Baca 10 detik
- Kewajiban verifikasi biometrik registrasi kartu SIM oleh Komdigi memicu diskusi keamanan siber karena potensi ganda.
- ADIGSI menekankan kebijakan harus mengutamakan *privacy-by-design* serta standar teknis pengelolaan data biometrik ketat.
- Operator seluler disarankan hanya menerima hasil verifikasi *match/no match* dan perlu transparansi pengolahan data pengguna.
"Karena itu, label 'aman' tidak bisa diberikan di level konsep saja, karena tingkat keamanannya sangat bergantung pada implementasi dan pengawasan," tegas Firlie.
"Pertanyaan 'aman atau tidak' sangat bergantung pada desain dan tata kelolanya, karena wajah/biometrik termasuk Data Pribadi yang bersifat spesifik (sensitif) menurut UU PDP," pungkas.