- Lenovo memperkenalkan berbagai perangkat berbasis AI baru, termasuk laptop dan tablet, pada ajang MWC 2026 di Barcelona, Spanyol.
- Inovasi penting meliputi konsep laptop Yoga Book Pro 3D tanpa kacamata dan konsol gaming lipat Legion Go Fold.
- Lenovo juga meluncurkan sistem kecerdasan buatan terintegrasi bernama Lenovo Qira yang hadir di banyak perangkat mereka.
Suara.com - Lenovo memperkenalkan sejumlah perangkat terbaru berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, Spanyol.
Produk yang diperkenalkan mencakup laptop AI untuk kreator, tablet produktivitas, hingga konsep perangkat gaming handheld yang dapat dilipat.
Beberapa perangkat yang menjadi sorotan antara lain Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition, IdeaPad Slim 5i Ultra, Idea Tab Pro Gen 2, serta laptop performa tinggi Yoga Pro 7a dan Legion 7a yang ditenagai prosesor AMD Ryzen AI Max+ Series.
Selain perangkat komersial, Lenovo juga memamerkan dua konsep futuristik, yakni laptop 3D tanpa kacamata Yoga Book Pro 3D Concept dan perangkat gaming lipat Legion Go Fold Concept.
Senior Vice President Lenovo, Jun Ouyang, mengatakan generasi pengguna saat ini membutuhkan perangkat yang mampu menggabungkan performa, mobilitas, dan kecerdasan AI sekaligus.
“Generasi kreator dan gamer berikutnya mengharapkan tenaga, portabilitas, dan kecerdasan hadir secara bersamaan dalam satu perangkat,” kata Jun Ouyang dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).
![Yoga Book Pro 3D Concept. [Lenovo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/11/75761-yoga-book-pro-3d-concept.jpg)
“Karena itu kami merancang teknologi yang memungkinkan orang tetap produktif dan kreatif di mana pun mereka berada,” tambahnya.
Laptop 3D Tanpa Kacamata untuk Kreator
Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian adalah Yoga Book Pro 3D Concept, laptop yang memungkinkan pengguna membuat dan melihat konten tiga dimensi tanpa perlu kacamata khusus.
Perangkat ini menggunakan layar glasses-free 3D serta panel PureSight Pro Tandem OLED yang mampu menampilkan kedalaman objek secara lebih natural. Teknologi AI di dalamnya juga memungkinkan konten 2D dikonversi menjadi 3D secara otomatis.
Pengguna bahkan bisa memutar atau memperbesar objek hanya dengan gerakan tangan melalui sistem zero-touch gesture berbasis kamera.
Laptop konsep ini ditenagai Intel Core Ultra 7 dan GPU NVIDIA GeForce RTX 5070, sehingga dirancang mampu menangani rendering 3D dan pekerjaan kreatif yang berat.
Konsol Gaming Lipat dengan Empat Mode
Di segmen gaming, Lenovo memperkenalkan Legion Go Fold Concept, perangkat handheld yang dapat dilipat dan diperluas dari layar 7,7 inci menjadi 11,6 inci.
Perangkat ini memiliki kontroler yang dapat dilepas dan mendukung beberapa mode penggunaan, seperti mode handheld klasik, mode layar terpisah untuk bermain sambil streaming, mode layar penuh untuk pengalaman gaming lebih imersif, dan mode desktop dengan keyboard eksternal.
Handheld ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra 7 258V, RAM hingga 32GB, serta baterai 48Wh yang dirancang untuk sesi bermain lebih lama.
![Yoga Book Pro 3D Concept. [Lenovo]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/11/26659-yoga-book-pro-3d-concept.jpg)
AI Lenovo Qira Hadir di Banyak Perangkat
Lenovo juga memperkenalkan Lenovo Qira, sistem kecerdasan buatan yang terintegrasi langsung ke dalam berbagai perangkat Lenovo.
Berbeda dari asisten AI biasa, Qira bekerja di tingkat sistem dan mampu memahami konteks aktivitas pengguna di berbagai perangkat, mulai dari PC, tablet, hingga ponsel.
Teknologi ini akan hadir di lebih dari 20 perangkat Lenovo, termasuk lini ThinkPad, Yoga, Legion, dan IdeaPad, melalui pembaruan perangkat lunak dalam beberapa minggu ke depan.
Ke depan, Lenovo juga berencana membawa teknologi ini ke perangkat Motorola sebagai bagian dari ekosistem AI lintas perangkat.
Laptop AI untuk Kreator dan Produktivitas
Selain konsep futuristik, Lenovo juga menghadirkan laptop yang ditujukan untuk kreator digital dan pekerja mobile.
Salah satunya adalah Yoga 9i 2-in-1 Aura Edition, laptop convertible dengan layar 2.8K OLED, stylus Yoga Pen Gen 2, serta dukungan Copilot+ PC di Windows 11.
Laptop ini dirancang untuk berbagai mode penggunaan, mulai dari tablet gambar hingga perangkat presentasi, dengan bobot sekitar 1,29 kg.
Sementara itu, Yoga Pro 7a ditujukan untuk pekerjaan kreatif yang lebih berat, seperti editing video dan desain grafis berbasis AI. Laptop ini menggunakan arsitektur memori terpadu yang memungkinkan CPU dan GPU memanfaatkan RAM hingga 128GB.
Dengan menghadirkan laptop AI, tablet pintar, hingga perangkat gaming lipat, Lenovo mencoba menunjukkan arah masa depan perangkat komputasi yang semakin fleksibel, terhubung, dan berbasis kecerdasan buatan.