Suara.com - Kasus pencurian data pribadi dialami artis Omara Esteghlal. Apesnya, kejadian ini merugikan kekasihnya, artis Prilly Latuconsina.
Nama Omara dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan hingga pelecehan verbal. Sang penipu bahkan nekat membahas soal 'tissue magic' saat menghubungi Prilly.
Sebagai tindak lanjut, aktris papan atas ini pun tak tinggal diam. Melalui Instagram Story-nya, Prilly meluapkan amarahnya dan mengancam akan mempolisikan pelaku.
"Jadi semalem ada orang yang WA aku dan ngaku-ngaku Omara. Bodoh sekali orang ini," tulis Prilly di Instagram Story-nya pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Prilly mengaku langsung tahu bahwa pesan tersebut palsu hanya dari cara penulisannya. Menurutnya, gaya bahasa si penipu sangat berbeda dengan kekasihnya.
"Dikira aku enggak bakal langsung tahu ya? Dari penempatan titik koma pun aku tahu kalau ini bukan Omara," sambungnya.
Berkaca dari hal yang dialami Prily, lantas bagaimana cara cek nomor penipu? Anda bisa mengikuti tips yang terdapat dalam tulisan ini.
Cara Cek Nomor Penipu
Di era digital seperti sekarang, kasus penipuan online semakin marak. Banyak pelaku kejahatan memanfaatkan telepon, SMS, atau aplikasi pesan instan seperti WhatsApp untuk mengelabuhi masyarakat.
Modusnya pun beragam, mulai dari mengaku kurir, petugas bank, hingga teman lama yang meminta pinjaman mendadak. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara cek nomor penipuan agar terhindar dari jebakan oknum tak bertanggung jawab.
Berikut ini panduan lengkap dan mudah untuk mengenali serta memverifikasi nomor yang mencurigakan:
1. Gunakan Situs dan Aplikasi Pelaporan Nomor Penipu
Langkah pertama yang paling praktis adalah memanfaatkan platform khusus yang dibuat untuk melaporkan dan mendeteksi nomor penipuan. Beberapa situs yang populer di Indonesia untuk mengecek nomor penipuan antara lain
- cekrekening.id
Situs resmi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ini dapat digunakan untuk mengecek rekening bank dan nomor telepon yang pernah dilaporkan sebagai penipuan. Anda hanya perlu memasukkan nomor yang ingin diperiksa, lalu sistem akan menampilkan apakah nomor tersebut terindikasi penipuan atau tidak.
- Lapor.go.id
Platform ini merupakan situs pengaduan resmi pemerintah. Jika Anda menerima pesan atau panggilan mencurigakan Anda bisa melaporkannya di sini agar pihak berwenang dapat menindaklanjuti.
Aplikasi populer satu ini memungkinkan Anda mengetahui tag atau nama kontak yang disimpan oleh pengguna lain. Jika banyak pengguna menandai nomor tersebut sebagai "penipu", "CS palsu", atau "promo bodong", besar kemungkinan nomor itu memang berbahaya. Pastikan Anda mengaktifkan izin kontak di GetContact agar hasil pencarian lebih akurat.
2. Cek di Mesin Pencari atau Media Sosial
Cara sederhana tapi efektif lainnya adalah dengan ketik nomor tersebut di Google, X atau Twitter, serta Facebook. Sering kali, korban lain sudah lebih dulu membagikan pengalaman mereka terkait nomor yang sama.
Jika muncul banyak hasil pencarian dengan kata kunci seperti "penipuan", "modus", atau "scam", maka Anda patut waspada.
3. Gunakan Layanan Operator Seluler
Operator besar seperti Telkomsel, XL, Indosat, dan Tri menyediakan fitur pelaporan penipuan. Anda dapat menghubungi call center resmi operator untuk memblokir nomor tersebut. Langkah ini sekaligus membantu menghentikan penyebaran pesan palsu dari sumber yang sama.
4. Perhatikan Pola Pesan dan Gaya Komunikasi
Selain menggunakan alat bantu, Anda juga perlu waspada terhadap ciri-ciri pesan penipuan, seperti mengaku dari instansi resmi tapi menggunakan nomor pribadi, mengiming-imingi hadiah, atau meminta data pribadi dan kode OTP.
5. Laporkan ke Pihak Berwenang
Jika Anda sudah menjadi korban atau nyaris tertipu, segera laporkan ke kantor polisi terdekat, situs pengaduan siber Bareskrim Polri di https://patrolisiber.id, maupun melalui aduankonten.id. Laporan Anda akan membantu pihak berwenang menindak pelaku dan melindungi masyarakat lain.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni