Waspada! Serangan Phishing Lewat Kode QR Meledak hingga 5 Kali Lipat di Paruh Kedua 2025

Dythia Novianty | Suara.com

Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:03 WIB
Waspada! Serangan Phishing Lewat Kode QR Meledak hingga 5 Kali Lipat di Paruh Kedua 2025
Ilustrasi kode QR. (Claudio Schwarz / Unsplash)
  • Laporan Kaspersky menunjukkan lonjakan signifikan serangan *phishing* kode QR, dari 46.969 menjadi 249.723 email antara Agustus hingga November 2025.
  • Pelaku menggunakan kode QR karena efektif menyembunyikan tautan berbahaya dari deteksi sistem keamanan email tradisional saat dipindai ponsel.
  • Kode QR berbahaya sering menyamar sebagai notifikasi HR atau faktur palsu untuk mencuri kredensial sensitif dan menyebabkan kerugian finansial perusahaan.

Suara.com - Ancaman siber terus berevolusi, dan kini kode QR menjadi senjata baru yang paling banyak dimanfaatkan pelaku kejahatan digital.

Laporan terbaru dari Kaspersky mengungkap lonjakan drastis serangan phishing berbasis kode QR sepanjang paruh kedua 2025.

Para peneliti Kaspersky mencatat, jumlah email phishing yang mengandung kode QR berbahaya melonjak tajam hanya dalam hitungan bulan.

Pada Agustus 2025, deteksi tercatat sebanyak 46.969 email, namun angka tersebut meroket menjadi 249.723 email pada November 2025 atau meningkat lebih dari lima kali lipat.

Lonjakan ini menegaskan perubahan strategi pelaku kejahatan siber yang semakin cerdik dalam mengelabui sistem keamanan maupun pengguna.

Kode QR Jadi Cara Murah dan Efektif Menyembunyikan Ancaman

Menurut para ahli, popularitas kode QR di kalangan penyerang bukan tanpa alasan.

Kode ini dinilai sebagai metode sederhana, murah, dan efektif untuk menyembunyikan tautan berbahaya dari deteksi sistem keamanan email tradisional.

Alih-alih menyematkan URL mencurigakan secara langsung, pelaku menyelipkan kode QR di badan email atau yang kini semakin umum, di dalam lampiran PDF.

Cara ini mendorong korban untuk memindai kode menggunakan ponsel, perangkat yang sering kali memiliki lapisan keamanan lebih lemah dibandingkan komputer kantor.

Kode QR berbahaya ini digunakan baik dalam kampanye phishing massal maupun serangan yang lebih terarah.

Menyamar Jadi HR hingga Faktur Palsu

Setelah dipindai, kode QR tersebut dapat mengarahkan korban ke halaman phishing yang menyamar sebagai portal login layanan populer, seperti akun Microsoft atau sistem internal perusahaan.

Tujuannya jelas yakni mencuri nama pengguna, kata sandi, dan kredensial sensitif lainnya.

Tak hanya itu, banyak serangan menyamar sebagai pemberitahuan palsu dari departemen HR, dengan dalih mendesak karyawan untuk meninjau dokumen penting, mulai dari jadwal cuti, dokumen internal, hingga daftar karyawan yang diberhentikan. Semua jalur ini bermuara pada situs pencurian data.

Dalam skema lain, kode QR berbahaya juga diarahkan ke faktur atau konfirmasi pembelian palsu di dalam PDF.

Jumlah email phishing yang diblokir dengan tautan kode QR berbahaya. [Kaspersky]
Jumlah email phishing yang diblokir dengan tautan kode QR berbahaya. [Kaspersky]

Modus ini sering dikombinasikan dengan vishing atau phishing suara, di mana korban diminta menghubungi nomor tertentu untuk “mengklarifikasi” transaksi, membuka peluang rekayasa sosial lanjutan.

Ancaman Nyata bagi Perusahaan dan Karyawan

Taktik-taktik tersebut mengeksploitasi kepercayaan terhadap komunikasi bisnis sehari-hari.

Dampaknya tidak main-main, mulai dari pencurian kredensial, pengambilalihan akun, hingga kebocoran data dan kerugian finansial.

“Kode QR berbahaya telah berevolusi menjadi salah satu alat phishing paling efektif tahun ini, terutama ketika disembunyikan dalam lampiran PDF atau disamarkan sebagai komunikasi bisnis yang sah seperti pembaruan dari departemen HR,” ujar Roman Dedenok, Anti-Spam Expert di Kaspersky.

Ia menambahkan bahwa lonjakan ekstrem yang terjadi pada November menunjukkan bagaimana pelaku memanfaatkan teknik berbiaya rendah namun berdampak besar.

“Penyerang kini menargetkan karyawan melalui perangkat seluler, di mana perlindungan keamanan sering kali minimal. Tanpa analisis gambar tingkat lanjut di gateway email dan kebiasaan memindai yang aman, organisasi sangat rentan terhadap kompromi kredensial dan pelanggaran lanjutan,” tegasnya dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Kerja Penjahat Siber Mengeksploitasi Tren Gen Z, Mulai Dari FOMO hingga Fast Fashion

Cara Kerja Penjahat Siber Mengeksploitasi Tren Gen Z, Mulai Dari FOMO hingga Fast Fashion

Tekno | Sabtu, 14 Juni 2025 | 16:02 WIB

89 Akun Pengguna Disney+ di Indonesia Jadi Target Penjahat Siber

89 Akun Pengguna Disney+ di Indonesia Jadi Target Penjahat Siber

Tekno | Selasa, 10 Juni 2025 | 13:47 WIB

2025: Era Baru Ransomware, Hacker Incar IoT dan Perangkat Pintar

2025: Era Baru Ransomware, Hacker Incar IoT dan Perangkat Pintar

Tekno | Selasa, 03 Juni 2025 | 15:07 WIB

Serangan Siber Memanfaatkan Nama Merek Populer Segmen Keluarga Meningkat 38 Persen dalam Setahun

Serangan Siber Memanfaatkan Nama Merek Populer Segmen Keluarga Meningkat 38 Persen dalam Setahun

Tekno | Sabtu, 17 Mei 2025 | 17:16 WIB

Jenis Serangan Siber Jangka Panjang 35 Persen Melampaui Durasi Satu Bulan di 2024

Jenis Serangan Siber Jangka Panjang 35 Persen Melampaui Durasi Satu Bulan di 2024

Tekno | Sabtu, 19 April 2025 | 08:08 WIB

Suara.com Sempat Kena Serangan DDoS, Apa Itu dan Bagaimana Mengatasinya

Suara.com Sempat Kena Serangan DDoS, Apa Itu dan Bagaimana Mengatasinya

Tekno | Kamis, 17 April 2025 | 14:08 WIB

Terkini

23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Mei 2026: Intip Bocoran Pemain buat Esok Hari

23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Mei 2026: Intip Bocoran Pemain buat Esok Hari

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:15 WIB

32 Kode Redeem FF Terbaru 13 Mei 2026: Sistem Pity untuk Event Bundle Eclipse

32 Kode Redeem FF Terbaru 13 Mei 2026: Sistem Pity untuk Event Bundle Eclipse

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:52 WIB

Smart TV Samsung Berteknologi Micro RGB Diluncurkan di Indonesia

Smart TV Samsung Berteknologi Micro RGB Diluncurkan di Indonesia

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38 WIB

HP Gaming Lenovo Legion Y70 2026 Terlihat di Geekbench, Baterai Diklaim Tahan 19 Jam

HP Gaming Lenovo Legion Y70 2026 Terlihat di Geekbench, Baterai Diklaim Tahan 19 Jam

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:50 WIB

2 Rekomendasi iPhone Turun Harga Terbaik 2026, Versi David GadgetIn

2 Rekomendasi iPhone Turun Harga Terbaik 2026, Versi David GadgetIn

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:48 WIB

'Duta Artikulasi' Minta Maaf, Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Jadi Bahan Meme

'Duta Artikulasi' Minta Maaf, Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Jadi Bahan Meme

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:37 WIB

Bocoran Vivo X500 Series Muncul, Ukuran Layar dan Kamera 200MP Mulai Terungkap

Bocoran Vivo X500 Series Muncul, Ukuran Layar dan Kamera 200MP Mulai Terungkap

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:29 WIB

TikTok Shop Bantu Brand Lokal Tembus Pasar Asia Tenggara, Penjualan LIVE Naik hingga 50 Kali Lipat

TikTok Shop Bantu Brand Lokal Tembus Pasar Asia Tenggara, Penjualan LIVE Naik hingga 50 Kali Lipat

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:17 WIB

Spesifikasi iPhone 17e di Indonesia: Pakai Chip Apple A19, Harga Lebih Miring

Spesifikasi iPhone 17e di Indonesia: Pakai Chip Apple A19, Harga Lebih Miring

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:00 WIB

AI Agents Kini Bisa Kelola Keuangan hingga HR Perusahaan Tanpa Campur Tangan Manual

AI Agents Kini Bisa Kelola Keuangan hingga HR Perusahaan Tanpa Campur Tangan Manual

Tekno | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:52 WIB