-
Football Meets Data (FMD) memprediksi peluang Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 hanya 7 persen.
-
FMD menggunakan AI dan simulasi 10.000 kali untuk menghitung peluang tiap tim di kualifikasi Piala Dunia.
-
Indonesia berada satu grup dengan Arab Saudi dan Irak, dua tim dengan peluang lolos jauh lebih besar.
Suara.com - Platform simulasi Football Meets Data baru-baru ini menarik perhatian netizen Indonesia. Football Meets Data (FMD) menuai sorotan usai menyebut peluang Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 hanya 7 persen saja.
Meski ramai menuai sorotan, sebagian netizen optimis bila skuad Garuda dapat memberikan hasil terbaik.
Apabila berhasil di Round 4, Timnas Indonesia memecahkan rekor karena untuk pertama kali mereka bisa tampil di ajang bergengsi Piala Dunia 2026.
Meski begitu, squad Garuda harus berjuang berat mengingat mereka akan berhadapan melawan Arab Saudi dan Irak.
Kedua negara tersebut sudah debut di Piala Dunia sejak lama. Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menyajikan laga panas Timnas Indonesia vs Arab Saudi pada Kamis (9/10/2025) pukul 00.15 WIB.

Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi.
Berstatus tuan rumah, Arab Saudi akan diuntungkan dengan hadirnya dukungan suporter pada laga itu.
Di sisi lain, terdapat rasa optimis jika melihat hasil di Round 3 atau Babak Ketiga.
Pada babak itu, Indonesia berhasil menahan imbang 1 vs 1 di kandang Arab Saudi, dan menang 2 vs 0 di Jakarta.
Meski pernah mencetak hasil positif lawan Arab Saudi, Football Meets Data memprediksi bila peluang Timnas Indonesia untuk menang pada Kamis (9/10/2025) sangat tipis.
FMD menyebut bila Arab Saudi mempunyai peluang lolos sebesar 62 persen.
Sebagai referensi, tim yang menjuarai Grub B (Arab Saudi, Irak, Indonesia) bakal langsung lolos ke Piala Dunia. Tim peringkat kedua berebut tiket play-off sementara tim posisi ketiga tereliminasi.
FMD memprediksi bila Timnas Indonesia adalah tim yang akan menempati peringkat ketiga.

Mengenal Football Meets Data
Football Meets Data sebelumnya memprediksi bila 8 negara perwakilan AFC (Asia) di Piala Dunia 2026 adalah Jepang, Korea Selatan, Iran, Uzbekistan, Australia, Yordania, Arab Saudi, dan Qatar.
Sebagian besar tebakan dengan bantuan kecerdasan buatan itu terbukti mengingat enam negara Asia sudah lolos Pildun 2026.
Cukup menarik apakah dua negara selanjutnya akan menyusul atau tidak.
FMD memprediksi bila Arab Saudi mempunyai peluang 75 persen untuk mengalahkan Timnas Indonesia.
Skuad Garuda disebut hanya berpeluang 9 persen untuk mengalahkan Green Falcons. Peluang seri adalah 16 persen.
Perkiraan Irak vs Indonesia adalah 62, 21, dan 17 persen. Itu artinya Indonesia hanya berpeluang 17 persen menang melawan Irak.
Menurut FMD, peluang tim lolos Piala Dunia di Grub B adalah Arab Saudi (62 persen), Irak (31 persen), dan Indonesia (7 persen).
Mengutip laman resmi platform, FMD mengklaim telah mengolah puluhan ribu data memakai sistem dan AI (kecerdasan buatan) untuk memberikan prediksi pertandingan.
"Football Meets Data adalah platform untuk statistik terapan dalam sepak bola. Tujuan kami adalah mempromosikan analitik sepak bola dengan berbagi wawasan yang didasarkan pada probabilitas, permutasi, dan simulasi di seluruh dunia. Kami memandang data sebagai cara untuk membuat sepak bola lebih cerdas, lebih menyenangkan, dan lebih mudah diakses oleh siapa pun yang mencintai olahraga ini," tulis FMD.
FMD Simulator menghadirkan pemodelan statistik canggih langsung kepada penggemar dan analis.
Mencakup lebih dari 40 kompetisi, simulator ini menjalankan 10.000 simulasi per kompetisi dengan prediksi yang dapat disesuaikan untuk sisa pertandingan dan memberikan hasil instan yang diklaim sangat akurat.
"Visualisasi dinamis dari klasemen akhir liga, prediksi pertandingan, tren probabilitas, dan pola distribusi memberikan cara baru yang canggih untuk mengeksplorasi hasil kompetisi. Kami terus menambahkan fitur dan kompetisi baru untuk meningkatkan platform lebih jauh lagi," ungkap FMD.
Football Meet Data didirikan oleh Denis Dervishi selaku Football Data Scientist dan Juraj Sulimanovi sebagai Software Engineer.