- Jhonny Thio Doran, CEO JETE dan pendiri Doran Group, memulai bisnis pada 2008 dengan penjualan daring sebagai titik balik penting.
- Pada 2014, Jhonny mentransformasi bisnis dengan membangun merek teknologi JETE yang fokus pada aksesori gadget terjangkau.
- Kini JETE memperkuat ritel domestik melalui Doran Gadget serta bersiap ekspansi internasional dengan mendirikan entitas di Shenzhen, China.
Jhonny membaca pergeseran tren, yakni teknologi semakin terintegrasi dengan gaya hidup sehat. JETE pun memperluas lini produk ke kategori wearable dan perangkat olahraga.
![Jhonny Thio Doran, CEO JETE. [JETE]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/14/67453-jhonny-thio-doran-ceo-jete.jpg)
Namun strategi mereka tak berhenti pada produk. Komunitas menjadi fondasi pertumbuhan brand. Lewat berbagai kegiatan olahraga seperti lari, sepeda, dan pilates, JETE membangun interaksi langsung dengan pengguna.
Event tahunan JETE RUN di Surabaya menjadi salah satu wujud nyata pendekatan tersebut.
“Kami terus mendukung hal positif tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi masyarakat dengan produk hingga event lari besar tahunan yang kami selenggarakan yakni JETE RUN di Surabaya,” jelasnya.
Pendekatan ini memperlihatkan strategi diferensiasi yang tak hanya mengandalkan harga atau fitur, tetapi juga kedekatan emosional dengan konsumen.
Ambisi Global Brand Lokal
Dari kamar kos hingga sembilan kantor cabang di berbagai kota Indonesia, perjalanan JETE menunjukkan konsistensi dalam membangun sistem, jaringan distribusi, dan kekuatan merek.
Jhonny memegang prinsip “For Better Day”, keyakinan bahwa bisnis harus membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Baginya, ekspansi global bukan sekadar mimpi, melainkan langkah logis berikutnya.
“Ini bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih luas, ini menjadi bukti bahwa brand lokal Indonesia mampu bersaing dan bertumbuh di panggung global,” tutup Jhonny.