Analisa Roy Suryo dan Profesor Kampus Singapura Mirip: Gibran Belum Lulus, Setara Kelas 1 SMA

Yasinta Rahmawati, Rezza Dwi Rachmanta

Kamis, 09 Oktober 2025 | 20:08 WIB
Analisa Roy Suryo dan Profesor Kampus Singapura Mirip: Gibran Belum Lulus, Setara Kelas 1 SMA
Ilustrasi Profesor Sulfikar Amir, Gibran, dan Roy Suryo. (Kolase YouTube)
baca 10 detik
  • Roy Suryo menuding ijazah SMA Gibran palsu dan mengklaim telah menemukan bukti.

  • Prof. Sulfikar Amir menilai pendidikan Gibran hanya setara SMP plus kelas 1 SMA berdasarkan sistem Singapura.

  • Polemik keaslian ijazah Gibran memunculkan dugaan pelanggaran syarat capres-cawapres yang wajib lulusan SMA atau sederajat.

Suara.com - Polemik ijazah Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka kembali menyeruak dalam beberapa minggu terakhir. Salah satu tokoh yang bersuara keras meragukan ijazah Gibran adalah Roy Suryo.

Pakar telematika sekaligus mantan Menpora RI tersebut meyakini bila Gibran tak pernah lulus SMA.

Itu hampir mirip dengan analisa dari Prof. Sulfikar Amir, pengajar Nanyang Technological University (NTU).

Melalui kanal YouTube 'Abraham Samad SPEAK UP', profesor kampus Singapura tersebut berpendapat bahwa ijazah Gibran hanya setara SMP plus kelas 1 SMA, bukan SMA penuh.

Di sisi lain, Roy Suryo sangat yakin jika ijazah Gibran palsu dan sangat diragukan keasliannya.

Ilustrasi pendidikan Gibran dan foto jadul Ikhsan Katonde, Gibran. (Kolase KPU, YouTube)
Ilustrasi pendidikan Gibran dan foto jadul Ikhsan Katonde, Gibran. (Kolase KPU, YouTube)

"99,99 persen Gibran tidak punya ijazah SMA. Barusan saya dari Gedung KPU. Saya dan tim berhasil mendapat salinan ijazah palsunya keluarga Jokowi. Segera kami analisis dan kalau itu sama seperti yang kami teliti, maka kami tidak bisa dipidana. Ijazah itu palsu. Kami uji ELA (Error Level Analysis)," ucap Roy Suryo ketika berorasi di depan massa Gerakan Lintas Aliansi Adili Koruptor (Gladiator) pada awal Oktober 2025.

Dalam laman resmi KPU, Gibran disebut menempuh SMA di Orchid Park Secondary School Singapore 2002-2004 dan UTS Insearch Sydney 2004-2007.

Roy Suryo pernah mengungkap keraguan tentang pendidikan Gibran saat hadir di kanal YouTube Refly Harun pada Senin (06/01/2025).

Ia menyinggung aturan UU Pemilu Nomor 7 tahun 2017 yang menyebut bila seorang capres atau cawapres, harus ada ijazah SMA, SMK, atau sederajat.

baca juga

Menurutnya, Gibran dapat dimakzulkan karena ijazahnya diragukan, bahkan dicurigai palsu.

"Dia dulu ngaku sekolah dua tahun di SMA Santo Yoseph Solo. Kemudian dua tahun, ayahnya kan Wali Kota Solo, masih powerful, kenapa nggak diselesaikan? Dia langsung pindah ke Singapura. Dan dia meneruskan sekolah di Singapura itu 3 tahun. Jadi kalau ditotal SMA-nya berapa tahun tuh. Itu harusnya kita curigai. Itu berarti dia belum tentu lulus SMA. Tapi kemudian dia tiba-tiba masuk universitas yang cukup hebat, University of Bredford. Ternyata MDIS di Singapura itu sudah tidak lagi kerja sama dengan Bredford. Kemudian dia seolah-olah lari ke Australia, ke UTS (University of Technology Sydney). Dia di sana setahun. Itu ada di website-nya Pemkot Surakarta loh, S2 di UTS. Padahal dia setahun di sana cuma matrikulasi," ungkap Roy Suryo.

Perkataan 'belum tentu lulus SMA' hampir mirip dengan analisa profesor kampus top Singapura, Sulfikar Amir.

Analisa Sulfikar Amir

Menurut pemaparan dari Prof. Sulfikar Amir, PhD., sistem pendidikan di Singapura mengadopsi kurikulum Inggris, dimulai dengan 6 tahun primary school (setara SD) dilanjutkan dengan 4 tahun secondary school.

Setelah itu, murid akan mengikuti ujian O-Level yang hasilnya menentukan dua jalur: Junior College (A-Level) yang setara SMA dan merupakan jalur utama menuju universitas (seperti NTU), atau Politeknik yang berorientasi pada keterampilan kerja.

Prof. Sulfikar Amir menjelaskan bahwa lulus O-Level tidak setara dengan tamat SMA dan untuk masuk universitas seperti NTU, dibutuhkan kelulusan A-Level.

Berdasarkan riwayatnya, Gibran menyelesaikan pendidikan SD dan dua tahun SMP di Solo, kemudian melanjutkan ke Orchid Park Secondary School di Singapura, yang berarti ia hanya mencapai jenjang O-Level.

Dengan demikian, status pendidikan Gibran saat itu dinilai setara dengan SMP ditambah kelas 1 SMA, bukan SMA penuh.

"Kalau kita lihat pendidikan Gibran ini, merujuk informasi di KPU, itu kan dia menyelesaikan SD di Solo, kemudian dua tahun SMP di Solo. Asumsi saya, dia menyelesaikan kelas 7 dan 8, setelah itu dia transfer ke Singapura (Orchid Park Secondary School). Kalau misalnya dia transfer, dia berarti menyelesaikan kelas 9 dan 10 di Orchid Park. Dan ujungnya dia harus mengambil ujian O-Level. Dia lalu ke UTS dan MDIS. Kalau standar Singapura, dia tidak menyelesaikan A-Level artinya tidak setara SMA. Iya, pendidikannya setara SMP + 1 tahun (kelas 1 SMA)," kata Profesor Sulfikar Amin di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, 2 Oktober 2025.

Cuplikan pernyataan Roy Suryo dan profesor kampus Singapura tersebut baru-baru ini viral di media sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Pernikahan Gadis dan Kakek di Pacitan dengan Mahar Cek Rp3 Miliar, Benarkah?

Viral Pernikahan Gadis dan Kakek di Pacitan dengan Mahar Cek Rp3 Miliar, Benarkah?

Lifestyle | Kamis, 09 Oktober 2025 | 19:01 WIB

Gibran Pimpin Misi Papua, 9 Tokoh Top Ditunjuk Jadi 'Tangan Kanan' Percepat Pembangunan

Gibran Pimpin Misi Papua, 9 Tokoh Top Ditunjuk Jadi 'Tangan Kanan' Percepat Pembangunan

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 17:23 WIB

Pandji Pragiwaksono Buka Peluang Dukung Wapres Gibran di Masa Depan

Pandji Pragiwaksono Buka Peluang Dukung Wapres Gibran di Masa Depan

Entertainment | Kamis, 09 Oktober 2025 | 14:47 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×