Film Horor Ternyata Bisa Jadi Terapi untuk Mengatasi Kecemasan

Agung Pratnyawan

Senin, 27 Oktober 2025 | 16:57 WIB
Film Horor Ternyata Bisa Jadi Terapi untuk Mengatasi Kecemasan
Ilustrasi menonton film horor (Pexels)

Suara.com - Menjelang Halloween, banyak orang sengaja menonton film horor untuk memacu adrenalin. Namun, siapa sangka di balik adegan menegangkan dan suara menjerit, film seram justru bisa membantu meredakan kecemasan.

Para peneliti mengungkap bahwa menonton film horor dapat menjadi bentuk “terapi” bagi sebagian orang. Para ilmuwan menyebut fenomena ini sebagai “paradoks horor”, keanehan bahwa manusia justru menikmati hal-hal yang menakutkan, menjijikkan, atau membahayakan.

Secara alami, rasa takut berfungsi untuk melindungi manusia dari bahaya. Otak kita memicu respons “lawan atau lari” saat menghadapi ancaman.

Namun, menurut Mark Miller, peneliti di Monash University dan University of Toronto, otak manusia ternyata juga memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap hal-hal berbahaya.

“Bahkan sejak zaman Aristoteles, manusia telah bertanya-tanya mengapa kita tertarik pada hal-hal yang seharusnya kita hindari,” ujar Miller dikutip dari BBC (26/10/2025).

“Kita dibuat untuk menjauh dari bahaya, tapi tetap penasaran ingin melihatnya dari dekat,” lanjutnya.

Fenomena inilah yang menjelaskan mengapa film bergenre horor menjadi salah satu genre paling menguntungkan dalam dunia perfilman, dari kisah zombie, hantu, hingga pembunuhan berdarah.

Dalam sepuluh tahun terakhir, psikolog menemukan bahwa kisah horor mampu membantu otak menghadapi ketidakpastian.

Mengutip BBC (26/10/2025), riset menunjukkan bahwa menonton film seram bisa melatih otak untuk mengelola stres dan kecemasan dalam kehidupan nyata.

baca juga

Coltan Scrivner, psikolog dari Arizona State University dan penulis buku Morbidly Curious: A Scientist Explains Why We Can’t Look Away, menjelaskan bahwa kisah menakutkan telah menjadi bagian dari budaya manusia sejak ribuan tahun lalu.

“Tablet kuno dari Babilonia yang berusia 4.000 tahun sudah berisi cerita tentang iblis dan makhluk mengerikan, kisah horor sudah ada sejak manusia mengenal bahasa,” ujarnya.

Menurut Scrivner, cerita-cerita seperti itu berfungsi sebagai cara aman untuk memahami bahaya, mirip dengan hewan yang mengamati predator dari kejauhan sebelum melarikan diri.

Dalam salah satu penelitiannya, Scrivner mewawancarai 400 orang penggemar film horor dan menemukan bahwa motivasi mereka terbagi dalam tiga kelompok utama.

  • Adrenaline Junkies: Mereka menikmati sensasi fisik yang muncul saat menonton film menegangkan. Jantung berdebar, napas cepat, dan perasaan “lebih hidup” justru membuat mereka ketagihan.
  • White Knucklers: Penonton tipe ini tidak suka rasa takutnya, tetapi mereka menikmati kepuasan setelah berhasil menaklukkan rasa takut. Menurut Scrivner, kelompok ini menganggap pengalaman tersebut membantu mereka mengenal diri sendiri dan memperkuat mental.
  • Dark Copers: Kelompok ini menonton film horor untuk menghadapi kenyataan hidup. Mereka melihat kekerasan dan bahaya dalam film sebagai pembanding yang membuat kehidupan nyata terasa lebih aman. Beberapa bahkan mengaku film horor membantu mereka mengatasi kecemasan dan depresi.

Ketiga motivasi ini, kata Scrivner, menjelaskan mengapa rasa takut bisa menjadi sumber kenyamanan.

Untuk menguji teorinya, Scrivner bekerja sama dengan peneliti di Denmark, meneliti pengunjung rumah hantu interaktif Dystopia Haunted House di kota Vejle.

Hasilnya mengejutkan, pola motivasi yang sama juga muncul di sana, meskipun peserta berasal dari budaya dan bahasa yang berbeda.

Tak hanya itu, studi lain menunjukkan bahwa penggemar film horor lebih tangguh secara mental selama pandemi Covid-19. Mereka lebih mampu menyesuaikan diri, menghadapi berita buruk dengan tenang, dan percaya diri bahwa mereka bisa melewati masa sulit.

Miller menjelaskan bahwa otak manusia bekerja seperti mesin simulasi yang terus memprediksi kemungkinan di masa depan. Saat menonton film horor, otak kita “bermain” dengan skenario berbahaya tanpa benar-benar menghadapi risiko nyata.

“Menonton horor membuat otak berlatih menghadapi ketidakpastian, kita belajar mengendalikan reaksi terhadap stres dan memperkuat kemampuan berpikir di bawah tekanan,” katanya.

Dengan kata lain, film horor adalah latihan mental, kesempatan untuk menghadapi rasa takut dalam lingkungan yang aman.

Scrivner percaya konsep ini bisa diterapkan dalam dunia psikologi. Ia mencontohkan sebuah video game terapi bernama MindLight yang digunakan untuk membantu anak-anak mengatasi kecemasan.

Dalam game ini, anak bermain di rumah berhantu sambil memakai alat EEG yang memantau gelombang otak.

Semakin tenang pikiran mereka, semakin terang cahaya di kepala karakter game. Jika tetap tenang meski dikejar monster, makhluk itu akan berubah menjadi anak kucing lucu.

Hasilnya, anak-anak yang rutin bermain MindLight menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat kecemasan, setara dengan terapi perilaku kognitif tradisional.

Scrivner menilai bahwa kisah horor, baik dalam film, buku, atau game — memberikan ruang aman untuk melatih keberanian dan pengendalian emosi.

“Hiburan horor memungkinkan orang berlatih menghadapi rasa takut di lingkungan yang bisa mereka kendalikan,” ujarnya.

Bagi yang belum terbiasa, Scrivner menyarankan memulai dari cerita atau buku ringan agar bisa mengontrol imajinasi sendiri.

“Genre horor itu luas, jadi pasti ada tema yang bisa disesuaikan dengan minatmu,” katanya.

Jadi, lain kali kamu menonton film menyeramkan seperti The Conjuring atau The Exorcist, mungkin kamu sebenarnya sedang melakukan terapi stres versi menyenangkan, sambil bersembunyi di balik bantal dan popcorn.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Limbah Plastik Jadi Sensor Air: Terobosan Para Peneliti UGM

Limbah Plastik Jadi Sensor Air: Terobosan Para Peneliti UGM

Tekno | Sabtu, 27 September 2025 | 15:26 WIB

Peneliti UGM Ubah Limbah Peternakan Jadi 'Harta Karun' Hijau

Peneliti UGM Ubah Limbah Peternakan Jadi 'Harta Karun' Hijau

Tekno | Jum'at, 18 Juli 2025 | 14:21 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Bulan Masih Aktif Secara Geologis

Penelitian Terbaru Ungkap Bulan Masih Aktif Secara Geologis

Tekno | Rabu, 12 Februari 2025 | 15:25 WIB

Terkini

Meski Produksi Dipangkas, ESDM Tetap Serok PNBP Rp131 T dari Minerba

Meski Produksi Dipangkas, ESDM Tetap Serok PNBP Rp131 T dari Minerba

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat

Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026

Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:28 WIB

Kuliah S3 Dibayari Bawahan, Jaksa Bongkar Silmy Karim Minta Rp50 Juta Buat Keperluan Studi di UB

Kuliah S3 Dibayari Bawahan, Jaksa Bongkar Silmy Karim Minta Rp50 Juta Buat Keperluan Studi di UB

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:27 WIB

Konten Kena Shadow Ban? Komdigi Minta Platform Buka Mekanisme Banding

Konten Kena Shadow Ban? Komdigi Minta Platform Buka Mekanisme Banding

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Perluas Manfaat Lewat Inovasi Sistem Pelayanan, PNM Raih Juara 1 Grand Genba Champion

Perluas Manfaat Lewat Inovasi Sistem Pelayanan, PNM Raih Juara 1 Grand Genba Champion

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:22 WIB

GAPKI Soroti Tantangan Produksi-Tata Kelola Sawit di IPOS Forum ke-11

GAPKI Soroti Tantangan Produksi-Tata Kelola Sawit di IPOS Forum ke-11

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Eks Komandan Antiteror Ungkap 4000 Polisi Disiapkan Bentrok dengan Mahasiswa dan Warga

Eks Komandan Antiteror Ungkap 4000 Polisi Disiapkan Bentrok dengan Mahasiswa dan Warga

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:16 WIB

Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween

Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:15 WIB

AI Makin Canggih, Digital Humanities Jadi Kunci agar Teknologi Tetap Berpihak pada Manusia

AI Makin Canggih, Digital Humanities Jadi Kunci agar Teknologi Tetap Berpihak pada Manusia

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:14 WIB

×