidia ini menegaskan eratnya hubungan antara perusahaan pembuat chip tersebut dan OpenAI, karena teknologi GPU Nvidia merupakan tulang punggung sistem komputasi besar yang digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI seperti ChatGPT dan GPT-5.

Penjualan saham internal ini juga menjadi strategi cerdas bagi OpenAI untuk mempertahankan karyawan terbaiknya di tengah persaingan ketat industri AI.

Alih-alih langsung melantai di bursa saham, OpenAI memilih memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menguangkan sebagian saham mereka tanpa harus keluar dari perusahaan.

Pendekatan seperti ini kini semakin populer di kalangan startup besar seperti SpaceX, Stripe, dan Databricks, yang sama-sama menggunakan skema secondary sale agar karyawan bisa menikmati hasil kerja mereka tanpa menunggu IPO.

Langkah tersebut dinilai penting, terutama karena perburuan talenta AI global semakin intens. Beberapa raksasa teknologi seperti Meta bahkan disebut menawarkan paket gaji hingga sembilan digit untuk merekrut peneliti AI top dari perusahaan pesaing.

Meski di tengah sorotan positif, perjalanan OpenAI tidak sepenuhnya mulus.

Pendiri sekaligus CEO-nya, Sam Altman, masih menghadapi gugatan dari salah satu pendiri awal, Elon Musk, yang menuduh perusahaan menyimpang dari visi awalnya sebagai lembaga nirlaba yang fokus pada pengembangan AI untuk kepentingan umum.

Elon Musk mengajukan gugatan hukum untuk menghentikan restrukturisasi korporasi OpenAI, yang dinilai memberi terlalu banyak keuntungan bagi investor besar seperti Microsoft.

Sementara itu, SoftBank yang telah berinvestasi miliaran dolar juga disebut memiliki klausul yang memungkinkan mereka mengurangi komitmen pendanaan jika restrukturisasi tersebut tidak selesai tepat waktu.

Terlepas dari dinamika hukum dan negosiasi investor, pencapaian ini menegaskan posisi OpenAI sebagai pemain utama di dunia kecerdasan buatan.

Perusahaan yang dulu hanya dikenal sebagai laboratorium penelitian kini menjelma menjadi raksasa teknologi global dengan pengaruh besar terhadap arah pengembangan AI modern.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Berlangganan ChatGPT Plus dengan Mudah, Berapa Harganya?

Cara Berlangganan ChatGPT Plus dengan Mudah, Berapa Harganya?

Tekno | Minggu, 28 September 2025 | 10:20 WIB

ChatGPT Go Resmi Hadir ke Indonesia, Harga Langganan Lebih Murah

ChatGPT Go Resmi Hadir ke Indonesia, Harga Langganan Lebih Murah

Tekno | Selasa, 23 September 2025 | 18:15 WIB

Sopan ke ChatGPT Ternyata Boros dan Bikin Lemot, Ini Penjelasannya

Sopan ke ChatGPT Ternyata Boros dan Bikin Lemot, Ini Penjelasannya

Tekno | Senin, 08 September 2025 | 12:50 WIB

Terkini

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:56 WIB

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:29 WIB

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Jatim | Jum'at, 04 September 2026 | 23:16 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Jakarta | Jum'at, 04 September 2026 | 23:04 WIB

Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan

Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 22:59 WIB

Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin

Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin

Jawa Tengah | Jum'at, 04 September 2026 | 22:56 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 22:51 WIB

Eks Perawat Culik Bayi di RS Medan Secara Acak untuk Dijual ke Pasutri, Ini Kronologisnya

Eks Perawat Culik Bayi di RS Medan Secara Acak untuk Dijual ke Pasutri, Ini Kronologisnya

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 22:51 WIB

×